Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kondisi Histopatologi Usus dan Lambung Ikan Gabus (Channa striata) yang Terinfeksi Endoparasit Rizki Nanda; Mawardi Abdullah
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 2: Agustus (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan yang terdapat pada perairan air tawar. Ikan gabus dapat dapat dijumpai di habitat air tawar yaitu di perairan sungai, danau, sawah, rawa dan selokan. Ciri-ciri bentuk dari ikan gabus memiliki warna pada bagian atas berwarna hitam dan pada bagian bawah berwarna putih. Permukaan tubuh ikan gabus ditutupi oleh sisik, memiliki bentuk kepala yang yang berbentuk seperti kepala ular sehingga ikan gabus disebut dengan snakehead. Penelitian makropatologi dan histopatologi dilaksanakan pada bulan April - Mei 2021. Pengamatan makropatologi dilaksanakan di Laboratorium Multi Fungsi Uin Ar-raniry. Pengamatan histopatologi dilaksanakan di BPBAP Ujung Batee Aceh Besar. Data yang diperoleh dianalisis dan diamati berdasarkan perubahan yang terjadi secara makropatologi dan histopatologi Haisil penelitian endoparasit yang ditemukan pada usus dan lambung ikan gabus ditemukan 3 endoparasit yaitu Anisakis simpleks, Camallanus sp. dan Pallisentis sp.Organ usus yang lebih banyak ditemukan endoparasit sedangkan pada organ lambung hanya ditemukan sedikit yang terinfeksi endoparasit. Jenis parasit yang ditemukan dalam saluran pencernaan usus dan lambung ikan gabus (Channa striata) tiga jenis yaitu Anisakis simplex, Camallanus sp. dan Pallisentis sp. Ikan yang terinfeksi endoparasit dari setiap habitat yang berjumlah 90 ekor sampel ikan gabus (Channa striata) ditemukan 28 ekor sampel ikan yang normal bebas parasit. Sedangkan ditemukan 62 sampel ikan gabus yang terinfeksi endoparasit. Kerusakan yang ditemukan pada penelitian infeksi endoparasit pada saluran pencernaan ikan gabus (Channa striata) adalah terdapatnya hemoragi pada usus dan lambung ikan gabus (Channa striata).
Dosen dan Kaprodi Tafsir-Hadits Jurusan Dakwah STAIN Jember Mawardi Abdullah
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 2 No. 2 (2009): An-Nisa': Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v2i2.407

Abstract

Perbedaan biologis, struktur, dan bentuk tubuh antara lakilaki dan wanita yang bersifat kodrati, tidak berubah meskipun situasi dan kondisi zaman berubah. Sementara gender merupakan produk budaya yang diciptakan suatu masyarakat berdasarkan jenis kelamin tentang keidealan laki-laki dan wanita di suatu tempat dan waktu tertentu dan dapat berubah sesuai perubahan waktu situasi dan kondisi, tergantung pemahaman dan kehendak masyarakat. Kesetaraan gender masih menyisakan berbagai permasalahan yang diwarisi dari beberapa teks keagamaan baik dari al-Qur'an sendiri sebagai pusat ajaran Islam maupun dari al-Hadits sebagai sumber ajaran kedua Islam. Dalam hal ini akan disuguhkan sabda Rasulullah saw tentang “Kebanyakan penghuni neraka dari golongan wanita" Hadits ini sekilas mengundang kontroversi dan akan menjadi bumerang yang akan membakar kaum muslimin kalau dibaca parsial, namun akan meneduhkan apabila dikaji secara mendalam, komprehensif, orisinal melalui jalur tranmisi yang akurat, dan akan mengantarkan kepada kehidupan lebih cerdas, dinamis dalam berpikir dan berinteraksi yang berkeadilan.
Guarding Indonesia’s Moderate Islamic Public Sphere? Nahdlatul Ulama’s Intolerant Resistance to Salafi-Wahhabi Institutional Expansion Mawardi Abdullah; Ahmad Fajar Shodiq
Al'Adalah Vol. 27 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719//aladalah.v27i2.499

Abstract

The rapid institutional expansion of Salafi-Wahhabi groups in Indonesia, challenging the dominance of moderate traditionalist Islam, is important to study because it raises critical questions about tolerance, pluralism, and the quality of democracy in the world's largest Muslim-majority country. Previous research has insufficiently explored the local politics of Nahdlatul Ulama (NU) in managing deliberative public space and the paradox of intolerance within a moderate majority. This study reveals how local NU actors in Jember negotiate resistance to Salafi-Wahhabi preaching and institutional expansion, particularly the Imam Syafi'i Islamic Dirasat College (STDI) in Jember and its affiliated schools. This research employs a qualitative approach involving participant observation and in-depth interviews with NU Jember leaders, cadres, and activists in 2019–2020. Data were analyzed inductively by Habermas's public sphere theory and the concept of Civil Islam. The findings reveal a double paradox: NU's intolerance of takfir and tabdi' practices helps limit exclusivist ideology and protect a moderate public sphere, but its rejection of Salafi educational institutions—which sometimes escalates into confrontation—undermines civil pluralism and contributes to the deconsolidation of local democracy. Future research should adopt a mixed-methods approach to compare regional dynamics and develop inclusive policy frameworks for managing religious public spaces in Muslim-majority democracies.