Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Pribumisasi Islam Humanis dalam Babad Cirebon: Studi Analisis Wacana Kritis-Historis Ambar Hermawan
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i2.471

Abstract

Keberhasilan Islam masuk ke Indonesia –dan bahkan kini menasbihkan diri sebagai Negara dengan penduduk mayoritas muslimm terbesar di dunia- secara garis besar merupakan buah dari adanya pribumisasi Islam secara humanis-inklusif. Namun kini ada sebagian oknum umat Islam yang mencoba mengambil arah berlawanan dengan menyebarkan ajaran Islam secara ekslusif yang cenderung intoleran. Maka perlu bagi semua muslim di Indonesia untuk kembali belajar terhadap masa lalu tentang bagaimana Islam dibumikan di Negeri ini. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dan bersifat library research (penelitian pustaka), serta menggunakan analisis wacana kritis-historis, penelitian ini mencoba menggali tentang bagaimana konsep dan implementasi pribumisasi Islam humanis dalam Babad Cirebon. Adapun hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tentang beberapa nilai Pribumisasi Islam Humanis yang terdapat di dalamnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap tawadhu’ atau sopan santun kepada semua manusia. Aspek ini diperlihatkan melalui pemaparan karakter santun pada Walangsungsang sebagai tokoh sentral dalam pengembaraannya dalam mencari ilmu agama dilakukan atas izin Sang Ayah Prabu Siliwangi, kendati berbeda agama dengannya. Permintaan izin dan restu tersebut adalah bagian dari konsep persamaan hak dalam humanisme religius sebagai salah satu indikator dalam pribumisasi Islam humanis.
Spirit Dakwah Ki Ageng Makukuhan dalam Spiritualitas Petani Tembakau Srinthil Ahmad Hidayatullah; Ambar Hermawan
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 8, No 2 (2026): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v8i2.19546

Abstract

Tobacco and the Temanggung community seem to have a bond between the two. Especially with the srinthil tobacco type, this variety really has a special place in the hearts of the Temanggung people, especially farmers. It is not just a plant that is treated as a mere commodity. More than that, there is a spiritual dimension to the farmers who grow srinthil tobacco. Using a type of qualitative research that is field research, as well as a phenomenological approach, the author tries to explore the phenomenon of spirituality of Srinthil tobacco farmers in Temanggung. The results of this research can be concluded that the manifestation of spirituality of srhintil tobacco farmers in the nyecel, nglekasi and miwiti traditions is found in the concept of tawakkal which places effort and prayer in proportion. The point of differentiation lies in the form of rites which are not formally taught in the primary sources of Islamic teachings (the Al-Qurán and Hadith). And this is part of the long history of da'wah carried out by Ki Ageng Makukuhan in that region. Although after being explored substantively, what happens in the nyecel, nglekasi and miwiti traditions is more in line with rather than contrary to the source of these teachings. Most people think that srinthil is a kind of "given" whose final determination is purely in the hands of nature as a manifestation of God's power.