Nanda Rizki Purnama
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Endoparasit pada Ikan Gabus (Channa striata) Berdasarkan Kondisi Habitat Dina Meltia; Diannita Harahap; Rizki Nanda; Nanda Rizki Purnama
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 2, No 1: April (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v2i1.24548

Abstract

Profil endoparasit pada ikan Gabus (Channa striata) berdasarkan kondisi habitatnya. Infeksi endoparasit berpotensi mengakibatkan ganguan pertumbuhan hingga kematian ikan. Infeksi endoparasit menganggu sistem metabolisme tubuh inang dengan merusak organ pencernaan seperti lambung dan usus. Ikan Gabus juga mengandung Cu, Fe, Ca dan Zn yang bermanfaat mempercepat pembentukan sel baru dalam penyembuhan luka pasca operasi maupun luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi, intensitas, dominansi, hubungan panjang bobot, dan Faktor kondisi ikan gabus berdasarkan kondisi habitatnya. Penelitian ini dilakukan Laboratorium Multifungsi Biologi Uin Ar-raniry. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis endoparasit yang menginfeksi ikan gabus yaitu Pallisentis sp, Anisakis sp dan Camallanus sp. prevalensi endoparasit yang paling tinggi terdapat pada areal selokan senilai 76,67 % (Usually/biasanya) dan prevalensi palig rendah didapatkan pada areal rawa 63, 3 % (Frequently/sangat sering), intensitas paling rendah terdapat pada areal sawah senilai 8,1 (sedang)  dan paling tinggi pada areal rawa senilai 9,32 (sedang). Dominansi endoparasit yang paling banyak ditemukan Anisakis sp dan pallisentis sp mendominansi ke 3 habitat tersebut sedangkan Camallanus Cuma terdapat pada habitat sawah dan selokan saja. Ikan gabus yang terinfeksi cenderung memiliki panjang bobot rata-rata lebih rendah dibandingkan ikan yang sehat. Ikan gabus dengan kisaran panjang 218,5-228,5 dan 258,5-268,5 mm serta berat 146,2-176,2 dan 177,2-207,2 cenderung terhadap infeksi endoparasit dibandingkan ukuran lainnya.
KAJIAN SOSIAL DAN EKONOMI NELAYAN PUKAT CINCIN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN PEUDADA, KABUPATEN BIREUN Ratna Mutia Aprilla; Salsabila Putri Ardha; Junaidi M. Affan; Imelda Agustina; Nanda Rizki Purnama
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 9 No 2 (2025): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2025.9.2.221

Abstract

This study aims to examine the social and economic conditions of purse seine fishermen at the Fish Landing Base Peudada, Bireuen Regency. The data collection methods used include observation and interviews, employing the Accidental Sampling technique with 40 active fishermen. The data gathered consists of primary data obtained through direct interviews and secondary data from relevant literature. The results of the study show that the purse seine fishermen at Fish Landing Base Peudada have an annual net income of approximately IDR 759,762,000, with a monthly income of around IDR 63,313,500. However, their income per fishing trip is only about IDR 6,331,350, and when divided equally, each fisherman receives approximately IDR 316,568 per trip. Although the monthly income is close to the provincial minimum wage, the average household expenses of the fishermen amount to IDR 3,685,000, indicating that they are still economically insecure. From a social perspective, the study reveals that the majority of the fishermen are aged between 36-45 years, with 53% of them having completed only junior high school. Additionally, 75% of the fishermen live in permanent houses. The longest fishing experience is more than 20 years for 30% of the fishermen. The study finds that the economic conditions of the fishermen are far from prosperous, influenced by high household expenses and the instability of their participation in every fishing trip.