Kolam Rantau Baru merupakan waduk berukuran mikro dibangun untuk menampung kelebihan air hujan dan aliran permukaan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi di musim kemarau atau di saat curah hujan tidak memenuhi kebutuhan irigasi dengan syarat selalu menjaga ketersediaan air di kolam sepanjang tahun khususnya pada musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan neraca air di Kolam Rantau Baru berdasarkan nilai perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Dalam penulisan ini dilakukan analisis hidrologi yang terdiri dari analisis evapotranspirasi, analisis ketersediaan air, analisis debit andalan, analisis kebutuhan air irigasi di hilir Kolam Rantau Baru dan analisis neraca air di Kolam Rantau Baru. Metode yang dipakai untuk menganalisis ketersediaan air adalah dengan metode NRECA, dimana metode ini mensimulasikan keseimbangan air bulanan pada suatu daerah pengaliran sungai tertentu yang ditunjukkan untuk menghitung total limpasan dengan menggunakan hujan bulanan, evapotranspirasi dan kelembaban tanah. Disimpulkan bahwa ketersediaan air Sungai Salak pada kondisi debit andalan (Q80%), debit paling rendah pada bulan Mei, Juni, Juli, Agustus dan September sebesar 0,000 m3/detik (volume air 0,000 m3) dan paling tinggi 0,287 m3/detik (volume air 0,767 juta m3) pada bulan Januari. Ketersediaan air di Kolam Rantau Baru totalnya sebesar 2,712 juta m3/tahun. Adapun kebutuhan air irigasi di hilir Kolam Rantau Baru totalnya sebesar 0,689 juta m3/tahun. Dari hasil studi ini, secara umum kondisi keseimbangan neraca air di Kolam Rantau Baru dalam kondisi terpenuhi, kecuali pada bulan Mei dan Juni mengalami kegagalan. Pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk menanggulangi masalah ini, yaitu melakukan modifikasi dalam pola tanam.