Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DESKRIPSI STRUKTUR MODAL OPTIMAL KETERKAITANNYA DENGAN MANFAAT EKONOMI TIDAK LANGSUNG BAGI ANGGOTA KOPERASI BERBASIS PECKING ORDER THEORI Endang Wahyuningsih; Iman Muhamad Basri
Jurnal Co Management Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Ilmu Sosial : Co-Management
Publisher : IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan keterkaitan antara struktur modal yang optimal dengan manfaat bagi anggota dengan pendekatan Pecking Order Theory. Struktur modal yanag optimal diterjemahkan sebagai kondisi perbandingan modal sendiri dan modal yang berasal dari hutang yang menghasilkan biaya modal paling rendah. Penelitian ini dilakukan dengan objek Koperasi Karyawan dan Mantan Karyawan (KKMK)Kamola,Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Besaran perbandingan antara modal sendiri dan modal asing/hutang dihitung dengan dengan rasio Debt To Equity Ratio selama lima tahun terakhir dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 adalah berturut turut sebesar : 53%,73%,75%,68% dan 79%. Sedangkan biaya modal yang ditanggung selama lima tahun berturut turut selama 2017 sampai dengan 2021 adalah sebesar: 3.4% ;3.1% ;4.6%; 3.3%; dan 2.3%. Dapat dikatakan bahwa struktur modal optimal dicapai ketika perbandingan antara modal sendiri dan modal hutang sebesar 79%, yang mana perusahaan koperasi menanggung biaya modal terkecil yaitu sebesar 2.3% per tahun. Manfaat bagi anggota yang diukur dengan besaran sisa hasil usaha bagian anggota yang dibagikan selama lima tahun terakhir berturut turut sebesar : 0,044%, 0,049%, 0,051%, 0,045%, 0,038%. Manfaat ekonomi atas SHU bagian anggota dicapai dengan nilai tertinggi sebesar 0.051% terjadi pada tahun 2018 dimana biaya modalnya bukan pada posisi terendah/terkecil. Hal ini dapat dijelaskan bahwa biaya modal hanyalah salah satu komponen biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan koperasi yang bukan merupakan komponen biaya terbesar. Biaya terbesar yang harus ditanggung oleh perusahaan koperasi adalah biaya operasional yang biasanya akan berdampak secara langsung pada peroelhan sisa hasil usaha bersih dan selanjutnya pada besaran sisa hasil usaha yang dialokasikan untuk dibagai kepada anggota.
DESKRIPSI STRUKTUR MODAL OPTIMAL KETERKAITANNYA DENGAN MANFAAT EKONOMI TIDAK LANGSUNG BAGI ANGGOTA KOPERASI BERBASIS PECKING ORDER THEORI Endang Wahyuningsih; Iman Muhamad Basri
Jurnal Co Management Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Ilmu Sosial : Co-Management
Publisher : IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan keterkaitan antara struktur modal yang optimal dengan manfaatbagi anggota dengan pendekatan Pecking Order Theory. Struktur modal yanag optimal diterjemahkansebagai kondisi perbandingan modal sendiri dan modal yang berasal dari hutang yang menghasilkan biayamodal paling rendah. Penelitian ini dilakukan dengan objek Koperasi Karyawan dan Mantan Karyawan(KKMK)Kamola,Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Besaran perbandingan antara modal sendiridan modal asing/hutang dihitung dengan dengan rasio Debt To Equity Ratio selama lima tahun terakhir dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 adalah berturut turut sebesar : 53%,73%,75%,68% dan 79%.Sedangkan biaya modal yang ditanggung selama lima tahun berturut turut selama 2017 sampai dengan 2021adalah sebesar: 3.4% ;3.1% ;4.6%; 3.3%; dan 2.3%. Dapat dikatakan bahwa struktur modal optimal dicapaiketika perbandingan antara modal sendiri dan modal hutang sebesar 79%, yang mana perusahaan koperasimenanggung biaya modal terkecil yaitu sebesar 2.3% per tahun. Manfaat bagi anggota yang diukur denganbesaran sisa hasil usaha bagian anggota yang dibagikan selama lima tahun terakhir berturut turut sebesar :0,044%, 0,049%, 0,051%, 0,045%, 0,038%. Manfaat ekonomi atas SHU bagian anggota dicapai dengannilai tertinggi sebesar 0.051% terjadi pada tahun 2018 dimana biaya modalnya bukan pada posisiterendah/terkecil. Hal ini dapat dijelaskan bahwa biaya modal hanyalah salah satu komponen biaya yangharus ditanggung oleh perusahaan koperasi yang bukan merupakan komponen biaya terbesar. Biayaterbesar yang harus ditanggung oleh perusahaan koperasi adalah biaya operasional yang biasanya akanberdampak secara langsung pada perolehan sisa hasil usaha bersih dan selanjutnya pada besaran sisa hasilusaha yang dialokasikan untuk dibagai kepada anggota.
Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Financial Value Added (FVA) dan Kaitannya dengan Manfaat Ekonomi pada Koperasi Dharma Nirmala Mandiri Kota Bandung Endang Wahyuningsih; Wahyudin Wahyudin
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 1 No. 2 (2025): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v1i2.30

Abstract

This study aims to analyze financial performance using the Financial Value Added (FVA) method and its relation to the economic benefits generated for members. The research focuses on assessing whether the implementation of FVA as a performance measurement tool effectively reflects the financial value created and distributed to members. A quantitative approach was employed, using financial statement data as the primary source of analysis. The findings indicate that FVA serves as a reliable metric to evaluate financial performance, particularly in organizations with a member-oriented structure. Furthermore, the study highlights the significant correlation between positive FVA outcomes and the economic benefits accrued by members. These results provide valuable insights for decision-makers to enhance financial strategies and ensure sustainable member benefits.
Rebranding Koperasi sebagai Strategi Meningkatkan Kinerja dan Daya Tarik Koperasi Berdasarkan Indikator Pemeringkatan Koperasi di Indonesia Iwan Mulyana; Tryiis ARR; Endang Wahyuningsih
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 2 No. 1 (2026): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v2i1.51

Abstract

Cooperatives constitute a cornerstone of the national economy, grounded in the principles of economic democracy and oriented toward enhancing members’ welfare. Nevertheless, the development of cooperatives in Indonesia continues to face various structural and managerial challenges, as reflected in their low rankings and levels of financial and organizational health. Furthermore, challenges related to member regeneration and the declining interest of Millennials and Generation Z have intensified the urgency for renewing cooperative development strategies. This study aims to analyze the development of cooperatives in Indonesia based on cooperative ranking indicators and to examine the role of cooperative rebranding as a strategy to improve performance and attractiveness. This research employs a qualitative approach using a literature review method, drawing on scientific journals, books, and reports from relevant national and international institutions published over the last ten years. The findings indicate that cooperative challenges encompass institutional, managerial, business, financial, and member benefit aspects. Cooperative rebranding is viewed as a comprehensive strategy that extends beyond changes in visual identity to include transformations in governance, services, and organizational values. This study concludes that integrating cooperative rebranding with cooperative ranking indicators can serve as a strategic approach to enhancing the sustainability and competitiveness of cooperatives in Indonesia.
Evaluasi Penerapan Teknologi Keuangan (FINTECH) dalam Upaya Meningkatkan Pengelolaan Keuangan Koperasi Dan Manfaatnya bagi Anggota Endang Wahyuningsih; Nurul Siti Sobariah
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 2 No. 1 (2026): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v2i1.56

Abstract

The adoption of financial technology (fintech) has become a strategic approach for cooperatives to improve financial management effectiveness and enhance member services in the digital era. This study aims to evaluate the implementation of fintech in the Savings and Loan Unit of the Primkoppol Satbrimob Polda West Java Cooperative, assess its contribution to financial management and performance, and identify the benefits and challenges for members. The research employed a case study design with a descriptive quantitative approach. Data were collected through questionnaires and field observations, and the analysis was conducted to objectively assess the effectiveness of fintech implementation. The findings indicate that fintech adoption significantly improves transaction efficiency, enhances transparency in financial management, and increases accessibility to savings and loan services for members. Furthermore, digital financial systems support more accurate financial decision-making and improve member satisfaction. However, challenges remain, particularly related to limited digital literacy among some members and suboptimal technological infrastructure. The study concludes that fintech plays a significant role in strengthening cooperative financial management, with implications emphasizing the need to enhance digital literacy, improve human resource competencies, and develop robust digital security systems to ensure sustainable digital transformation within the cooperative sector.
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi Berbasis SAK ETAP bagi Juru Buku Koperasi Kabupaten Bandung Jawa Barat Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan keuangan adalah bentuk informasi keuangan yang dihasilkan oleh suatu badan usaha yang akan sangat bermanfaat untuk pengambilan keputusan oleh pihak internal (manajemen) maupun untuk pihak eksternal. Suatu Laporan keuangan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan harus memenuhi standar laporan keuangan yang berlaku secara nasional, untuk itu penyusunan laporan keuangan koperasi harus mengacu kepada standar akuntansi keuangan. Koperasi mengacu pada standar akuntansi keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Laporan keuangan yang dihasilkan terdiri dari lima jenis yaitu: laporan Perhitungan Hasil Usaha (PHU) atau Laporan Rugi/Laba; Neraca; Laporan Perubahan Modal; Catatan Atas Laporan Keuangan. Sebagai sebuah badan usaha yang mempunyai nilai dan prinsip yang berkarakter, maka penyusunan laporan keuangan koperasi juga harus memperhatikan dan menerapkan prinsip-prinsip koperasi. Penyusunan laporan keuangan koperasi yang menunjukkan informasi keuangan usaha selama satu periode, yang mana pada koperasi terdapat beberapa jenis usaha yaitu usaha jasa keuangan, usaha perdagangan dan usaha jasa sektor riil/non keuangan. Dalam bimbingan teknis ini laporan keuangan yang disusun adalah laporan keuangan untuk usaha jasa keuangan, yaitu kasus koperasi simpan pinjam.
Bimbingan Teknis Pengalokasian dan Pembagian Sisa Hasil Usaha Kepada Anggota Sesuai Dengan Prinsip-Prinsip Perkoperasian di Koperasi Gula RAFINASI, Kota Yogyakarta Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisa hasil usaha merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan usaha sebuah badan usaha. terbentuknya sisa hasil usaha adalah bukti kerjasama yang solid di antara para anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan koperasi dengan para pengelola koperasi yang selalu berusaha bekerja dengan optimal, efektif dan efisien. Dengan demikian jika terdapat kelebihan/surplus/sisa dari pendapatan setelah mampu menutup semua beban usaha dan beban organisasi koperasi, maka sudah sewajarnya jika surplus tersebut dialokasikan kepada semua pihak yang ikut menghasilkannya. Koperasi merupakan badan usaha yang bekerja dengan prinsip-prinsip yang telah diatur dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 1992, dengan demikian dalam mengalokasikan sisa hasil usahanya juga harus berdasarkan prinsip-prinsip yang dianutnya. Dalam mengalokasikan sisa hasil usaha sesuai prinsip koperasi yaitu antara lain: Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota; Pemberian balas jasa yang terbatas atas modal; kemandirian; pendidikan anggota koperasi; kerjasama antar koperasi. Sedangkan pembagian sisa hasil usaha koperasi kepada anggota terdiri dari unsur pembagian sisa hasil usaha atas jasa (kontribusi) modal masing-masing anggota dan pembagian sisa hasil usaha atas jasa (transaksi) usaha masing-masing anggota.
Pelatihan Praktik Pengelolaan Arus Kas Bagi Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai sebuah lembaga pemerintah yang menyalurkan dana investasi kepada para mitranya, dalam hal ini adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) pasti tidak akan lepas dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta pembinaan para mitra atas dana yang diinvestasikan. Dalam rangka pembinaan kepada para mitra tersebut PI P bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Koperasi Indonesia atau IKOPIN University, menyelenggarakan pelatihan praktik pengelolaan arus kas bagi koperasi yang memperoleh investasi dari PIP. Pelatihan ini dilaksanakan dalam waktu tiga hari dengan jumlah 24 jam pelatihan (JPL) dengan berbagai materi yang terkait dengan pengelolaan dana investasi yang disalurkan kepada para anggota koperasi, diantaranya adalah materi praktik Pengelolaan arus Kas. Karena keterbatasan tempat dan tempat tinggal yang tersebar di seluruh Indonesia, maka Pelatihan dilaksanakan secara jarak jauh berbasis online dengan platform Zoom praktik pengelolaan kas dilaksanakan dalam waktu 4 JPL yang dibimbing oleh satu orang instruktur. Materi ini diberikan setelah sebelumnya peserta memperoleh materi pengelolaan kas secara teori/konsep. Kegiatan usaha koperasi simpan pinjam yang bergerak di sektor keuangan perlu dikelola dengan professional dan tertib dalam penyelenggaraan pencatatan dan pelaporan keuangan guna mempertanggungjawabkan keuangan kepada semua pihak yang terkait antara lain pemilik dan investor. Pelaporan keuangan diawali dengan penyusunan arus kas harian agar dapat dengan mudah diketahui sumber kas berasal dan ke mana saja kas digunakan sebagai pengeluaran. Arus kas yang dibuat dalam usaha simpan pinjam minimal terdiri dari arus kas harian dan arus kas pengumpulan piutang untuk digunakan dalam pengambilan Keputusan yang terkait dengan pencapaian target pendapat dan pengendalian kas.
Pelatihan Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Koperasi Modern Sektor Pangan di Pekanbaru Provinsi Riau Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 1 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penguatan kelembagaan dan tata kelola koperasi modern sektor pangan di Provinsi Riau, Kota Pekanbaru dilaksanakan selama tiga hari yaitu dari tanggal 24 sampai dengan 26 September 2024 dengan jumlah jam pelatihan sebanyak 24 JPL. Peserta pelatihan berasal adalah pengurus dan pengawas koperasi sebanyak 30 orang. Pelatihan diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM bekerjasama dengan Universitas Koperasi Indonesia dengan pemberian materi-materi Manajemen Koperasi, Manajemen Keuangan Koperasi Dan Digitalisasi Bisnis Koperasi. Metode pelatihan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pemaparan materi, diskusi dan pembahasan kasus-kasus koperasi peserta pelatihan. Materi yang diberikan tentang Manajemen Koperasi terdiri dari: pengertian, organisasi dan nilai serta prinsip-prinsip koperasi sebagai jatidiri yang merupakan landasan kegiatan koperasi. Materi manajemen keuangan koperasi terdiri konsep dan penerapannya di koperasi dalam hal permodalan, dan cara menilai kinerja keuangan koperasi. Materi Digitalisasi koperasi terdiri dari konsep dan penerapan yang dapat diambil sebagai contoh untuk dapat diterapkan pada koperasi masing-masing peserta
Pelatihan Peningkatan Pemahaman Anggota Terhadap Organisasi Koperasi Sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi dan Pengembangan Usaha Koperasi di Primer Koperasi Kartika D09 Kota Yogyakarta Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 2 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini terselenggara diawali dengan adanya permintaan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Koperasi Indonesia dari Pengurus Primer Koperasi Kartika D09 Kota Yogyakarta untuk memberikan pemahaman para anggota dan pengurus terkait dengan bagaimana agar anggota dapat lebih memahami tentang perkoperasian, hak dan kewajibannya sebagai anggota, sedangkan bagi pengurus agar lebih memahami tata kelola koperasi agar mampu melayani anggota secara efektif dan efisien. Dari permintaan tersebut LPPM menugaskan kepada dosen yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang yang diinginkan untuk dilatihkan. Dikarenakan kendala teknis terkait dengan waktu dan tempat penyelenggaraan, maka agar dapat tetap dapat terlaksana secara efektif dan efisien sehingga pelatihan menggunakan metode online dengan platform zoom meeting. Pelatihan diikuti oleh anggota dan pengurus dan materi diberikan oleh seorang instruktur yang telah memperoleh surat tugas secara resmi dari LPPM. Pengelolaan koperasi yang dilakukan oleh pengurus dan diawasi oleh pengawas harus mengacu pada pelaksanaan prinsip-prinsip koperasi. Terdapat tujuh prinsip koperasi yaitu keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka; pengelolaan dilakukan secara demokratis; pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa masing-masing anggota; pemberian balas yang terbatas atas modal; kemandirian; pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi. Peningkatan pemahaman berkoperasi diharapkan akan mampu meningkatkan partisipasi anggota. Partisipasi anggota terdiri dari khususnya dalam pemanfaatan pelayanan koperasi, yang akan meningkatkan pendapatan sehingga diharapkan dapat mendorong penciptaan sisa hasil usaha yang lebih besar dan selanjutnya akan dialokasikan untuk kesejahteraan anggota juga. Kesejahteraan anggota akan dapat diukur dengan satuan manfaat ekonomi jika anggota memanfaatkan pelayanan koperasi, terdapat manfaat yang diperoleh pada saat melakukan transaksi yaitu adanya perbedaan harga yang menguntungkan dan kesejahteraan yang diperoleh dari pembagian sisa hasil usaha yang dilakukan koperasi ketika memperoleh surplus atas kegiatan usahanya. Pengukuran manfaat atau kesejahteraan anggota akan berbeda pada setiap jenis koperasi.