Gatot Mudjiono
Jurusan Hama Dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BEBERAPA JENIS TANAMAN PENDAMPING TERHADAP HAMA Phyllotreta striolata F. (COLEOPTERA: CHRYSOMELIDAE) PADA BUDIDAYA SAWI HIJAU ORGANIK Fernia Nirmayanti; Gatot Mudjiono; Sri Karindah
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kendala dalam budidaya sawi hijau organik adalah kerusakan yang disebabkan oleh hamaPhyllotreta striolata F baik secara kuantitas maupun kualitas. Hama P. striolata merusak tanaman sawi hijau mulai dari persemaian hingga menjelang panen. Salah satu usaha pengendalian hama terpadu (PHT) populasi P. striolata pada tanaman sawi hijau organik dapat dilakukan dengan cara penanaman tanaman pendamping (companion plant) secara tumpangsari. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang tanaman pendamping yang sesuai dalam upaya pengendalian hama P. striolata sehingga dapat memperbaiki kualitas maupun kuantitas sawi hijau organik yang dihasilkan. Penelitian tentang pengaruh beberapa jenis tanaman pendamping terhadap hamaP. striolata telah dilakukan di PT. Herbal Estate Kota Batu Jawa Timur. Penelitian ini mengamati dan menghitung populasi P. striolata dan intensitas serangan di pertanaman sawi hijau organik yang dilakukan sejak bulan April hingga Juni 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan hama P. striolata tertinggi terdapat pada pola tanam monokultur yakni sebesar 50,24%.. Sedangkan intensitas serangan terendah terdapat pada pola tanam sawi hijau tumpangsari dengan mint sebesar 20,34%.  Populasi P. striolata yang masuk perangkap paling tinggi pada pola tanam monokultur yakni sebesar 9,75 ekor. Sedangkan populasi P. striolata terendah terdapat pada pola tanam sawi hijau tumpangsari dengan mint sebesar 5,56 ekor. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman pendamping mampu mengurangi tingkat kerusakan tanaman akibat intensitas serangan dan populasi hama. Sedangkan penanaman tanaman pendamping sawi hijau yakni kucai dan mint tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar sawi hijau. Kata Kunci: Tanaman pendamping, Phyllotreta striolata
PENGARUH TANAMAN PENDAMPING DAN DUA SPESIES RUMPUT-RUMPUTAN PADA PERTANAMAN KUBIS BUNGA TERHADAP PARASITASI PARASITOID Plutella xylostella L. (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE) Amalia Hakiki; Sri Karindah; Gatot Mudjiono
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Plutella xylostella L. merupakan salah satu hama penting pada tanaman kubis bunga. Musuh alami P. xylostella yang terpenting adalah parasitoid. Kurang tersedianya lingkungan yang mendukung kehidupan parasitoid menyebabkan populasi parasitoid di lapangan sangat rendah. Penyediaan tumbuhan liar dan penambahan tanaman pada lahan budidaya dapat merangsang parasitoid untuk datang pada lahan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman pendamping dan tumbuhan liar terhadap jenis dan parasitasi parasitoid P. xylostella pada pertanaman kubis bunga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tiga perlakuan. Parasitoid yang ditemukan memparasit P. xylostella ialah Trichogrammatoidea bactrae Nagaraja, Cotesia plutellae (Kurdj.), dan Tetrastichus howardi Olif. Tingkat parasitasi oleh T. bactrae terhadap telur P. xylostella pada kubis bunga monokultur, kubis bunga dengan tanaman pendamping sawi hijau, serta kubis bunga dengan sawi hijau, Portulaca oleracea L., dan Rorippa indica (L.) Hiern. masing-masing ialah 26,69%, 14,9%, dan 6,64%. Tingkat parasitasi oleh T. howardi terhadap larva P. xylostella pada kubis bunga monokultur, kubis bunga dengan sawi hijau, serta kubis bunga dengan sawi hijau, P. oleracea, dan R. indica masing-masing ialah24,53%, 38,7%, dan 37,15%. Tingkat parasitasi oleh T. howardi terhadap pupa P. xylostella pada kubis bunga monokultur, kubis bunga dengan sawi hijau, serta kubis bunga dengan sawi hijau, P. oleracea, dan R. indica masing-masing ialah 31,25%, 45,83%, dan 28,64%. Kata kunci: Tanaman Pendamping, Tumbuhan Liar, Parasitoid, Plutella xylostella L.
PENGARUH REFUGIA PADA KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR DI SAWAH PADI PHT DESA TEJOASRI, LAREN, LAMONGAN Sulistiyono Sulistiyono; Gatot Mudjiono; Toto Himawan
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.2.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan arthropoda predator, dan keanekaragaman arthropoda di sawah PHT dan blok refugia pada setiap fase pertumbuhan padi, serta untuk mengetahui pengaruh jarak blok refugia terhadap kelimpahan arthropoda predator di sawah PHT. Penelitian dilaksanakan di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan mengadakan pengamatan terhadap dua lokasi, yaitu sawah PHT dan blok refugia di salah satu sisi pematang sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sawah ditemukan 40 spesies arthropoda predator yang terbagi kedalam 7 ordo dan 28 famili, sedangkan pada blok refugia ditemukan 29 spesies yang terbagi kedalam 6 ordo dan 18 famili. Pada saat fase vegetatif I, kelimpahan individu serangga predator di sawah lebih rendah dibandingkan pada blok refugia. Pada fase vegetatif II, generatif I, dan generatif II, kelimpahan individu serangga predator lebih tinggi dibandingkan pada blok refugia. Kelimpahan individu laba-laba di sawah pada tiap fase pertumbuhan padi lebih tinggi dibandingkan pada blok refugia. Nilai indeks keanekaragaman arthropoda di sawah dan blok refugia pada tiap fase pertumbuhan padi berkisar antara 2,0 hingga 2,7 yang tergolong keanekaragaman sedang. Pada jarak 6 m dari blok refugia, kelimpahan individu predator yang ditemukan di sawah lebih rendah dibandingkan pada jarak 12, 18, 24, 30, 36, 42 dan 48 m. Semakin dekat jarak dari blok refugia, kelimpahan individu predator yang ditemukan semakin rendah.