Akhmad Gazali
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN KESEIMBANGAN NERACA AIR (WATER BALANCE) DI KOLAM RANTAU BARU KABUPATEN TAPIN Akhmad Gazali
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 1 No. 02 (2016): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.345 KB)

Abstract

Kolam Rantau Baru merupakan waduk berukuran mikro dibangun untuk menampung kelebihan air hujan dan aliran permukaan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi di musim kemarau atau di saat curah hujan tidak memenuhi kebutuhan irigasi dengan syarat selalu menjaga ketersediaan air di kolam sepanjang tahun khususnya pada musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan neraca air di Kolam Rantau Baru berdasarkan nilai perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Dalam penulisan ini dilakukan analisis hidrologi yang terdiri dari analisis evapotranspirasi, analisis ketersediaan air, analisis debit andalan, analisis kebutuhan air irigasi di hilir Kolam Rantau Baru dan analisis neraca air di Kolam Rantau Baru. Metode yang dipakai untuk menganalisis ketersediaan air adalah dengan metode NRECA, dimana metode ini mensimulasikan keseimbangan air bulanan pada suatu daerah pengaliran sungai tertentu yang ditunjukkan untuk menghitung total limpasan dengan menggunakan hujan bulanan, evapotranspirasi dan kelembaban tanah. Disimpulkan bahwa ketersediaan air Sungai Salak pada kondisi debit andalan (Q80%), debit paling rendah pada bulan Mei, Juni, Juli, Agustus dan September sebesar 0,000 m3/detik (volume air 0,000 m3) dan paling tinggi 0,287 m3/detik (volume air 0,767 juta m3) pada bulan Januari. Ketersediaan air di Kolam Rantau Baru totalnya sebesar 2,712 juta m3/tahun. Adapun kebutuhan air irigasi di hilir Kolam Rantau Baru totalnya sebesar 0,689 juta m3/tahun. Dari hasil studi ini, secara umum kondisi keseimbangan neraca air di Kolam Rantau Baru dalam kondisi terpenuhi, kecuali pada bulan Mei dan Juni mengalami kegagalan. Pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk menanggulangi masalah ini, yaitu melakukan modifikasi dalam pola tanam.
ANALISIS STABILITAS LERENG DAN PENANGGULANGAN KELONGSORAN LERENG PADA RUAS JALAN ABDUL AZIS KARIAS (PASAR AMUNTAI), KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Akhmad Gazali
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.15 KB)

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi pada saat musim hujan. Seperti pada jalan di sekitar pasar Amuntai (Jl. Abdul Azis Karias), yang merupakan jalan lintas yang selalu dilalui ban- yak kendaraan. Hal ini terjadi karena peningkatan tekanan air pori pada lereng, yang kemudian mengakibat- kan penurunan kuat geser tanah (c) dan sudut geser dalam (φ). Dalam penelitian ini menguraikan tentang perencanaan turap baja sebagai konstruksi penahan longsor pada lereng sungai Nagara Kabupaten Hulu Sungai Utara. Memperhatikan kondisi lereng yang secara berangsur-angsur mengalami kelongsoran, dimana terjadinya kelongsoran tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar jalan pasar Amuntai (Jl.Abdul Azis Karias). Menurut penyelidikan tanah yang dilakukan pada daerah tersebut didominasi oleh jenis tanah lempung, dan kedalaman tanah keras mencapai 37,8 meter. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mendapatkan rancangan konstruksi yang aman yang dapat digunakan untuk mengatasi kelongsoran. Perencanaan ini dimulai dengan pengumpulan data-data penyelidikan tanah pada lokasi setempat. Pengolahan data tanah dilakukan di lapangan dan laboratorium, kemudian dilakukan analisa stabilitas lereng dengan menggunakan metode Alan.W.Bishop. Untuk menentukan tekanan tanah aktif dan pasif digunakan metode Rankine dan untuk gaya lateral tiang pancang menggunakan metode Broms. Hasil analisa perhitungan menunjukkan bahwa lereng mengalami keruntuhan, sehingga perlu dilakukan perencanaan konstruksi yang aman. Dari hasil perencanaan didapat desain konstruksi berupa turap baja bentuk kotak jenis FSP VIL (Profil A dan B), dengan panjang total 22 meter dari permukaan tanah dengan lebar 50 cm. Untuk menahan gaya jangkar sepanjang 17 meter dengan diameter jangkar sebesar 3 cm didukung oleh tiang pancang baja profil A dan B yaitu FSP VIL dengan kedalaman pemancangan 17 meter. Dan untuk menahan gaya lateral pada turap baja didesain juga dimensi gording CNP-26.
ANALISA PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS JALAN A. YANI KM. 06 SAMPAI BANDARA SYAMSUDIN NOOR Muhammad Gunawan Perdana; Akhmad Gazali
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.629 KB)

Abstract

Ruas jalan Banjarmasin - Banjarbaru mulai Km.06 Banjarmasin sampai Bandara Syamsudin Noor merupakan sigmen jalan utama di Provinsi Kalimantan Selatan, terjadi suatu kecelakaan memang tidak kita kehendaki namun dalam istilah untung tidak bisa kita raih dan rugi tidak bisa kita tolak, tetapi manusia disuruh berusaha untuk meraih untung dan mencegah rugi. Kecelakaan adalah merupakan suatu kerugian baik berupa harta dan jiwa juga penderitaan yang lama bisa terjadi cacat dalam raga manusia. Menganalisa penyebab dari kecelakaan lalu lintas adalah sebuah usaha yang harusluhur dan mulia karena kita akan dapat mengetahui sebab dari terjadinya suatu kecelakaan tersebut, pada ruas jalan A. Yani Km.06 Banjarmasin sampai Bandara Syamsudin Noor ditemukan beberapa titik rawan kecelakaan yang antara lain pada pusat keramaian atau pasar seperti di Km.07.00 – Km.07.850 Kertak Hanyar, Km.13.800 – Km.14.600 Gambut dan Km.23.600 – Km.23.900 Landasan Ulin. Pada geometrik jalan tertentu yaitu tikungan dan persimpangan yaitu pada Km.16.800 – Km.17.150 dan Km.19.700 – Km.20.500 juga pada kegiatan tertentu yang melibatkan kendaraan bermanover seperti pada jembatan timbang Km.18.800 – Km.19.600, titik rawan lalu lintas lain yaitu pada lingkungan pemukiman padat penduduk di sini menyebabkan konsentrasi pejalan kaki (Pedestrian) volumenya cukup tinggi seperti di titik Km.17.800 – Km.17.900, Km 11.00 – Km.11.150 dan Km.18.300 – Km.18.400. Tercatat banyak merugikan harta dan kehilangan jiwa dan cacat tubuh seumur hidup, faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan antara lain: kecepatan yang melampaui batas, kelelahan pengemudi/mengantuk, perilaku yang menyimpang/ugal-ugalan dan tidak terampil (walau punya SIM) serta tidak punya SIM.