p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Gatranusantara
Leonard Lobo
Staf Pengajar pada Program Studi PPKN FKIP Undana

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM TRADISI UPACARA POUASI FE (PEMBERI SESAJI ) DI DESA ALOR KECIL KECAMATAN ALOR BARAT LAUT Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.869 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa upacara pouasi fe (pemberian sesaji) masih dilakukan oleh Masyarakat di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut? Bagaimana proses pelaksanaan tradisi upacara adat pouasi fe (pemberian sesaji) di Desa Alor Kecil kecamatan Alor Barat Laut? Nilai apa yang terkandung dalam tradisi Pouasi fe (pemberian sesaji) yang ada di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari informan melalui wawancara dan data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan dokumentasi dengan maksud untuk mengumpulkan data sesuai dengan masalah penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa lain proses persiapan dimana tua adat memberitahukan pada seluruh tokoh masyarakat untuk duduk bersama-sama untuk dan membahas tentang rencana upacara pouasi fe dilakukan, setelah ada kesepakatan bersama sesuai dengan hari yang sudah disepakati bersama, tua adat dan tokoh masyarakat pergi ke rumah adat Manglolong dengan tujuan untuk tutu kire (bicara adat). (2) pada proses ini tua adat tutu kire(bicara adat) memberitahukan maksud dari kedatangan tua adat dan tokoh masyarakat dalam tutu kire (bicara adat) tersebut dilanjutkan sesuai dengan kesepakatan bersama.(3) pada proses selanjutnya yaitu tokoh adat beleta (menyiapkan) perlengkapan-perlengkapan untuk upacara pouasi fe berupa 1 ekor kambing,1 ekor ayam, beras, sirih, pinang, tembako, daun koli, kopi, the dan kue (4) lalu pada proses selanjutnya pada keesokan harinya setelah semua perlengkapan alat dan bahan sudah disiapkan tua adat akan memeriksa kembali perlengkapan tersebut jika belum memenuhi syarat maka akan di lakukan perundingan lagi untuk memenuhi semua perlengkapan sampai semuanya lengkap. Setelah semuanya sudah lengkap dan smua tokoh masyarakat sudah berkumpul tua adat akan memimpin doa meminta perlindungan sebelum mereka berjalan menuju tempat di mana di lakukan upacara adat tersebut (5) tua adat dan tokoh masyarakat menyeberangi lautan untuk sampai ke tempat proses pelaksanaan upacara pouasi fe mengunakan motor laut, setelah sesampainya disana tua adat akan amur (berdoa adat) memberitahu maksud mereka datang, setelah itu tokoh masyarakat memasak sama-sama di tempat itu tetapi menggunakan cara tradisional berupa menyalakan api menggunakan gesekan amboo, memasak nasi dengan menggunakan periuk tanah, memberikan rokok dengan cara mengunakan lipatan daun koli yang berisi tembako. (6) setelah smuanya sudah masak tua adat dan tokoh masyarakat akan menyiapkan makanan untuk persembahan setelah sudah tersedia tua adat dan tokoh masyarakat berjalan menuju pesisir pantai dan melepaskan makanan yang sudah dimasak sambil tua adat amur-amur (berdoa adat) setelah itu tua adat akan berdoa untuk keselamatan untuk tua adat dan tokoh masyrakat kembali ke rumah masing-masing
POLA INTERAKSI ANTARA MASYARAKAT PENDATANG DAN MASYARAKAT SETEMPAT UNTUKMENUMBUHKAN INTEGRASI SOSIAL DI DESA NIRANUSA KABUPATEN ENDE Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola interaksi antara masyarakat pendatang dan masyarakat setempat serta faktor pendukung dan faktor penghambat pola interaksi antara masyarakat pendatang dan masyarakat setempat untuk menumbuhkan integrasi sosial di Desa Niranusa Kabupaten Ende.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimplan. Hasil penelitian menunjukan pola interaksi antara masyarakat pendatang dan masyarakat setempat di Desa Niranusa sudah baik dan besifat harmonis. Pola interaksi antara masyarakat pendatang dan masyarakat setempat sudah berjalan dengan baik meskipun banyak perbedaan yang ditemukan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam proses integrasi sosial terdapat faktor penghambat yaitu adanya perbedaan agama, suku, etnis, bahasa, dan perbedaan pendapat pada saat bermusyawarah. Integrasi sosial kadang akan menimbulkan konflik di dalam kehidupan bermasyarakat tetapi di Desa Niranusa tidak pernah terjadi konflik. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu rasa sepenanggungan, sikap toleransi antar agama, menghargai perbedaan, serta jiwa semangat gotong royong.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN ULANG BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN SABU-RAIJUA TAHUN 2021 (STUDI KASUS DI DESA RAEMADIA, KECAMATAN SABU BARAT) Dorcas Langgar; Marsi Bani; Petrus Ly; Makarius Bria; Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan ulang bupati dan wakil bupati Sabu-Raijua tahun 2021. Tujuan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan partisipasi masyarakat Desa Raemadia dalam pelaksanaan pemilihan ulang bupati dan wakil bupati Sabu-Raijua tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan memberikan gambaran secara jelas mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial yang berkenaan dengan partisipasi masyarakat dalam pemilihan ulang bupati dan wakil bupati Sabu-Raijua tahun 2021 dan dari data yang telah terkumpulkan, kemudian akan disajikan dalam bentuk teks. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pemilihan ulang bupati dan wakil bupati Sabu-Raijua tahun 2021 adalah adanya peningkatan Partisipasi masyarakat pada pemilihan ulang bupati dan wakil bupati Sabu-Raijua tahun 2021 yakni berjumlah 1229 orang (76,96%) dari jumlah wajib pilih Desa Raemadia, dan yang tidak ikut berpartisipasi berjumlah 368 orang (23,04%). Adanya perpindahan partisipan antara pemilihan pertama dan kedua, dimana partisipan yang sebelumnya memilih pasangan No.urut 02 beralih ke pasangan No.urut 01 dan sebagiannya ke pasangan No.urut 03. Selain itu adanya harapan masyarakat kepada pemerintah Sabu-Raijua, adapun harapan daripada masyarakat adalah menginginkan pemimpin yang memberikan kesejahteraan, membawa perubahan, membangun fasilitas berupa jalan yang baik layaknya di kota-kota besar, atau pembangunan infrastruktur lainnya. Selanjutnya adanya kesadaran politik, dimana banyak masyarakat yang memberikan dukungan suara dalam pemilihan tersebut karena niat tersendiri tanpa paksaan dari orang lain, dan berkeyakinan bahwa ikut berpartisipasi dalam pemilukada merupakan suatu kewajiban sebagai warga negara yang baik. Selanjutnya faktor dominan yang menyebabkan unggulnya pasangan calon No.urut 01 Nikodemus N. Rihi Heke-Yohanis Uly Kale adalah pemilih berkeyakinan akan kualitas pasangan calon. Terakhir bentuk partisipasi yang diberikan oleh masyarakat Desa Raemadia yakni memberikan suara dalam pemilihan dan terlibat dalam kegiatan pemilihan.
KEMAMPUAN GURU PPKn DALAM MENGIMPLEMENTASI NILAI SILA KE-4 PANCASILA PADA PEMBELAJARAN PPKn DI SMP NEGERI 10 KOTA KUPANG Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 21 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan kemampuan guru PPKn mengimplementasi nilai Sila ke-4 Pancasila pada Pembelajaran PPKn di sekolah SMP Negeri 10 Kota Kupang, untuk Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Guru PPKn dalam mengimplementasi Nilai Sila ke-4 Pancasila pada pembelajaran PPKn di SMP Negeri 10 Kota Kupang, untuk Mendeskripsikan upaya mengatasi faktor penghambat guru PPKn dalam mengimplementasi nilai Sila ke-4 Pancasila pada pembelajaran PPKn di SMP Negeri 10 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yaitu memperoleh data-data secara tertulis dan lisan dari orang-orang atau pelaku utama yang diamati. Data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder yang telah diperoleh dari lapangan dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru PPKn SMP Negeri 10 Kota Kupang. Hasil penelitian ini menunjukan beberapa hal sebagai berikut: 1) Kemampuan yang dimiliki guru PPKn di SMP Negeri 10 Kota Kupang yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional dengan pencapaian rata-rata penskoran 3 dengan kriteria Baik. dan guru juga mampu memberikan arahan dan motivasi kepada peserta didik mengamalkan nilai sila ke-4 Pancasila “Kerakyatan Yang di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan” pada pembelajaran PPKn di sekolah SMP Negeri 10 Kota Kupang. 2) faktor pendukungnya berupa buku cetak mata pelajaran PPKn, media massa seperti artikel, google, motivasi dari Guru dan adanya dukungan dari Kepala sekolah maupun sekolah dalam mengamalkan nilai sila ke-4 Pancasila Serta faktor penghambatnya kurangnya sarana dan prasarana daei sekolah, karakter peserta didik yang nakal yang membuat guru sulit mengarakan siswa dalam mengimplementasikan nilai pancasila dan juga keterbatasan jam pelajaran PPKn. 3) upayanya guru memberikan motivasi pada saat pembelajaran PPKn tentang pentingnya menanamkan nilai pancasila dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia disekolah serta memanfaatkan atau memanajemenkan waktu pelajaran PPKn dengan baik.