Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

From Clicks to Conversations: The Evolution of Chatbot Marketing Hendro Sugiarto; Desi Try Anggarini; Lati Sari Dewi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.10333

Abstract

This research investigates the dynamics of chatbot marketing within PT Sinar Sosro, focusing on the interplay between user experience, marketing strategy evolution, and the effectiveness of chatbot conversations. Through a quantitative approach utilizing Smart PLS analysis, data was gathered from a sample of 100 consumers. The findings reveal significant direct effects of both user experience and marketing strategy evolution on chatbot conversations, emphasizing their pivotal roles in driving meaningful engagements. Moreover, indirect effects analysis highlights the mediating role of user experience in the relationship between marketing strategy evolution / Number of Clicks and chatbot conversations. These insights underscore the importance of optimizing user-centric approaches and aligning marketing strategies with user preferences to foster positive experiences, enhance chatbot effectiveness, and achieve marketing objectives effectively within PT Sinar Sosro's digital ecosystem.
Literasi Berkelanjutan: Sinergi Kampus dan Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Warga Sekolah Nova Nurhanifah; Hendro Sugiarto; Achdisty Noordyana
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Novemeber 2025 - April 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i2.44

Abstract

Rendahnya kompetensi literasi di lingkungan sekolah merupakan isu yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam konteks tantangan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan literasi informasi. Banyak sekolah masih menghadapi kesulitan dalam menumbuhkan budaya literasi yang aktif dan berkelanjutan, baik di kalangan siswa maupun guru. Program ini menjadi sangat penting karena dibutuhkan dukungan yang sistematis untuk membantu sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis literasi, serta memperkuat peran guru dan siswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang reflektif dan kritis. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi dasar, digital, dan informasi seluruh warga sekolah melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra. Program ini mengutamakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan guru serta siswa dalam proses pelatihan, pendampingan, dan pengembangan media literasi yang sesuai dengan konteks kebutuhan sekolah. Metode pelaksanaan program mencakup pemetaan kebutuhan literasi di sekolah, pelatihan tematik bagi guru dan siswa, pendampingan dalam berbagai kegiatan literasi seperti pojok baca, penulisan jurnal reflektif, dan pengelolaan kelas digital, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian program. Dosen dan mahasiswa akan berperan sebagai fasilitator sekaligus mentor yang terlibat secara aktif dalam mendorong transformasi literasi di lingkungan sekolah. Luaran yang ditargetkan meliputi: (1) meningkatnya kompetensi literasi guru dan siswa; (2) tersusunnya modul pelatihan literasi sekolah; (3) terbentuknya komunitas literasi sekolah yang aktif; dan (4) terciptanya praktik baik (best practice) penguatan literasi berkelanjutan yang dapat direplikasi di sekolah lain. The low level of literacy competence in school environments is an issue that requires serious attention, especially in the context of 21st-century challenges that demand critical thinking, creativity, and information literacy skills.Many schools still struggle to cultivate an active and sustainable literacy culture among both students and teachers. This program is highly important, as it provides systematic support to help schools improve the quality of literacy-based learning and strengthen the roles of teachers and students in creating a reflective and critical learning environment. This activity aims to strengthen basic, digital, and information literacy skills among all school community members through collaboration between universities and partner schools. The program emphasizes an educational and participatory approach by involving both teachers and students in training, mentoring, and the development of literacy media tailored to the specific needs of the school. The program implementation methods include: Mapping literacy needs in schools, Thematic training for teachers and students, Mentoring in various literacy activities such as reading corners, reflective journal writing, and digital classroom management, As well as monitoring and evaluation of the program's achievements. Lecturers and university students will serve as facilitators and mentors, actively engaging in promoting literacy transformation within the school environment. The expected outcomes include: 1) improved literacy competence among teachers and students; 2) The development of school literacy training modules; 3) The establishment of an active school literacy community; and 4) The creation of sustainable literacy best practices that can be replicated in other schools.
PENGARUH PENGGUNAAN TIKTOK DI KALANGAN MAHASISWA Nabila Aorel Piktoria; Triani Widyanti; Hendro Sugiarto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9395

Abstract

TikTok is increasingly used by students and has become part of their daily activities. Among students at IPI Garut, the app is used not only for gaming but also for obtaining information, following trends, and interacting with friends. This raises the question of how TikTok use affects students' learning styles and academic activities. This study aims to understand the influence of TikTok use on the learning behavior and productivity of IPI Garut students. The method used was qualitative research with a descriptive approach. Data were obtained through interviews with several students who use TikTok and observations of how the app is used in their daily lives. The results show that TikTok has diverse effects. Some students experience benefits such as being inspired, motivated to learn from educational content, and increased creativity. However, others experience distractions, decreased focus, and procrastination due to uncontrolled use. These findings suggest that the influence of TikTok can be positive or negative, depending on how and how often it is used. In conclusion, IPI Garut students' use of TikTok has a significant impact on their learning activities. Thoughtful use can be beneficial, excessive use tends to reduce academic productivity. Thus, it is important for students to be more conscious about managing their time and limiting their use of TikTok to prevent it from disrupting their learning process. ABSTRAK Penggunaan TikTok semakin banyak digunakan oleh para mahasiswa dan sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari mereka. Di lingkungan mahasiswa IPI Garut, aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk bermain, tetapi juga untuk mendapatkan informasi, mengikuti trend, dan berinteraksi dengan teman-teman. Hal ini memunculkan pertanyaan bagaimana penggunaan TikTok memengaruhi cara belajar dan kegiatan akademik para mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penggunaan TikTok terhadap perilaku belajar dan produktivitas mahasiswa IPI Garut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan sejumlah mahasiswa yang menggunakan TikTok dan observasi terhadap cara penggunaan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memiliki pengaruh yang beragam. Beberapa mahasiswa merasa manfaat seperti terinspirasi, terdorong belajar dari konten edukatif, serta meningkatkan kreativitas. Namun, ada juga yang mengalami gangguan, fokus belajar menurun, dan kebiasaan menunda tugas karena penggunaan yang tidak terkendali. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh TikTok bisa positif atau negatif, tergantung pada cara dan seberapa sering digunakan. Kesimpulannya, penggunaan TikTok oleh mahasiswa IPI Garut memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas belajar. Penggunaan yang bijak bisa memberikan manfaat, namun penggunaan berlebihan cenderung mengurangi produktivitas akademik. Dengan demikian, penting bagi mahasiswa untuk lebih sadar dalam mengatur waktu dan membatasi penggunaan TikTok agar tidak mengganggu proses belajar.