Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA INTERNET PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 MANDAILING NATAL Inayah Az Zahra; Buchari Nurdin; Kaksim Kaksim
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37323

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi Meluasnya penggunaan internet memungkinkan siswa untuk mengakses informasi secara efektif tanpa terbatas oleh waktu. Nilai manfaat dari internet itu sendiri juga meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan penggunaan internet. Internet belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk membantu pendidikan. Minat belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan media internet yang meliputi berbagai website untuk mencari ilmu. Guru dapat memanfaatkan internet untuk meneliti sumber daya dan memberikan referensi dalam bahan ajar selain siswa. Hasil penelitian ini adalah desain pembelajaran online berhasil karena sekolah juga menyediakan fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk proses pembelajaran. Peneliti menemukan bahwa ketika menggunakan media internet, siswa belajar konten lebih efektif jika mereka memiliki kontak langsung dengan guru, sedangkan mereka menggunakan media internet lebih banyak saat melakukan aktivitas. Hal ini dapat diamati melalui berbicara dengan siswa dan melakukan pengamatan terhadap mereka. Pembatasan jaringan dan kuota, serta tidak semua mahasiswa melek teknologi menjadi kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengkonsumsi media internet. Dimasa sekarang tentunya sangat berpengaruh terhadap pengetahuan. Namun, peserta didik juga merasa selain dengan bertatap muka, menggunakan media internet juga menjadi sarana pengetahuan baru untuk lebih mahir dalam menggunakan media internet.
PENGGUNAAN MEDIA STOP MOTION VIDEO PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI DI SMA NEGERI 1 LEMBAH MELINTANG KABUPATEN PASAMAN BARAT Rahmi Rahmi; Buchari Nurdin; Zulfa Zulfa
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37852

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih minimnya media pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Atas dasar tersebut penelitian ini bertujuan untuk menggunakan media pembelajaran Stop Motion Video pada pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Negeri 1 Lembah Melintang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen sederhana, dengan melakukan penelitian pada pembelajaran sejarah menggunakan media pembelajaran Stop Motion Video. Afrizal (2014:12) mengatakan metode penelitian diartikan sebagai cara yang dipakai oleh para peneliti untuk memecahkan masalah dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitiannya. Langkah-langkah penggunaan media tersebut adalah bertahap : tahap persiapan, dan tahap pelaksanaan. 
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X Fase 2 Dalam Pembelajaran Sosiologi Menggunakan Model The Power of Two di SMAN 3 Padang Zariffullah Zariffullah; Buchari Nurdin; Sarbaitinil Sarbaitinil
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3228

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of class X Phase E2 students in learning Sociology at SMAN 3 Padang. The purpose of this study is to improve student learning outcomes by using The Power of Two model. This research method is Classroom Action Research (PTK) formulated by Ari Kunto which consists of four components, namely (1) Planning, (2) Action, (3) Observation/evaluation, (4) Reflection, with a mixed approach or Mixet Methods. The data of this research is in the form of information about the data on the results of actions obtained from the results of observations, the results of observation of teacher activities, the results of student affective assessments and student learning outcome tests. This research was carried out in 3 cycles. The results of the 1st cycle of research obtained an average student score of 76.83 with 15 (41%) students completing 21 (58%). In the second cycle, the average score of students was 78.86 with student completeness increasing to 22 (61.11%) and incomplete students 14 (38.88%). In the third cycle, the average score of students was 85.25 with student completeness increasing by 32 (88.88%) and incomplete students by 4 (11.11%). This means that in the third cycle the research target has been achieved. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the application of The Power of Two model in Sociology learning can improve students' cognitive learning outcomes, namely from 41% in cycle I increased to 61.11% in cycle II, increased again to 88.88% in cycle III. 
TRACES OF KERINCI AGRICULTURE IN DUTCH COLONIAL REPORT RECORDS (1903-1942): JEJAK PERTANIAN KERINCI DALAM CATATAN LAPORAN KOLONIAL BELANDA (1903-1942) Ryan Julyardi; Buchari Nurdin; Meri Erawati
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 4 (2026): Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i4.9279

Abstract

This study examines the traces of Kerinci agriculture in Dutch colonial reports from 1903 to 1942, positioning agriculture as the primary sector that sustained local livelihoods while also serving as a target of colonial economic interest. The study employs a library research method, using primary sources in the form of Dutch colonial archives, such as newspapers, magazines, books, and colonial reports, as well as secondary sources including journals, books, and other supporting materials. The findings show that the Dutch regarded Kerinci as a highly fertile agrarian region that was strategically important for the development of agricultural commodities such as rice, coffee, cinnamon, and tea. Rice became the main commodity of the local population, and its production surplus was later integrated into colonial distribution networks, although this also created food scarcity problems due to high export levels. Coffee developed rapidly, especially after the shift from Arabica to Robusta, which encouraged a change in the community’s agricultural orientation toward commercial production. Cinnamon demonstrated high export value because of its distinctive quality, while tea expanded through the development of the large Kayu Aro plantation by the colonial company H.V.A. The study concludes that Kerinci agriculture not only reflected the resilience of the colonial economy, but also revealed how the colonial economy, but also revealed how the colonial government represented, controlled, and integrated Kerinci’s agrarian potential into the colonial economic structure.