Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI IMPLEMENTASI MANAJEMEN PELATIHAN BERBASIS MASYARAKAT BAGI TENAGA FASILITATOR (TFL) PROGRAM SANITASI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM PERUMAHAN RAKYAT Novita Merdriana Tantri; Tarcisius Sunaryo; Amos Neolaka
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 11 No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/jmp.v11i1.4162

Abstract

This research contains an evaluation related to the implementation of training for Field Facilitators of the Community-Based Sanitation Program (Sanimas), which is carried out by the Ministry of Public Works, Public Housing, supported by IDB. This program aims to achieve community outreach to proper sanitation services. The Ministry of PUPR through the Community-Based Infrastructure Work Unit recruited Field Facilitators as personnel to assist the community in program implementation. Training has an important role to equip TFL before carrying out their duties. This qualitative research uses the Root Case Analysis approach. The data was obtained using purposive sampling technique by observing the location of the WWTP, in-depth interviews with program actors at the central, provincial, city/district, kelurahan levels and Focus Group Discussions with TFL. The study shows that the training for TFL was carried out well when viewed from the administrative side but has not been carried out optimally. The stages in training management, such as Training Need Analysis, planning, preparation of training materials, training implementation, and training evaluation were not carried out properly. The impact that occurs is that TFL's performance is not maximized in achieving the Key Performance Indicators that have been set by the program.
ANALISIS RISIKO TRANSAKSI PEMBAYARAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL Rainer Prakuso Tobing; Ir. Tarcisius Sunaryo, MA, Ph.D; Dr. Ir. Ktut Silvanita Mangani, MA
JURNAL MANAJEMEN RISIKO Vol. 2 No. 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Pasca Sarjana UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mr.v2iI.3439

Abstract

ABSTRAKPerdagangan Internasional merupakan salah suatu sumber devisa bagi suatu negara, walapun banyak risiko yang bisa terjadi. Risiko yang ada mempunyai dinamika dan karakter tersendiri, yang harus selalu dicermati oleh Pelaku Ekspor - Impor, Per-bank-an, Pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk selalu siap sedia menyiapkan langkah strategis mengantispasi risiko yang ada. Perdagangan dunia memasuki pasar bebas, dimana disetiap negara para pelaku usaha mempunyai peluang untuk melakukan perdagangan. Pada era pasar bebas, banyak produk-produk yang bisa di ekspor maupun di impor untuk saling memenuhi kebutuhan pasar di masingmasing negara. Tetapi walaupun dikatakan pasar bebas, proses perdagangan tetap dalam kendali dan pengawasan negara, dan organisasi perdagangan dunia yang dibentuk untuk itu. Pada setiap tindakan perdagangan, pasti akan ada transaksi pembayaran, dimana pembayaran suatu produk adalah hal yang utama dari suatu transaksi. Metode pembayaran menjadi acuan utama dalam suatu proses transaksi yang dapat dirumuskan dalam suatu Surat Perjanjian legal. Pada setiap penentuan metode transaksi pembayaran, pembuat kebijakan dalam hal ini pemerintah tidak bisa melakukan intervensi, karena kepakatan lebih menitik beratkan kepada keinginan para eksportir maupun importir Para pelaku usaha ekspor impor akan saling menjajaki dan melakukan negosiasi untuk menentukan dan menyepakati serta mengikatkan dalam suatu perjanjianyang salah satu isi perjanjian akan menjelaskan metode pembayaran. Para eksportir maupun importir akan sepakat dengan metode pembayaran yang dirasakan memiliki Risiko paling kecil. Permasalahan ketika Seseorang atau Perusahaan/ Badan Usaha ingin melakukan Perdagangan International antaralain ;  Menentukan Metode Pembayaran, karena pembeli/Buyer/ Importir dan Penjual/ Seller / Eksportir tidaksaling mengenal satu sama lain. Hukum, Peraturan, Bahasa, dan kebiasaan yang tidaksama. Hambatan Tarif/ Pajak. Politik dan Stabilitas di negara masing-masing. Mata uang pembayaran. Handling dan Transportasi.  Importir perlu waktu untuk melakukan pembayaran. Sistem perbankan masing masing negara dalam prosespengiriman dana. Penjual menginginkan pembayaran yang tepat waktu Karena terlalu banyaknya risiko yang harus diantisipasi oleh para pelaku ekspor impor, maka titik beratkan pembahasan dalam jurnal ini adalah risiko yang terjadi pada transaksi pembayaran.
DAMPAK PSIKOLOGIS ANAK DALAM ASUHAN NENEK DI KECAMATAN BUNTU PEPASAN Kala’ Allo, Ferdyansa; Sunaryo, Tarcisius; Kailola, Lisa Gracia
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i4.3218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis anak yang diasuh oleh nenek di Kecamatan Buntu Pepasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan lapangan, dan informan adalah 50 siswa di SMKN 4 Toraja Utara yang berusia 16-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola asuh yang digunakan oleh nenek, yaitu pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif. Pola asuh otoriter dapat membuat anak menjadi pribadi yang minder dan takut karena sering ditekan oleh nenek, sedangkan pola asuh demokratis dapat membuat anak menjadi pribadi yang lebih dewasa karena sang nenek selalu memberikan arahan supaya anak tidak terkungkung dengan aturan. Pola asuh permisif membiarkan cucu melakukan sesuatu hal dengan sesuka hati tanpa ada aturan yang ketat dari nenek dan akibatnya, sang cucu menjadi pribadi yang liar karena mereka bebas melakukan sesuka hatinya tanpa adanya aturan yang diberikan dari neneknya. Selain itu, anak-anak yang diasuh oleh nenek lebih mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain disekitarnya. Dampak positif dari pola asuh nenek adalah anak bisa terbuka menceritakan keluh kesah mereka kepada nenek, dan pengalaman sang nenek dalam mengasuh anak membentuk pola pikir anak menjadi pribadi yang dewasa. Hal ini disebabkan karena nenek lebih berpengalaman dalam soal kehidupan sehingga sang nenek bisa mentransferkan pengalaman hidupnya kepada cucunya.