Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Interaksi Keinginan Dan Kemampuan Usahawan Terhadap Keberhasilan Usaha Minuman Boba Di Kota Bireuen asrida asrida; Haryani Haryani
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 2 (2023): Lentera, Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kecil menengah di Indonesia mmenjasi salah satu sektor yang telah memberi kontribusi terhadap perekonomian nasional. Dengan adanya usaha kecil dapat memperluas kesempatan kerja sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Hal ini akan berdampak pada pemerataan pendapatan masyarakat dan perekonomian suatu negara. Sektor usaha kecil berkaitan dengan pola kehidupan masyarakat seperti konsumsi, pangan, fashion, fotografer, kesenian dan lain sebagainya. Keberhasilan pembangunan indentik dengan penyerapan tegara kerja dan terciptanya laju petumbuhan ekonomi yang tinggi. Usaha kecil menengah menjadi salah satu sektor yang dapat mengurangi pengangguran. Menurut BPS (2022) populasi usaha kecil menengah di Indonesia yaitu 59,2 juta pelaku usaha, baik usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan perorangan maupun yang dilakukan badan usaha. Setiap daerah di Indonesia tentu memiliki karakter dan ciri khas tersendiri yang tentunya di pengaruhi oleh lingkungan, sosial dan budaya serta perkembangan zaman. Hal ini tentunya akan berdampak pada sikap serta perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi makanan maupun minuman. Hal ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk berwirausaha. Kabupaten Bireuen merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang cukup berkembang. Banyak UKM yang tumbuh dan berkembang. UKM yang dominan tumbuh adalah UKM di bidang minuman, khususnya minuman Boba yang tentunya sangat diminati masyarakat, baik dari kalangan muda maupun dewasa. Maraknya usaha Minuman Boba di Kota Bireuen menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha, dibutuhkan kemampuan saya saing yang cukup kuat untuk bisa terus mengembangkan usahanya. Tidak adanya itu setiap pelaku usaha Minuman Boba juga harus memiliki inovasi baru agar usaha terus bertahan dan tidak kalah saing satu dengan yang lainnya.
Pengaruh Output Pertanian Dan Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Haryani Haryani; Asrida Asrida
Ekonomika : Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 13 No 1 (2021): Ekonomika, Maret 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim Bireuen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/eko.v13i1.538

Abstract

This research aims to explain the influence of agricultural output and tourism on growth Indonesian economy. To get maximum results, the data used is secondary data which are time series, namely data on economic growth, agricultural output and tourism data Data used on the number of foreign tourist arrivals in Indonesia over the last 24 years, namely yr 1995-2019 sourced from the World Bank using multiple linear regression analysis techniques. Research result shows that agricultural output and tourism have a positive effect on economic growth in Indonesia
Pengaruh Tenaga Kerja dan IPM Terhadap Pertumbuhan PDB Industri Manufaktur di Indonesia Nisa Ul Fitria; Sri Wahyuni; Asrida Asrida
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5855

Abstract

The manufacturing industry has been considered the main driver of structural transformation in Indonesia, and economic growth is a key indicator of national development. Although the manufacturing industry contributes significantly to the national gross domestic product (GDP), there are a number of structural obstacles that hinder its growth. The most prominent of these are the mismatch between education and employment and the level of labor. The sustainability and competitiveness of the manufacturing industry are questionable due to its dependence on the quality of human resources. Therefore, this study analyzes the influence of labor and the Human Development Index (HDI) on the GDP of the manufacturing industry in Indonesia. This study uses a quantitative approach with time series data from 1995 to 2024. The method used is Autoregressive Distributed Lag (ARDL) to test long-term and short-term cointegration to capture imbalances towards the long term using Eviews 13. The results of this study indicate that the manufacturing industry workforce significantly affects manufacturing industry GDP growth in the long and short term, while HDI does not significantly affect manufacturing industry GDP growth in the long and short term. The error correction coefficient is negative and statistically significant at -0.619, indicating that approximately 61.9% of the short-term imbalance in the previous period is corrected in the current period of long-term equilibrium. This shows that industrial output is more responsive to production capacity (labor) than to aggregate human quality. Policy implications are more directed at optimizing industrial labor absorption in supporting manufacturing sector growth.