This Author published in this journals
All Journal Stilistika
Ni Luh Gede Liswahyuningsih
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SECARA VIRTUAL DI SMK PARIWISATA HARAPAN DENPASAR Ni Putu Khrisna Ajmadewi; Nengah Arnawa; Ni Luh Gede Liswahyuningsih
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 10 No. 1 (2021): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.834 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5732965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur direktif guru dan mendeskripsikan ilokusi tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia secara virtual. Penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari hasil rekaman proses belajar mengajar virtual, kartu data, dan lembar observasi. Selain itu, digunakan juga data sekunder yang bersumber dari buku-buku tentang tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik dasar, dan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, serta teknik catat sebagai teknik lanjutan. Berdasarkan cara kerja itu diperoleh hasil, yakni: (1) jenis-jenis tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia secara virtual yaitu: tindak tutur langsung literal dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. Tindak tutur yang dominan digunakan guru adalah tindak tutur langsung literal dengan persentase 99.9%. (2) Ilokusi tindak tutur direktif guru, meliputi: ilokusi memerintah, meminta, mengajak, menasihati, memperingatkan, menyindir, dan mengizinkan. Ilokusi yang mendominasi adalah ilokusi memerintah dengan persentase 51%.
VARIASI LEKSIKON DAN MAKNA VERBA ”MEMASAK” DALAM BAHASA BALI SUATU KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI Ni Luh Gede Liswahyuningsih; Ni Luh Komang Candrawati; Ida Ayu Agung Ekasriadi
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 10 No. 2 (2022): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.24 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6984088

Abstract

Kajian ini membahas salah satu gejala kebahasaan bahasa Bali yaitu mengenai berbagai variasi leksikon dan makna verba ”memasak”. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan metabahasa semantik alami untuk mendeskripsikan perbedaan makna pada masing-masing variasi leksikon verba ”memasak” dalam bahasa Bali. Dari hasil analisis, makna variasi leksikon verba “memasak” bahasa Bali dapat dibagi empat bagian: (1) memasak dengan tujuan dan alat tertentu, yaitu: nyakan ‘memasak nasi’, mubuh ‘memasak bubur’, ngesiurin ‘memasak untuk memanaskan makanan’, ngukus ‘memasak dengan menggunakan alat kukus’; (2) memasak dengan menggunakan air, yaitu: ngelablab ‘merebus dalam waktu lama’, ngengseb ‘merebus dalam waktu yang singkat’, nadah ‘merebus untuk mencairkan sesuatu’; (3) memasak dengan menggunakan minyak, yaitu: ngoreng ‘menggoreng dengan menggunakan minyak yang banyak’, numis ‘menggoreng dengan menggunakan minyak yang sedikit; (4) memasak tanpa menggunakan air dan minyak, yaitu: ngenyahnyah ‘menyangrai’, nguling ‘mengguling’, manggang ‘memanggang’, nambus ‘memasak dalam bara api dengan daun’, nunu ‘memasak langsung dalam bara api’.