Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas viii smp pada materi geometri Nova Nurhanifah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.821 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2228

Abstract

The ability to think creatively is a very important ability that everyone has. In everyday life, everyone is always faced with problems that must be solved and require the ability to think creatively to find solutions to the problems at hand. Therefore, the ability to think creatively needs to be formed and developed in school, one of which is through learning mathematics. The ability to think creatively is the ability to find various kinds of new solutions to a mathematical problem in an easy, flexible, and acceptable way. Therefore, this study examines how the mathematical creative thinking ability VIII in one of the Junior High Schools (SMP) in Garut Regency, West Java, Indonesia. The indicators of mathematical creative thinking ability used to display (fluency), flexibility (flexibility), originality (originality), and elaboration (elaboration). This research was conducted on 5 students using a qualitative descriptive method. Data collection techniques in this study is through interview tests. The test used in this study is a mathematical creative thinking ability test in the form of triangle and quadrilateral material test questions that are adjusted to the indicators of mathematical creative thinking ability. While interviews with students as leverage the results of the tests given by researchers. The results showed that the mathematical creative thinking ability in the school was still low. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang selalu dihadapkan dengan masalah yang harus dipecahkan dan menuntut kemampuan berpikir kreatif untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Maka dari itu kemampuan berpikir kreatif perlu dibentuk dan dikembangkan sejak sekolah, salah satunya melalui pembelajaran matematika. Kemampuan berpikir kreatif matematis adalah kemampuan menemukan berbagai macam solusi yang bersifat baru terhadap suatu masalah matematika secara mudah, fleksibel dan dapat diterima kebenarannya. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan yaitu kelancaran (fluency), kelenturan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Penelitian ini dilakukan terhadap 5 orang siswa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui tes wawancara. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif matematik berupa soal tes materi segitiga dan segiempat yang disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kreatif matematik. Sedangkan wawancara kepada siswa sebagai verifikasi dari hasil pengerjaan tes yang diberikan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matematis di sekolah tersebut masih rendah.
Literasi Berkelanjutan: Sinergi Kampus dan Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Warga Sekolah Nova Nurhanifah; Hendro Sugiarto; Achdisty Noordyana
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Novemeber 2025 - April 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i2.44

Abstract

Rendahnya kompetensi literasi di lingkungan sekolah merupakan isu yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam konteks tantangan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan literasi informasi. Banyak sekolah masih menghadapi kesulitan dalam menumbuhkan budaya literasi yang aktif dan berkelanjutan, baik di kalangan siswa maupun guru. Program ini menjadi sangat penting karena dibutuhkan dukungan yang sistematis untuk membantu sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis literasi, serta memperkuat peran guru dan siswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang reflektif dan kritis. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi dasar, digital, dan informasi seluruh warga sekolah melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra. Program ini mengutamakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan guru serta siswa dalam proses pelatihan, pendampingan, dan pengembangan media literasi yang sesuai dengan konteks kebutuhan sekolah. Metode pelaksanaan program mencakup pemetaan kebutuhan literasi di sekolah, pelatihan tematik bagi guru dan siswa, pendampingan dalam berbagai kegiatan literasi seperti pojok baca, penulisan jurnal reflektif, dan pengelolaan kelas digital, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian program. Dosen dan mahasiswa akan berperan sebagai fasilitator sekaligus mentor yang terlibat secara aktif dalam mendorong transformasi literasi di lingkungan sekolah. Luaran yang ditargetkan meliputi: (1) meningkatnya kompetensi literasi guru dan siswa; (2) tersusunnya modul pelatihan literasi sekolah; (3) terbentuknya komunitas literasi sekolah yang aktif; dan (4) terciptanya praktik baik (best practice) penguatan literasi berkelanjutan yang dapat direplikasi di sekolah lain. The low level of literacy competence in school environments is an issue that requires serious attention, especially in the context of 21st-century challenges that demand critical thinking, creativity, and information literacy skills.Many schools still struggle to cultivate an active and sustainable literacy culture among both students and teachers. This program is highly important, as it provides systematic support to help schools improve the quality of literacy-based learning and strengthen the roles of teachers and students in creating a reflective and critical learning environment. This activity aims to strengthen basic, digital, and information literacy skills among all school community members through collaboration between universities and partner schools. The program emphasizes an educational and participatory approach by involving both teachers and students in training, mentoring, and the development of literacy media tailored to the specific needs of the school. The program implementation methods include: Mapping literacy needs in schools, Thematic training for teachers and students, Mentoring in various literacy activities such as reading corners, reflective journal writing, and digital classroom management, As well as monitoring and evaluation of the program's achievements. Lecturers and university students will serve as facilitators and mentors, actively engaging in promoting literacy transformation within the school environment. The expected outcomes include: 1) improved literacy competence among teachers and students; 2) The development of school literacy training modules; 3) The establishment of an active school literacy community; and 4) The creation of sustainable literacy best practices that can be replicated in other schools.