Gatranusantara
Vol. 19 No. 1 (2021): April

NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM TRADISI UPACARA POUASI FE (PEMBERI SESAJI ) DI DESA ALOR KECIL KECAMATAN ALOR BARAT LAUT

Leonard Lobo (Staf Pengajar pada Program Studi PPKN FKIP Undana)



Article Info

Publish Date
03 Apr 2021

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa upacara pouasi fe (pemberian sesaji) masih dilakukan oleh Masyarakat di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut? Bagaimana proses pelaksanaan tradisi upacara adat pouasi fe (pemberian sesaji) di Desa Alor Kecil kecamatan Alor Barat Laut? Nilai apa yang terkandung dalam tradisi Pouasi fe (pemberian sesaji) yang ada di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari informan melalui wawancara dan data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan dokumentasi dengan maksud untuk mengumpulkan data sesuai dengan masalah penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa lain proses persiapan dimana tua adat memberitahukan pada seluruh tokoh masyarakat untuk duduk bersama-sama untuk dan membahas tentang rencana upacara pouasi fe dilakukan, setelah ada kesepakatan bersama sesuai dengan hari yang sudah disepakati bersama, tua adat dan tokoh masyarakat pergi ke rumah adat Manglolong dengan tujuan untuk tutu kire (bicara adat). (2) pada proses ini tua adat tutu kire(bicara adat) memberitahukan maksud dari kedatangan tua adat dan tokoh masyarakat dalam tutu kire (bicara adat) tersebut dilanjutkan sesuai dengan kesepakatan bersama.(3) pada proses selanjutnya yaitu tokoh adat beleta (menyiapkan) perlengkapan-perlengkapan untuk upacara pouasi fe berupa 1 ekor kambing,1 ekor ayam, beras, sirih, pinang, tembako, daun koli, kopi, the dan kue (4) lalu pada proses selanjutnya pada keesokan harinya setelah semua perlengkapan alat dan bahan sudah disiapkan tua adat akan memeriksa kembali perlengkapan tersebut jika belum memenuhi syarat maka akan di lakukan perundingan lagi untuk memenuhi semua perlengkapan sampai semuanya lengkap. Setelah semuanya sudah lengkap dan smua tokoh masyarakat sudah berkumpul tua adat akan memimpin doa meminta perlindungan sebelum mereka berjalan menuju tempat di mana di lakukan upacara adat tersebut (5) tua adat dan tokoh masyarakat menyeberangi lautan untuk sampai ke tempat proses pelaksanaan upacara pouasi fe mengunakan motor laut, setelah sesampainya disana tua adat akan amur (berdoa adat) memberitahu maksud mereka datang, setelah itu tokoh masyarakat memasak sama-sama di tempat itu tetapi menggunakan cara tradisional berupa menyalakan api menggunakan gesekan amboo, memasak nasi dengan menggunakan periuk tanah, memberikan rokok dengan cara mengunakan lipatan daun koli yang berisi tembako. (6) setelah smuanya sudah masak tua adat dan tokoh masyarakat akan menyiapkan makanan untuk persembahan setelah sudah tersedia tua adat dan tokoh masyarakat berjalan menuju pesisir pantai dan melepaskan makanan yang sudah dimasak sambil tua adat amur-amur (berdoa adat) setelah itu tua adat akan berdoa untuk keselamatan untuk tua adat dan tokoh masyrakat kembali ke rumah masing-masing

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

JG

Publisher

Subject

Education Environmental Science Other

Description

Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan ...