Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perkembangan Kreatif Musik Gamat di Sumatera Barat Yade Surayya; Fahmi Marh
SENDRATASIK UNP Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.934 KB) | DOI: 10.24036/js.v11i3.119502

Abstract

This article is the result of research on the creativity development of traditional music which tends to lead to adjustments to the appreciation of the dynamic contemporary society as the basis for cultivating today's music. In general, this study examines one of the developments of musical creativity in Minangkabau, namely Gamat music. The research uses approaches from various scientific disciplines. It can also be said that this research is a combined research. Using various data sources that can be obtained through written sources in the form of books, articles, and scores. This method is carried out because research on Gamat music in Minangkabau has been carried out by many other researchers. The development of traditional music is based on the openness of the Minangkabau people to new things, based on the basic lines of adaik nan taradaik and adaik istiadaik which are included in the tradition of the babuhua sintak. This custom develops creatively towards perfection, which is very elastic. In the customs contained freedom and rights in the nagari based on consensus to be creative. It grows naturally, but it is immediately removed if it is against the applicable rules. This uniqueness allows people and individuals to be as creative as possible, so it is not surprising that Gamat music can be accepted and made into traditional music in several areas in Minangkabau. The phenomenon of the development of social music that occurs among the people in Minangkabau is an interaction or response from the community itself to changes in creativity.
Tradisi balaho dalam menyambut Bulan Ramadhan Fatma Fazira; Yurisman Yurisman; Yade Surayya
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 2 (2023): JECCO: Sixth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i2.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui yang melatarbelakangi munculnya tradisi balaho dan makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif yaitu menjelaskan secara sistematis tentang pokok persoalan tradisi balaho dan makna. Teori yang digunakan adalah teori interpretatif Clifford Geertz. Hasil dari penelitian ini menjelaskan yang melatarbelakangi munculnya tradisi balaho serta makna yang terkandung di dalamnya. Latar belakang munculnya tradisi balaho yaitu, balaho merupakan ziarah kubur biasa yang dilakukan oleh masyarakat di Nagari Saok Laweh, tepatnnya dilakukan oleh seorang yang bernama Datuak Panghulu Kayo, sekitar tahun 1950an. Tradisi balaho dilaksanakan satu kali dalam satu tahun yaitu pada bulan sya’ban untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Berdasarkan temuan fakta lapangan muncul beberapa makna yang dapat dideskripsikan yaitu, Makna balaho sebagai silaturrahmi, tradisi balaho dapat dimaknai sebagai penghormatan dan kerjasama, tradisi balaho dimaknai dengan solidaritas dan tradisi balaho bermakna sebagai simbol kebijaksanaan.
Membangun Identitas Ronggeang Sebagai Musik Melalui Analisis Lagu Sirek-Sirek dan Baburu Babi Kelompok Rantak Saiyo di Nagari Salareh Aia Agam, Sumatera Barat NORA ANGGRAINI; YADE SURAYYA; FAHMI MARH
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i2.2249

Abstract

Artikel ini membahas anlisis musik untuk membangun ronggeang sebagai musik pada kelompok Rantak Saiyo di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sumatera Barat. Gambaran dari bentuk musik ronggeang disajikan dalam notasi lagu yang dianalisis diantaranya lagu Sirek-sirek dan Baburu babi. Fokus analisis lagu dari motif, ritme, kalimat, akor serta pantun. Bentuk bernyanyi yang dilakukan dalam menyanyikan lagu tersebut adalah transkripsi musik etnis dengan kelimuan musikologi. Sebagai suatu metode memberikan gambaran musik etnis Minangkabau ronggeang. Alasan pilihan lagu Sirek-sirek dan Baburu babi yang dibawakan Rantak Saiyo utnuk dianalisis adalah dikarenakan lagu tersebut yang paling sering dimainkan dalam pertunjukkan ronggeang. Lagu yang sering mengajak penonton ingin terlibat langsung membawakan pantun-pantun secara spontan