Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Risk Communication For Community Preparedness In Flood Disaster Prasojo Prasojo
Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Vol. 3 No. 04 (2023): November, Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science
Publisher : Cita Konsultindo Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is the third country with flooding potential after India and China, especially in its low-land areas. Flood disasters certainly risk the surrounding community. Therefore these risks need to be understood, managed and communicated beforehand so that people can lead a better life. Thus, risk communication is needed. With the implementations of risk communication so far in society, this research applies the literature review method. This method includes several steps, including identifying, assessing, and providing interpretation of the literature. As a result, many people still prefer to develop risk communication independently and deal with disasters based on personal experience due to the low level of public trust in the government. Future research then requires an approach to formulate effective flood risk communication steps and techniques for use by disaster-prone communities.
Pendampingan dan Pembetukan Satgas Wisata Upaya Pemeliharaan Potensi Wisata Muara Gembong Dhian Tyas Untari; Fata Nidaul Khasanah; Prasojo Prasojo
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v1i3.334

Abstract

Indonesia dikenal dengan negara kepulauan dengan memiliki keanekaragaman hayati terbesar. Salah satu wilayah di Bekasi yang memiliki potensi Bahari yang sangat tinggi adalah Muara Gembong. Hasil observasi, wilayah muara gembong saat ini masih dapat dikatakan terbelakang baik secara sosial, budaya maupun ekonominya. Mata pencaharian masyarakat mayoritas sebagai nelayan dan ketersediaan fasilitas sosial, Pendidikan, dan Kesehatan masih sangat minim. Dengan potensi pengembangan desa wisata berbasis magrove diharapkan dapat mengangkat wisata di Muara Gembong yang pastinya akan diikuti dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Terdapat permasalahan terkait dengan kondisi mitra yang perlu menjadi perhatian diantaranya a) Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan fasilitas wisata (masalah sosial); b) Kurangnya promosi wisata dalam mengundang para wisatawan untuk datang berkunjung (permasalahan pemasaran). Keprihatinan ini yang menjadi dorongan bagi tim pelaksana untuk melakukan kegiatan pendampingan bagi para pemangku kelompok sadar wisata dan karangtaruna sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran pemelirihana fasilitas wisata dan peningkatan sarana promosi sebagai upaya meningkatkan jumlah wisatawan. Metode pelaksaan yang digunakan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh prosentase nilai 98% dengan demikian kegiatan ini memberikan dampak kebermanfaatan bagi mitra.