Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSYARATAN DASAR PEMEKARAN WILAYAH PAMEKASAN DALAM UPAYA MENDUKUNG PEMBENTUKAN PROVINSI MADURA Farahdilla Kutsiyah; Abdurahman Abdurahman; Rahman Hakim; Ainur Rahman
PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan Vol 10 No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : FISIP Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/prj.v10i3.729

Abstract

Jumlah kabupaten di Pulau Madura ada empat, sementara merujuk UU RI Nomor 23/2014 tentang otonomi daerah bahwa syarat pembentukan provinsi baru harus memiliki lima kabupaten atau kota. Penelitian ini termasuk kategori penelitian kepustakaan. Hasil yang diperoleh (1)Pemekaran wilayah Pamekasan sebagian besar memenuhi persyaratan dasar kewilayahan dan persyaratan dasar kapasitas daerah sebagaimana tercantum dalam UU RI Nomor 23 Tahun 2014, terkecuali pada aspek keuangan daerah yakni angka ketergantungan fiskal masih relatif tinggi (> 60%). Adapun yang mendasari perlunya pemekaran: selama ini masih terjadi ketimpangan pembangunan antara wilayah bagian utara dengan bagian selatan; laju pertumbuhan pembangunan Madura lebih lambat dari rata-rata kabupaten lain di Jatim; Madura memiliki kekhasan sosial budaya; potensi sumber daya alam, anggaran, dan sumber daya manusia di Madura bila dikelola dengan baik dapat menjadi modal penting bagi implementasi pembentukan provinsi Madura, dan wilayah yang paling siap untuk penambahan kota atau kabupaten adalah wilayah Pamekasan (2)Pemekaran wilayah pamekasan dapat diterapkan dengan membagi wilayah ini menjadi Kota Pamekasan dan Kabupaten Pamekasan. Plot untuk Kota Pamekasan bisa meliputi lima kecamatan: Pamekasan, Pademawu, Larangan; Tlanakan dan Galis. Sementara plot untuk Kabupaten Pamekasan meliputi delapan kecamatan: Proppo, Waru, Kadur, Pasean, Batumarmar, Pegantenan, Pakong dan Palengaan
THE INFLUENCE OF COMPETENCY DEVELOPMENT ON THE COMPETITIVE ADVANTAGE OF SALT FARMERS IN GALIS DISTRICT, PAMEKASAN REGENCY Sukron Ma’mun; Abdurahman Abdurahman; Erina Saputri; Mohammad Bustanol Husein
DIA: Jurnal Administrasi Publik Vol. 23 No. 02 (2025): PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/dia.v23i02.11930

Abstract

This research is motivated by the problem of many salt farmers in the Galis District who do not understand the importance of developing competence and competitive advantage for the sustainability of the salt business. This research aims to determine and analyze the influence of competency development on the competitive advantage of salt farmers in Galis District, Pamekasan Regency. The research method used is a quantitative method so the data displayed is data from questionnaire results which are processed using SPSS 26 statistics. The type of research used in this research is survey research, data collected through questionnaire results on the research instrument used. The data analysis technique used is the inferential statistical analysis technique. The results of this research can conclude that competency development has a significant effect on the competitive advantage of salt farmers in Galis District, Pamekasan Regency. This research is expected to contribute to competency development efforts to increase the competitive advantage of salt farmers in Galis District, Pamekasan Regency.
MODERNISASI SISTEM POLITIK: TANTANGAN DAN PELUANG nur aisah Fitri; abdurahman abdurahman; siti ulfatuz zainiyah; zayyudi zayyudi
Aspirasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara Vol. 7 No. 1 (2026): ASPIRASI: Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/aspirasi.v7i1.2949

Abstract

Dalam artikel yang berjudul "Modernisasi Sistem Politik: Tantangan dan Peluang," saya mengeksplorasi sifat ganda dari modernisasi politik, yang menawarkan peluang signifikan untuk peningkatan tata kelola dan partisipasi warga, sekaligus menghadirkan tan tangan yang berat terkait keadilan, stabilitas, dan integrasi budaya. Melalui pendekatan campuran yang menggabungkan tinjauan historis kualitatif dan studi kasus, saya menganalisis evolusi sistem politik, dampak kemajuan teknologi, serta peran faktor sosial dan budaya. Temuan saya menggambarkan interaksi kompleks antara model tata kelola tradisional dan praktik modern, yang ditekankan oleh studi kasus yang beragam yang menyoroti keberhasilan dan kegagalan dalam modernisasi politik. Saya menyimpulkan bahwa meskipun modernisasi dapat mengarah pada tata kelola yang lebih baik, hal ini memerlukan keseimbangan yang hati-hati antara berbagai faktor untuk memastikan inklusivitas dan efektivitas dalam struktur tata kelola di masa depan.