Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMISME DAN SCHOOL WELL-BEING PADA MAHASISWA M A Ahkam; Nur Afni Indahari Arifin
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.713 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v3i1.13182

Abstract

Abstrak. Penelitian berbasis lingkungan kampus sangat tepat untuk dapat membuat kontribusi yang signifikan terhadap topik well-being. Konsep school well-being sebagai sebuah keadaan kampus yang memungkinkan individu memuaskan kebutuhan dasarnya, yang meliputi having, loving, being, dan health. Salah satu yang dapat mendukung terciptanya school well-being adalah optimisme pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menguji  hubungan antara optimisme dan school well-being. Subjek penelitian adalah  96 mahasiswa psikologi UNM. Hasil peneilitian adalah  korelasi positif  optimisme dan school well being. Optimisme pada mahasiswa dianggap sebagai suatu pertimbangan yang memiliki kecenderungan untuk memengaruhi perasaan, sikap cara berpikir dan perilaku seseorang dalam situasi tertentu. Kondisi optimisme pada mahasiswa dapat memberikan hasil yang baik pada school well-being.  Abstract. Research study based on campus environment is very appropriate to make a significant contribution to the topic of well-being. The concept of school well-being as a state college that allows people to satisfy their basic needs, which include having, loving, being, and health. Student optimism is one of the factors that can support the school well-being. The purpose of this study is to measure the correlation between the school well-being and student optimism by using product moment correlation method. The subject was 96 students of psychology UNM. The test results show positive correlation between optimisme and school well being. Optimism on student regarded as a judgment which has the tendency to influence feelings, attitudes and behavior of a person's way of thinking in certain situations. Conditions optimism in students can give good results at school well-being.
Manajemen Konflik: Meningkatkan Kinerja Guru Melalui Penyelesaian Perbedaan Muh. Aidil Fitra; Maychilyana Dwi Christine Mile; Khusnul Wafiah Nabilah Hawa; Feronika; Khalifah Tul Jannah; Rezky Eka Wardana; Nur Afni Indahari Arifin; Ahmad Ridfah
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2137

Abstract

Konflik merupakan bagian dari interaksi sosial yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan, nilai, kebutuhan, dan tujuan, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Di sekolah, konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat kerja sama, menurunkan kualitas komunikasi, dan berdampak pada kinerja guru maupun pegawai. Oleh karena itu, pemahaman mengenai manajemen konflik penting diberikan agar konflik tidak hanya dipandang sebagai masalah yang harus dihindari, tetapi sebagai situasi yang perlu dikelola secara bijak dan konstruktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan pegawai mengenai manajemen konflik melalui seminar psikoedukasi. Kegiatan diikuti oleh 19 peserta dari berbagai tingkatan jabatan di lingkungan sekolah. Materi yang diberikan mencakup faktor penyebab konflik, dampak konflik dalam organisasi, serta strategi manajemen konflik yang meliputi menghindari, mengakomodasi, mengkompromikan, berkompetisi, dan mengkolaborasikan. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa seminar psikoedukasi memberikan manfaat bagi peserta, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola perbedaan dan memilih strategi penyelesaian konflik yang sesuai dengan situasi. Dengan demikian, psikoedukasi melalui seminar dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu guru dan pegawai mengembangkan keterampilan dasar dalam mengelola konflik di lingkungan pendidikan.