herlambang andi aji
Psikologi Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRUKTUR PERANTI MENTAL (ID, EGO, SUPER EGO) PESANTREN DALAM INTIMASI DENGAN LAWAN JENIS herlambang andi aji
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 5, No 1 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.764 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v5i1.9773

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana ada relasi yang kuat terhadap lawan jenis istilah ini sering disebut sebagai hubungan intimasi. Intimasi di dalam struktur peranti mental merupakan suatu kebutuhan yang menuntut untuk dipenuhi. Masa dewasa mahasiswa dan mahasiswi yang berada di lingkungan pesantren khususnya  secara tidak langsung harus menjaga nama baik mereka di mata civil society  sebagai lulusan pesantren terutama di dalam hubungan mereka terhadap lawan jenis. Kebutuhan intim merupakan naluri alamiah remaja namun disisi lain kebutuhan tersebut juga akan berakibat fatal apabila mereka yang dari lulusan universitas pesantren salah dalam mengimplementasikannya. Atas dasari ini peneliti ingin lebih mendalami dinamika struktur peranti mental dalam konteks hubungan intimasi terutama pada mahasiswa-mahasiswi universitas berbasis pesantren. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan empat subjek. Secara umum proses yang dialami sebagian besar subjek penelitian dalam mengatasi dorongan yang dirasakannya, yaitu dengan cara ego menggunakan mekanisme pertahanan diri dalam bentuk kompensasi, sebuah mekanisme bahwa seseorang lebih memilih mengejar suatu tujuan, dengan usaha yang lebih giat ke dalam usahanya itu untuk mengatasi rasa kekurangan yang sebenarnya. Singkat kata mereka lebih memilih untuk memantaskan diri mereka.