Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif batik Paksi Naga Liman beserta elemen-elemennya, serta mendeskripsikan makna yang terkandung dalam setiap lapisan motif tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika berdasarkan teori Charles Sanders Peirce yang dibatasi hanya pada objeknya saja, dengan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Paksi Naga Liman memiliki empat ikon utama, yaitu Songong Agung, Singa, Gapura Kutagara Wadasan, dan Paksi Naga Liman itu sendiri. Selain itu, terdapat empat simbol yang menyertai motif ini, yaitu pohon manggis berdaun besar, pohon manggis berdaun kecil, bunga lili, dan wadasan. Secara keseluruhan, motif ini terbagi menjadi tiga lapisan, di mana masing-masing lapisan memiliki makna tersendiri namun tetap saling berkaitan. Elemen-elemen dalam setiap lapisan motif batik Paksi Naga Liman mencerminkan karakteristik seorang raja dan keraton-keraton di Cirebon, yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Berdasarkan analisis motif batik Paksi Naga Liman, dapat disimpulkan bahwa penciptanya bermaksud menyampaikan pesan mengenai sejarah peradaban Keraton Cirebon sekaligus memberikan pedoman nilai kehidupan kepada masyarakat, yang disimbolkan melalui motif batik.