Putu Agus Permanamiarta
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA PADA ANAK USIA 3 TAHUN Putu Agus Permanamiarta
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 10 No. 1 (2021): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.925 KB) | DOI: 10.5281/zenodo. 6466680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa kedua anak usia tiga tahun. Penelitian ini mendeskripsikan tentang panjang ayat, struktur kalimat dan ujaran anak usia tiga tahun setiap giliran tutur dalam percakapan yang dianalisis menggunakan metode kualitatif. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Data yang diperoleh dari metode observasi selanjutnya dianalisis dan diolah dengan metode analisis deskriptif sinkronis, didasarkan atas pola berpikir induktif. Pola berpikir induktif yang dimaksud, yaitu pola berpikir yang berangkat dari data atau fakta yang khusus atau peristiwa yang nyata, kemudian menuju kepada kesimpulan yang bersifat umum. Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, berdasarkan panjang ayat anak usia tiga tahun dalam bertutur pada umumnya mengucapkan kata-kata secara terpenggal serta penguasaan bahasa yang dikuasai anak diperoleh melalui tahapan-tahapan tertentu. Kedua, anak umur tiga tahun sudah mampu menyusun kalimat dalam bertutur meskipun masih sangat sederhana dan terbatas. Ketiga, Berdasarkan jumlah ujaran setiap giliran tutur dibuktikan anak tiga tahun dalam bertutur hanya menjawab pertanyaan dari mitra tutur.
KEBUTUHAN WACANA TULIS TELEGRAFIS UNTUK PROGRAM GLS BAGI PESERTA DIDIK TUNANETRA PADA SLB DI PROVINSI BALI Nengah Arnawa; Anak Agung Gde Alit Geria; I Gusti Lanang Rai Arsana; Putu Agus Permanamiarta
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 1 (2022): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.584 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7416941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pelaksanaan program GLS-SLB bagi peserta didik tunanetra di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Data dikumpulkan dari 3 kabupaten yang berbeda. Sampel sekolah ditetapkan berdasarkan purposive. Data dikumpulkan melalui pencatatan dokumen, observasi, wawancara, dan angket. Data yang diperoleh direduksi, di-display, dan diverifikasi. Berdasarkan prosedur kerja seperti itu terungkap hal-hal berikut. (1) Program GLS bagi peserta peserta didik tunanetra dilakukan dengan tiga pola, yaitu dibacakan guru, menggunakan audio book, dan pojok baca. Hambatan utama pelaksanaan GLS bagi peserta didik tunanetra adalah kecepatan efektif membaca (KEM) teks berhuruf Braille yang sangat rendah, yakni 85 – 101 kpm (kata per menit). Untuk mengatasinya diperlukan wacana tulis telegrafis dan pelatihan kepekaan takstil para peserta didik secara kelanjutan.
THE UNIQUENESS OF TELEK DANCE IN JUMPAI VILLAGE Ni Luh Putu Mirah Pratiwi; Putu Agus Permanamiarta
Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 3 No. 1 (2023): Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/batarirupa.v3i1.2933

Abstract

Telek dance inJumpai village is a guardian or sacred dance. The dance is still maintained from generation to generation, preserved and maintained. this dance is a heritage dance that must be performed by the residents of the village because local residents believe that the dance is a form of repellent to reinforcements in order to be given safety and keep Jumpai village  away from the plague, the dance is performed once every 15 days which coincides with rahinan kajeng kliwon. The Telek dance in Jumpai village is estimated to have developed around 1935 until now. the Telek dance in there was performed by 4 male and female dancers who were still classified as children (approximately 6-12 years old). The purpose of this research is to show the value of function and meaning in Telek dance in Jumpai village. The values in Telek dance include; religious values, cultural values, knowledge values, and skills values. This dance is danced with a duration of 14 minutes.
IMPROVING PROCEDURE TEXT WRITING ABILITY WITH THE PAIR CHECKS LEARNING MODEL IN CLASS XI CULINARY ART OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL WIRA BHAKTI Mas Kusumaningrat Cokorda Istri; Putu Agus Permanamiarta
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2023): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v11i2.2936

Abstract

This study aims to determine the increase in the ability to write procedural texts using the pair checks learning model in class XI culinary art of Vocational High School Wira Bhakti. The method used in this research is descriptive method. The descriptive method is related to the explanation of social phenomena to the observed subjects. The techniques used in this research are observation, documentation study, and tests. The results of the ability to write procedural texts using the pair check learning model for class class XI culinary art of Vocational High School Wira Bhakti in cycle I was 72.88% and in cycle II the student score was 80.45%. It can be concluded that the application of the pair check learning model is able to improve the ability to write procedural texts in English for class XI culinary art of Vocational High School Wira Bhakti.