Lestari Kurniawati
Politeknik Keuangan Negara STAN

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Paradigma Pengenalan Aplikasi Akuntansi Dalam Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Lestari Kurniawati
Jurnalku Vol 1 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.436 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i4.54

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberi kontribusi 60% dari Pendapatan Domestik Bruto Indonesia. Jumlah pelaku UMKM juga meliput 99,99% jumlah pelaku usaha di Indonesia. Data menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha tidak melakukan penyusunan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran atas perilaku pelaku usaha UMKM terhadap penyusunan laporan keuangan serta respon yang muncul atas pengenalan aplikasi bantuan untuk menyusun laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretif fenomenologi. Hasi penelitian menunjukkan bahwa kedua obyek penelitian menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap penyusunan laporan keuangan CV Vivo Karya Mandiri telah menyusun laporan keuangan karena terdapat kebutuhan demi kelaberangsungan usaha. Sedangkan Kupiku Cafe belum melakukan penyusunan laporan keuangan karena belum membutuhkan dan adanya keterbatasan sumberdaya. Namun demikian kedua obyek memberi respon yang sama atas pengenalan aplikasi bantuan untuk menyusun laporan keuangan. Pengenalan aplikasi bantuan penyusunan laporan keuangan juga berhasil mengikis persepsi bahwa sulit untuk melakukan penyusunan laporan keuangan karena kerumitan proses dan sulit untuk memahami makna, simbol dan angka dalam pencatatan akuntansi.
Penerapan PSAK 71 Pada Perusahaan Penjaminan Kredit: Telaah Teori Institusional Lestari Kurniawati
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.926 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.55

Abstract

DSAK IAI menetapkan PSAK 71 efektif mulai berlaku sejak 1 Januari 2020. Namun demikian beberapa penelitian menunjukkan beberapa entitas bisnis belum menerapkan PSAK 71. Perbankan dan lembaga keuangan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak atas penerapan PSAK 71. Perusahaan penjaminan kredit sebagai salah satu industri di sektor ini yang memiliki peran untuk memperluas akses kredit bagi UMKM. Namun demikian keterbatasan kapasitas dari perusahaan penjaminan kredit bisa menjadi penghambat penerapan PSAK 71. Penelitian ini menggunakan teori institusional untuk melakukan analisis factor yang berpengaruh terhadap keputusan penerapan PSAK 71. Hasil penelitian menunjukkan 15 perusahan yang belum menerapkan PSAK 71 terkendala oleh pengembangan model ecl untuk menentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai serta sistem infrastruktur. Dua komponen ini berperan sebagai artifak (material carrier) dalam kerangka teori institusional. Sementara itu keputusan yang diambil oleh 15 perusahaan untuk belum menerapkan PSAK 71 pada tahun 2020 merupakan sikap wait and see atas terbitnya aturan OJK. Keputusan ini bisa dikategorikan sebagai mimetic isomorphism. Di sisi lain, tiga perusahaan yang memutuskan untuk menerapkan PSAK 71 pada tahun 2020 dapat diidentifikasi sebagai sikap professional (normative isomorphism). Sementara sembilan perusahaan lain yang masih dalam tahap persiapan penerapan dapat dikategorikan sebagai perubahan yang bersifat coercive isomorphism. Dalam persiapan penerapan PSAK 71 ini peran komunitas telah hadir namun masih terbatas. Peran komunitas dalam menjembatani diskusi dan hubungan antar aktor pelaksana (relational system dalam material carriers) terkendala karena menunggu terbitnya aturan OJK.
Tax Amnesty upaya Memperkuat Penerimaan Negara Sektor Pajak Lestari Kurniawati
SUBSTANSI Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.266 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i2.252

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penyajian eksploratif deskriptif. Metode ini cocok diterapkan karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran implementasi kebijakan tax amnesty di Indonesia dalam upaya untuk memperkuat penerimaan negara. Hal ini penting untuk dilakukan karena lebih dari 80% penerimaan negara berasal dari penerimaan pajak. Penerapan self assessment dalam penghitungan kewajiban perpajakan mengakibatkan penerimaan pajak bergantung pada kepatuhan wajib pajak dalam mematuhi peraturan perpajakan. Ketidakpatuhan wajib pajak dapat dilakukan dengan cara tidak melaporkan sebagian atau seluruh kewajiban perpajakannya (tax evasion). Praktik tax evasion berdampak pada hilangnya potensi penerimaan pajak yang berakibat pada kerugian negara. Kebijakan Tax amnesty dimaksudkan untuk mengenakan kembali pajak yang belum dibayar dari kegiatan ekonomi bawah tanah ataupun pelaporan pajak yang tidak jujur. Dari empat kali pelaksanaan kebijakan tax amnesty, Pemerintah Indonesia berhasil melaksanakan dengan baik program tax amnesty Tahun 2008 dan 2016 dengan capaian tambahan penerimaan negara jangka pendek dan perluasan basis data. Sedang pada pelaksanaan tax amnesty Tahun 1964 dan 1984, partisipasi masyarakat dalam program ini rendah sehingga tidak dapat mendatangkan penerimaan negara jangka pendek maupun menghasilkan perluasan data untuk meningkatkan penerimaan jangka panjang melalui tingkat kepatuhan pajak.
Pengaruh Cash Holdings, Leverage, dan Financial Constraint Terhadap Return Saham Pada Masa Awal Pandemi COVID-19 Ndaru Puspitarini; Lestari Kurniawati
SUBSTANSI Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SUBSTANSI
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35837/subs.v6i2.2040

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan peluang untuk mengidentifikasi bagaimana manfaat dari kekuatan kondisi keuangan perusahaan dapat memengaruhi nilai perusahaan melalui harga sahamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh kondisi keuangan perusahaan berupa cash holdings, leverage, dan financial constraint terhadap return saham selama masa awal pandemi Covid-19. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif berbasis event study. Penelitian ini memiliki dua periode pengamatan: periode kolaps dan periode stimulus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage dan financial constraint berpengaruh terhadap return saham pada periode kolaps. Pada periode stimulus, leverage dan financial constraint tidak berpengaruh terhadap return saham. Sementara itu, cash holdings bukan menjadi informasi yang relevan bagi investor baik saat periode kolaps dan stimulus sehingga tidak berpengaruh terhadap return saham. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bagaimana dampak dari pandemi Covid-19 dapat diantisipasi melalui kondisi keuangan perusahaan.