Masa remaja adalah masa dimana ada relasi yang kuat terhadap lawan jenis istilah ini sering disebut sebagai hubungan intimasi. Intimasi di dalam struktur peranti mental merupakan suatu kebutuhan yang menuntut untuk dipenuhi. Masa dewasa mahasiswa dan mahasiswi yang berada di lingkungan pesantren khususnya secara tidak langsung harus menjaga nama baik mereka di mata civil society sebagai lulusan pesantren terutama di dalam hubungan mereka terhadap lawan jenis. Kebutuhan intim merupakan naluri alamiah remaja namun disisi lain kebutuhan tersebut juga akan berakibat fatal apabila mereka yang dari lulusan universitas pesantren salah dalam mengimplementasikannya. Atas dasari ini peneliti ingin lebih mendalami dinamika struktur peranti mental dalam konteks hubungan intimasi terutama pada mahasiswa-mahasiswi universitas berbasis pesantren. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan empat subjek. Secara umum proses yang dialami sebagian besar subjek penelitian dalam mengatasi dorongan yang dirasakannya, yaitu dengan cara ego menggunakan mekanisme pertahanan diri dalam bentuk kompensasi, sebuah mekanisme bahwa seseorang lebih memilih mengejar suatu tujuan, dengan usaha yang lebih giat ke dalam usahanya itu untuk mengatasi rasa kekurangan yang sebenarnya. Singkat kata mereka lebih memilih untuk memantaskan diri mereka.