Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Bisnis Peternakan Kambing Perah Rakyat Di Lingkungan Penyandang Disabilitas : (Studi Kasus Desa Karangpatihan) Muhammad Syahrul Fuady; Joko Sumantri
Jurnalku Vol 1 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.594 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i4.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model bisnis kanvas beternak  kambing perah dalam rangka pemberdayaan masyarakat di lingkungan penyandang disabilitas di Desa Karangpatihan. Model bisnis kanvas peternakan kambing perah di lingkungan masyarakat Desa Karangpatihan diharapkan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan pendapatan bagi peternak kambing perah non disabilitas maupun disabilitas . Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan proses pengumpulan data dan infromasi menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA), kami menemukan bahwa masyarakat Desa Karangpatihan berkeinginan melakukan ternak kambing perah yang nantinya bisa ditularkan untuk penyandang disabilitas. Dalam mengelola bisnis ternak kambing perah, masyarakat desa Karangpatihan mengalami  kendala dalam penyimpanan dan pemasaran susu kambing, curah hujan yang relatif sedikit sehingga menyebabkan kekeringan, dan sulitnya warga mendapatkan pakan ternak natural di musim kemarau serta keterbatasan pengetahuan dalam menangani penyakit pada kambing.
Analisis Hubungan Kausalitas Konsumsi Energi (Terbarukan Dan Tidak Terbarukan) Dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Khairunas Nurdin; Muhammad Syahrul Fuady
Jurnalku Vol 1 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.912 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i4.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi jangka pendek dan jangka panjang serta hubungan kausalitas antara konsumsi energi terbarukan dan energi tidak terbarukan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia menggunakan data tahunan dari tahun 1990 hingga 2019. Metode Ordinary Least Square (OLS) dan Error Correction Term (ECT) digunakan untuk menganalisis estimasi model jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi terbarukan dan energi tidak terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi tidak terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan konsumsi energi terbarukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil uji kausalitas Granger menunjukkan tidak adanya hubungan kausalitas antara konsumsi energi terbarukan dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, serta antara konsumsi energi tidak terbarukan dan pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, terdapat kausalitas dua arah antara konsumsi energi terbarukan dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Strategi Automasi Manajemen Keuangan Publik di Indonesia Muhammad Syahrul Fuady; Iskandar Iskandar
SUBSTANSI Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.95 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i2.254

Abstract

Kebanyakan negara berkembang mengadopsi COTS IFMIS (Commercial Off The Self -  Integrated Financial Management Information System) dalam automasi manajemen keuangan publik. IFMIS dipandang sebagai pendukung reformasi keuangan di negara-negara berkembang. Paper ini menyajikan analisis automasi manajemen keuangan publik di Indonesia yang dinilai sukses. Analisis didasarkan  pada proses perubahan prosedur keuangan dan pertimbangan faktor risiko dalam mengadopsi sistem informasi: cakupan, skedul dan anggaran biaya. Dari penelitian ini diperoleh beberapa temuan terkait Teknologi Informasi (TI), desain prosedur keuangan dan biaya. Dalam aspek strategi TI, proyek automasi  manajemen keuangan di Indonesia melalui SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) mempunyai risiko tinggi. Namun, dari aspek strategi desain prosedur keuangan dengan berbagai program tata kelola perubahan yang mempengaruhi proses bisnis, TI dan organisasi, automasi melalui SPAN mulai dari penganggaran sampai akuntansi dan pelaporan dapat dikelola dengan baik. Dari aspek biaya,  untuk menjamin keberlangsungan reformasi sistem, ditempuh dengan memanfaatkan dukungan kerja sama, pinjaman dan hibah luar negeri. Selain itu, terdapat beberapa tantangan dan permasalahan yang muncul seiring ukuran, skala, dan kompleksitas proyek SPAN. Permasalahan tersebut berakibat pada penyesuaian skedul proyek yang notabene memiliki jangka waktu sangat panjang. 
Evaluasi Kebijakan Tol Laut Muhammad Syahrul Fuady
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 3 No 2a (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v3i2a.628

Abstract

Biaya logistik di Indonesia masih relatif tinggi. Biaya logistik yang tinggi perlu diperbaiki agar dampaknya bagi masyarakat berkurang. Dalam penelitian ini kami mengidentifikasi penyebab biaya logistik yang tinggi dan memberikan solusi kepada pemerintah mengenai kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi literatur, kami menemukan bahwa kondisi geografis Indonesia yang luas tidak didukung infrastruktur transportasi yang memadai, ketidaktersediaan jadwal kapal yang tepat waktu dan teratur, belum terintegrasinya aspek layanan kapal di pelabuhan dan moda transportasi lain, pembatasan jenis muatan kapal yang boleh diangkut oleh kapal tol laut, realisasi muatan berangkat dan muatan balik kapal tol laut masih timpang, dan minimnya peralatan bongkar muat modern. Kebijakan pemerintah diarahkan untuk memberikan fleksibiltas jenis barang muatan, mengembangkan potensi daerah yang menjadi tujuan tol laut, memberi insentif kepada swasta dalam penyediaan moda transportasi laut, meningkatkan kedalaman kolam labuh pelabuhan, dan mengembangkan supply chain yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan segala aspek logistik. Dengan adanya upaya tersebut diharapkan biaya logistik dapat ditekan dan terjadi penurunan harga dan jumlah trayek secara signifikan.