Nyoman Sri Ariantini
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rana Wijaya Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Relaksasi Genggam Jari terhadap Tingkat Konsentrasi Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri 1 Buleleng Bali Nyoman Sri Ariantini
Indonesian Journal of Health Research Vol. 3 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.991 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v3i3.69

Abstract

Pendahuluan. Konsentrasi belajar adalah suatu proses pemusatan daya pikiran dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau menyisihkan segala hal yang tidak ada hubungan dengan objek yang dipelajari. Peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak secepat peserta didik normal lainnya dalam menerima pelajaran, peserta didik kebutuhan khusus juga memiliki hambatan atau kendala untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu adanya perbedaan motivasi belajar, gangguan konsentrasi, prestasi dan rasa percaya diri siswa, serta menghadapi perbedaan intelegensi. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap tingkat konsetrasi belajar anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng. Metode. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre eksperimen dengan desain one group pre test-post test design. Sampel yang digunkan sejumlah 65 siswa. Analisis data menggunkan analisis statistic non prarametrik Wocoxon Signe Reank Test. Mayoritas responden adalah Perempuan yaitu sebanyak 33 responden (50,8%). Dan umur responden terbanyak adalah umur 14 tahun sebanyak 25 responden (38,5%). Tingkat konsentrasi sebelum diberikan relaksasi genggam jari adalah sebanyak 60 responden (92,3%) ABK memiliki tingkat konsentrasi rendah dan sebanyak 5 responden (7,7%) memiliki tingkat konsentrasi sedang, dan sama sekali tidak ada ABK yang memiliki tingkat konsentrasi belajar yang tinggi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan setelah diberikan perlakukan relaksasi genggam jari tingkat konsentrasi ABK mengalami peningkatan yaitu sebanyak 5 responden (7,7%) memiliki tingkat konsentrasi tinggi, sebanyak 15 responden (23,1%) memiliki tingkat konsentrasi sedang dan ABK yang masih memiliki tingkat konsentrasi rendah yaitu sebanyak 45 responden (69,2%). ABK memiliki keterbatasan untuk focus terhadapsuatu hal salah satunya dalam proses pembelajaran. Kesimpulan. Ada pengaruh pemberikan relaksasi genggam jari terhadap tingkat konsentrasi ABK saat menerima pelajaran dengan p-velue 0,000 < 0,05.
Penggunaan Obat Tradisional Selama Masa Pandemi COVID-19 Nyoman Sri Ariantini; Eka Lutfiatus Solehah
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.553 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i3.86

Abstract

Pendahuluan. Corona virus Disease 2019 (Covid-19) tengah menjadi pandemi dunia yang diketahui sudah menyebar, pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 lalu menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan kematian. Salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas yang sedang menjadi trend di masa pandemi adalah olahraga yang mengkonsumsi makanan sehat dan yang tidak kalah trend di masyarakat adalah mengkonsumsi minuman jamu tradisional yang dipercaya dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Minuman jamu tradisional yang banyak dikonsumsi oleh banyak orang sering disebut sebagai jamu tradisional yang biasanya terbuat dari bahan-bahan herbal yang kaya akan manfaat dan dipercaya memiliki efek samping. Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang bertujuan untuk menggambarkan perilaku, peristiwa, atau situasi di suatu tempat tertentu secara lebih rinci dan mendalam. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai 10 informan yang mulai mengonsumsi obat tradisional selama masa pandemi COVID-19. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode tematik. Hasil. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mayoritas informan mengaku telah mengkonsumsi obat tradisional selama Hasil pandemi COVID-19. Informan terbiasa mengkonsumsi obat tradisional terutama yang berasal dari tanaman obat dan diyakini mampu menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi COVID-19. Persepsi masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional untuk menjaga daya tahan tubuh cukup positif, dimana masyarakat percaya bahwa dengan mengkonsumsi obat tradisional akan meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak menimbulkan efek samping. Kesimpulan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas informan mengaku pernah mengkonsumsi obat tradisional selama masa pandemi COVID-19.