Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi PUS Memilih KB Alamiah di Desa Binturu, Kecamatan Larompong Hadija Hadija; Jumriana Ibriani; Astuti Suardi; Ulvy Pratiwy D; Devianti Tandiallo
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2022): JIK-Oktober Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i2.545

Abstract

Natural Contraception (KBA) is to regulate the distance of birth of children, regulate inspiration by not using tools, chemicals or drugs. The percentage of kb participants in Indonesia in 2016 was 33.72%, this figure is lower than the achievement in 2015 of 38.75%. In 2016 in South Sulawesi with a proportion of 71.71% were Couples of Childbearing Age who participated in birth control. Based on the participants of birth control the contraceptives used were Injectable (47.39%), Pills (22.90%) Implant (8.84%), MOW (1.04%), IUD ( 3.21%) Condoms (13.45%) and simple methods (0.28%). This study is to find out what factors affect PUS choosing natural birth control in Binturu Village, Larompong District in 2021.This study uses a quantitative approach with an observational type of research, with a sample of 35 people (Total Sampling)., analysis of univariate and bivariate data using the Chi-Square Test. The results showed that the factors related to the selection of contraceptive methods were Education ρ = 0.292 (ρ>0.05), Knowledge ρ = 0.075 (ρ>0.05), and husband support ρ = 0.267 (ρ<0.05). The results of this study education and knowledge have no relationship with the selection of natural birth control contraceptive methods, and husband support has no relationship with the selection of natural birth control contraceptive methods, it is expected for couples of childbearing age Need increased knowledge about the types of contraceptives, benefits of contraception, side effects of using contraceptives and the consequences of not using contraceptives
Perbandingan Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Pemberian Jus Mentimun Terhadap Penderita Hipertensi Fitriani Fitriani; Pratiwi Cici; Devianti Tandiallo
JURNAL KESEHATAN KATANGKA Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Katangka
Publisher : LPPM STIKES Datu Kamanre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan terjadinya peningkatan tekanan darah sedikitnya 140/90 mmHg. Obat nonfarmakologi dari hipertensi yang sering digunakan salah satunya adalah jus mentimun. Pada momen ini, pemberian perlakuan yang tepat dapat menunjukkan perbandingan tekanan darah sistolik maupun diastolik. Dari hasil laporan puskesmas Bajo Barat tercatat bahwa jumlah penderita hipertensi 1 tahun terakhir dari nulan Januari – Mei 2020 berjumlah 151 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun terhadap penderita hipertensi di Desa Saronda Kecamatan Bajo Barat Kabupaten Luwu Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitia ini adalah penderita hipertensi dengan metode penarikan sampel total sampling dengan jumlah sebanyak 22 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada perbandingan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun dengan nilai p sistolik = 0.001 (,0.05) dan nilai p diastolik = 0.000 (,0.05).
Penyuluhan Tentang Cara cuci Tangan Pakai Sabun Di Masa Pandemic Covid 19 Devianti Tandiallo; Jumriani Ibrani; Fitriana Ibrahim; Irmayanti Irmayanti; Hadija Hadija
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 1 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v1i3.147

Abstract

Corona virus merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang merupakan bagian dari tipe virus Corona. Virus dapat berpindah ke tubuh kita. Saat ini, banyak inisiatif dari berbagai lembaga, organisasi dan perusahaan telah menyediakan fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di tempat-tempat umum dengan berbagai prosedur operasional dan pemeliharaan. Kementerian Kesehatan dengan segera merilis Surat Edaran No. HK.02.02 / I / 385 ke semua Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten untuk secara aktif mencegah penularan COVID-19 melalui gerakan “Masker untuk Semua” dan penyediaan sarana cuci tangan dengan sabun. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian kepda masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara mencuci tangan yang baik sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu metode ceramah dan tanya jawab. Selain itu, dilakukan teknik analisis dengan pre-experimental with one group pretest and posttest design untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah diberi penyuluhan. Kegiatan ini melibatkan 30 ibu rumah tangga dengan teknik purposive sampling. Pelaksanaan kegiatan Juli 2021 di Desa Salubua Kecamatan Suli Barat. Terdapat perbedaan yang bermakna antara skor sebelum penyuluhan dengankor setelah penyuluhan dengan p value 0.000 < 0.005, maka dapat disimpulkan bahwa penyuluhan cara cuci tangan pakai sabun meningkatkan pengetahuan responden sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan.
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil pada Ny.ꞌꞌWꞌꞌ di Pustu Marinding Kecamatan Bajo Barat Kabupaten Luwu Jumriana Ibriani; Fitriana Ibrahim; Devianti Tandiallo; Mega Indah
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 3 (2024): July : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i3.376

Abstract

Pregnancy is the process of growth and development of an intrauterine fetus starting from conception and ending until the start of labor. The length of pregnancy from ovulation to parturition is around 280 days (40 weeks), and no more than 300 days (43 weeks). This 40 week pregnancy is also called a mature (term) pregnancy. If the pregnancy is more than 43 weeks, it is called postmature pregnancy. Pregnancy between 28 and 36 weeks is called premature pregnancy. The aim of this research is to implement pregnancy midwifery care for Mrs "W" at Pustu Marindik Kec. West Bajo. The care provided uses Varney's 7 Step Midwifery Care Management approach and forms of documentation through SOAP. Case study conducted on Mrs "W". The form of physiologic midwifery care given to Mrs "W" is taking anamnesis on pregnant women, carrying out physical examinations, and providing counseling to pregnant women, regarding personal hygiene, nutrition for pregnant women, adequate rest, and carrying out follow-up. This case study uses a descriptive observational method with a continuity of care approach. The subject is pregnant mother Mrs "W" How to collect anamnesis data, observation, examination and documentation. Next, compare the data obtained with existing theory.