Dina Christina, Dina
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBEDAAN DIMENSI PEMILIHAN KARIR PROTEAN Ichsan, Sandi Nur; Alfiani, Adin; Rahastri, Veronica; Prihandini, Hesti; Fikri, Hasan; Christina, Dina
Jurnal Dinamika Manajemen (Journal of Management Dynamics) Proceeding Madic 2015
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v0i0.4767

Abstract

MEMBENTUK GENERASI CINTA BUDAYA LEWAT MUSIK TRADISIONAL DI USIA EMAS Christina, Dina; Yetti, Elindra; Herdiati, Dian
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5643

Abstract

Instilling a love for national culture from an early age is a strategic step in forming a generation that has a strong national identity. One effective method to instill a love for national culture is through traditional music. The purpose of this study was to determine the role of traditional music in instilling a love for local culture in golden age children, what are the effective ways to introduce traditional music to children at a golden age and to determine the supporting and inhibiting factors in forming a generation that loves culture through traditional music at a golden age. The method used in this study is qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation studies. The results of this study are that instilling a love for local culture through traditional music from a golden age is a strategic step to form a generation that has a strong national identity. The success of this effort is greatly influenced by various supporting factors, such as the active role of the family, support for formal education that integrates cultural elements in learning, the use of culturally friendly digital media, the existence of cultural communities, and support from the government and the social environment. On the other hand, limited access to cultural resources, lack of interest from the younger generation, and minimal innovation in delivering cultural materials are challenges that need to be overcome. The conclusion of this study is that traditional music has great potential as a medium for instilling a love of culture in children of golden age, with the note that cross-sector synergy is needed to support the sustainability of these efforts. ABSTRAKPenanaman kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang memiliki identitas kebangsaan yang kuat.  Salah satu metode efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa adalah melalui musik tradisional. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran musik tradisional dalam menanamkan kecintaan anak usia emas terhadap budaya lokal, apa saja yang efektif digunakan untuk mengenalkan musik tradisional kepada anak-anak pada usia emas dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk generasi cinta budaya melalui musik tradisional di usia emas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui musik tradisional sejak usia emas merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi yang memiliki identitas kebangsaan yang kuat. Keberhasilan upaya ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung, seperti peran aktif keluarga, dukungan pendidikan formal yang mengintegrasikan unsur budaya dalam pembelajaran, pemanfaatan media digital yang ramah budaya, keberadaan komunitas budaya, serta dukungan dari pemerintah dan lingkungan sosial. Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap sumber daya budaya, kurangnya minat dari generasi muda, dan minimnya inovasi dalam penyampaian materi budaya menjadi tantangan yang perlu diatasi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa musik tradisional memiliki potensi besar sebagai media penanaman cinta budaya pada anak usia emas dengan catatan diperlukan sinergi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan upaya tersebut.
ESTETIKA, ETIKA, DAN IDENTITAS DALAM PEMBELAJARAN MUSIK TRADISIONAL UNTUK ANAK USIA DINI Christina, Dina; Yetti, Eliendra; Herdiati, Dian
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8534

Abstract

Traditional music learning in early childhood plays an important role not only in the development of musical abilities, but also in the formation of character, emotional sensitivity, and the strengthening of cultural identity. This article aims to examine traditional music education from a philosophy of education perspective by positioning aesthetics, ethics, and identity as the three main pillars of arts education. The study employs a normative qualitative approach through a literature review and conceptual reflection on traditional music learning practices in early childhood education institutions in Indonesia. The findings indicate that traditional music functions as a holistic educational medium that integrates aesthetic experiences, the cultivation of moral virtues, and the reinforcement of children’s cultural identity. Aesthetic values are reflected in the process of appreciating harmony, rhythm, and musical expression, which foster children’s sensitivity and creativity. Ethical dimensions develop through collective musical practices that instill discipline, responsibility, cooperation, and empathy. Meanwhile, identity values play a role in strengthening a sense of nationalism and appreciation for local cultural heritage amid globalization. These findings affirm that traditional music learning is a sustainable educational strategy that supports the formation of well-rounded individuals. ABSTRAK Pembelajaran musik tradisional pada anak usia dini memiliki peran penting tidak hanya dalam pengembangan kemampuan musikal, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kepekaan rasa, dan penguatan identitas budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran musik tradisional dari perspektif filsafat pendidikan dengan menempatkan estetika, etika, dan identitas sebagai tiga pilar utama pendidikan seni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif normatif melalui studi literatur dan refleksi konseptual terhadap praktik pembelajaran musik tradisional di lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa musik tradisional berfungsi sebagai media pendidikan holistik yang mengintegrasikan pengalaman estetis, pembentukan kebajikan moral, serta penguatan jati diri budaya anak. Nilai estetika tercermin dalam proses apresiasi harmoni, ritme, dan ekspresi musikal yang menumbuhkan kepekaan dan kreativitas anak. Dimensi etika berkembang melalui praktik musikal kolektif yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan empati. Sementara itu, nilai identitas berperan dalam memperkuat rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap warisan budaya lokal di tengah arus globalisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran musik tradisional merupakan strategi pendidikan berkelanjutan yang mendukung pembentukan manusia seutuhnya.