Sahlan
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU KARYA TERE-LIYE (ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA) Abdul Jabar Pati. B; Sahlan; Marwati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL BASTRA EDISI APRIL-JUNI 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.664 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Rembulan Tenggelan Di wajahmu Karya Tere-Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif selalu bersifat deskriptif artinya data yang dianalisis berbentuk kejadian, fenomena, atau keadaan secara sosial, serta ketika dalam menjelaskan konsep-konsep yang berkaitan satu sama lain menggunakan kata-kata atau kalimat bukan menggunakan angka-angka statistik. Penelitian ini mendeskripsikan karakter tokoh yang digambarkan dalam novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu karya Tere-Liye. Hasil penelitian ini mengaplikasikan pendapat sudewo tentang nilai-nilai idealisasi karakter yang ditinjau dari struktur kepribadian tokoh menunjukkan bahwa (1) karakter tokoh Rehan/Ray: visioner, kesatria, rasa ingin tahu, dan bersahabat/komunikatif, Diar: tidak egois dan sabar, Penjaga Panti: bersungguh-sungguh, memperbaiki diri, dan berkorban, Natan: bersahabat/komunikatif, dan visioner, Plee: bersahabat/komunikatif dan visioner, Jo: bersahabat/komunikatif dan baik, Fitri: sabar dan memperbaiki diri, Koh Cheu: berkorban, Vin: tidak egois, rasa ingin tahu, dan sabar; (2) beberapa tokoh lebih didominasi aspek id dari pada aspek (3) menjelaskan implikasi penelitian ini terhadap pembelajaran sastra disekolah seperti yang terlihat pada strata SMA/MA kelas XII semester II baik dari rpp, silabus dan materi ajar. Kesembilan tokoh ini memiliki kepribadian/karakter yang dimana hampir secara kekesuruhan tokoh lebih di dominasi oleh aspek id dari pada ego dan superegonya. Penelitian ini ditinjau berdasarkan keterlibatan dan kesesuaian pada Silabus dan RPP serta ideal sebagai materi ajar siswa kelas XII Semester II.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL KETIKA HUJAN MENANGIS KARYA EKA ARYANI Ahmad Ramadhan; Sahlan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.627 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i1.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengembangan konflik dalam alur cerita novel Ketika Hujan Menangis karya Eka Aryani serta mengidentifikasi konflik sosial yang terdapat dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian iniadalah model analisis isi. Proses analisis pada penelitian ini menggunakan pendekatan struktural serta mengacu pada teori Tafsir yang membedakan tahapan alur menjadi lima bagian dan juga teori Rahmat M yang membagi konflik sosial menjadi empat jenis. Penelitian ini mengungkap bahwa pola pengembangan konflik dalam alur cerita novel Ketika Hujan Menangis terdiri atas empat bagian yaitu tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian konflik. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa konflik sosial yang terdapat dalam novel Ketika Hujan Menangis berjenis konflik antarindividu dan konflik antarkelompok. Penelitian ini menjelaskan pula implikasi penelitian terhadap pembelajaran sastra di sekolah strata SMA/MA kelas XII semester II baik dari rpp, silabus, dan materi ajar. Hasil penelitian pada novel Ketika Hujan Menangis karya Eka Aryani, dengan pembahasan mengenai konfik sosial menggunakan pendekatan stuktural, yaitu dengan menelaah teks yang ada dalam karya sastra yang kemudian mengidenkipsikan pola pengembangan konflik dalam alur cerita novel Ketika Hujan Menangis serta mengidentifikasi konflik sosial yang terdapat di dalam novel Ketika Hujan Menangis karya Eka Aryani. Penelitian ini berimplikasi terhadap pembelajaran di masyarakat maupun di dunia pendidikan.
FAKTA CERITA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL HIJAB PALSU KARYA KIFA ANSU Ain Aprillah; Sri Suryana Dinar; Sahlan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v7i4.126

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan fakta cerita dan nilai pendidikan karakter dalam novel Hijab Palsu karya Kifa Ansu. Jenis penelitian adalah kepustakaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian adalah data tertulis, yaitu segala unsur cerita yang berkaitan dengan fakta cerita dan nilai pendidikan karakter dalam novel Hijab Palsu karya Kifa Ansu. Sumber datanya adalah novel Hijab Palsu karya Kifa Ansu (Solo: Tinta Medina, cetakan pertama, November 2019). Teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan teknik analisis isi, yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan struktural. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini ini menunjukkan bahwa, novel Hijab Palsu karya Kifa Ansu mengandung 12 nilai pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan tanggung jawab.