Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Unsur Kelumit Esensial (Mn Dan Zn) dalam Biji Kakao (Theobroma Cacao L.) dari Daerah Perkebunan Ransiki Papua Barat Sabir Sumarna; Yunita Pare Rombe; Murtihapsari Murtihapsari; Apriani Sulu Parubak; Christiana Niken Larasati; Putri Sarera Surbakti; Arniana Anwar
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i2.14595

Abstract

Cocoa is a rich source of essential minerals and contributes a significant amount of minerals in the human diet. Processed products from cocoa in the form of chocolate are in great demand by almost everyone from various statuses and social groups. The high consumption of chocolate is also not a fact that chocolate is beneficial to human health. The essential minerals (Mn and Zn) in cocoa beans are needed by the human body as a source of minerals, but if excess can be harmful to the body. The purpose of this study was to determine the content of essential trace elements in cocoa beans and their potential as raw materials for food products. The analysis method uses AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). The results showed the content of micronutrients (Mn and Zn) in cocoa beans at five location points with an average value of 0.8976 mg/100 g and 5.7534 mg/100 g.
Implementasi Teknologi Asap Cair dalam Produksi Ikan Asap yang Aman, Higienis, dan Ramah Lingkungan Indah Rodianawati; Wira Rahardi; Tri Mulya Hartati; Yusnaini; Sabir Sumarna; Gilang Ramadan Kololikiye; Abu Sahman Nasim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/se5hpt75

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas pelaku usaha pengolahan ikan dalam menerapkan teknologi asap cair dalam mengahasilkan ikan asap yang aman dikonsumsi, higienis, memiliki mutu yang seragam, serta memenuhi prinsip produksi berkelanjutan. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok usaha pengolahan ikan skala rumah tangga yang masih menggunakan metode pengasapan tradisional. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal, identifikasi permasalahan, penyuluhan mengenai keamanan pangan dan teknologi asap cair, pelatihan pembuatan ikan asap menggunakan asap cair dan oven, pendampingan produksi, serta evaluasi melalui pretest, posttest, observasi keterampilan, dan penilain mutu produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi asap cair memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta maupun kualitas produk yang dihasilkan. Peserta mampu menerapkan prosedur sanitasi, formulasi larutan asap cair, proses perndaman, pengeringan, hingga pemanasan menggunakan oven sesuai standar operasional yang diberikan. Produk ikan asap yang dihasilkan memiliki warna yang lebih seragam, aroma asap lebih lembut, tekstur lebih baik, serta tingkat kebersihan yang lebih tinggi dibandingkan metode pengasapan tradisional. Selain itu, penggunaan asap cair mampu mengurangi paparan asap secara langsung kepada pekerja dan menekan emisi pencemaran ke lingkungan sehingga proses produksi menjadi lebih ramah lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa implementasi teknologi asap cair merupakan inovasi yang efektif untuk meningkatkan kualitan keamanan, dan daya saing produk ikan asap skala usaha mikro dan kecil. Pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar teknologi ini dapat diadopsi secara konsisten serta mendukung pengembangan industri pengolahan hasil perikanan yang berorientasi pada keamanan pangan, kesehatan masyarakat dan ramah lingkungan   Kata Kunci: asap cair, ikan asap, higienis, teknologi pengolahan, ramah lingkungan