Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU BAGI PENGELOLA INDUSTRI TAHU DI MANGUNJAYA Tulus Sukreni; Andi Nuraliyah; Djuni Thamrin; Fata Nidaul Khasanah; Dhian Tyas Untari; Rani Pertiwi; Rohana Ningsih
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.754

Abstract

Industri tahu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat memberi dampak negatif karena limbah yang dihasilkan dapat mencemari lingkungan. Penyebab diantaranya industri tahu yang ada di Indonesia sebagian besar masih dilakukan dalam skala kecil dan masih minimnya teknologi, sehingga pengelolaan sumber daya air yang sangat rendah sehingga berpotensi mengakibatkan tingkat produksi limbah yang tinggi. Melihat beberapa potensi yang mungkin dapat dilakukan dalam meminimalisir dampak negatif dari limbah yang dihasilkan pada industri tahu, maka dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini tim pelaksana berupaya untuk memberikan solusi terkait penanganan limbah tahu yang dihasilkan pada salah satu industri tahu di daerah Mangunjaya agar menghasilkan sesuatu yang dapat memberikan dampak positif bagi warga sekitar, yakni mengolah limbah cair menjadi sebuah kerajinan berbentuk dompet. Dari hasil pengolahan limbah ini dapat dikembangkan lagi menjadi peluang usaha baru bagi warga. Terdapat tahapan dalam pelaksanaan yakni observasi, pelatihan dan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini warga memperoleh peningkatan pengetahuan bahwa limbah cair yang dihasilkan dalam produksi tahu bisa menjadi suatu hal yang memberikan nilai positif, salah satunya berupa dompet yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini.
Uji Beda Minat Siswa SMP Terhadap Budaya Kuliner Tradisional Betawi di Bekasi Dhian Tyas Untari
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5355

Abstract

Culinary not only fulfills human biological needs, but culinary is an ecological and historical reflection of a society. The socio-cultural values of a society are reflected in the regional culinary culture. This research aims to further examine junior high school students' interest in Betawi culinary culture in Bekasi. This research involved XYZ Middle School students in Bekasi Regency, with a research design using a post-test only nonequivalent control group design, which used two groups of students, namely female and male students, 30 each. The research results show that providing an interpretation of the cultural values contained in a culinary dish can indeed have an impact on teenagers, in this case junior high school students. Male students turned out to be more interested in Betawi culinary culture after being given understanding and interpretation than female students. In this way, including culture, especially culinary culture, in the school curriculum becomes one of the media in disseminating understanding of culinary culture to teenagers.
Pendampingan dan Pembetukan Satgas Wisata Upaya Pemeliharaan Potensi Wisata Muara Gembong Dhian Tyas Untari; Fata Nidaul Khasanah; Prasojo Prasojo
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v1i3.334

Abstract

Indonesia dikenal dengan negara kepulauan dengan memiliki keanekaragaman hayati terbesar. Salah satu wilayah di Bekasi yang memiliki potensi Bahari yang sangat tinggi adalah Muara Gembong. Hasil observasi, wilayah muara gembong saat ini masih dapat dikatakan terbelakang baik secara sosial, budaya maupun ekonominya. Mata pencaharian masyarakat mayoritas sebagai nelayan dan ketersediaan fasilitas sosial, Pendidikan, dan Kesehatan masih sangat minim. Dengan potensi pengembangan desa wisata berbasis magrove diharapkan dapat mengangkat wisata di Muara Gembong yang pastinya akan diikuti dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Terdapat permasalahan terkait dengan kondisi mitra yang perlu menjadi perhatian diantaranya a) Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan fasilitas wisata (masalah sosial); b) Kurangnya promosi wisata dalam mengundang para wisatawan untuk datang berkunjung (permasalahan pemasaran). Keprihatinan ini yang menjadi dorongan bagi tim pelaksana untuk melakukan kegiatan pendampingan bagi para pemangku kelompok sadar wisata dan karangtaruna sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran pemelirihana fasilitas wisata dan peningkatan sarana promosi sebagai upaya meningkatkan jumlah wisatawan. Metode pelaksaan yang digunakan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh prosentase nilai 98% dengan demikian kegiatan ini memberikan dampak kebermanfaatan bagi mitra.