This Author published in this journals
All Journal Sebatik
Syafruddin Pohan
Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sebatik

MODEL KOMUNIKASI TIM INVESTIGASI BALAI VETERINER MEDAN DALAM MENANGANI WABAH AFRICAN SWINE FEVER DI SUMATERA UTARA Amelia Astari; Syafruddin Pohan; Fikarwin Zuska
Sebatik Vol 26 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v26i2.1883

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kejadian kematian ribuan ternak babi secara mendadak di Sumatera Utara yang disebabkan oleh wabah virus African Swine Fever. Untuk dapat menghentikan penyebaran wabah, Balai Veteriner Medan membentuk Tim Investigasi untuk bertemu langsung dengan peternak babi, mengumpulkan informasi seputar agent penyebab, cara penularan, sumber penularan, keberadaan carrier, populasi beresiko, dan faktor resiko yang berhubungan dengan wabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses komunikasi tim investigasi Balai Veteriner Medan saat melakukan investigasi dan mendeskripsikan model komunikasi yang digunakan dalam kegiatan investigasi wabah African Swine Fever di Sumatera Utara. Penelitian ini disusun dengan menggunakan paradigma constructivist melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 orang medik veteriner dan 1 orang paramedis veteriner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk dapat diterima oleh peternak, tim investigasi menggunakan 5 tahapan self-disclosure, yaitu: tahap tegur sapa, tahap membicarakan hal diluar kegiatan, tahap menyatakan gagasan, tahap mengungkapkan isi hati, dan tahap hubungan puncak. Usaha memperluas keterbukaan peternak kepada investigator dilakukan sesuai dengan teori Jendela Johari, yaitu dengan mempersempit area tersembunyi dan area buta yang dimiliki peternak melalui kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi yang dilakukan oleh investigator. Keseluruhan proses komunikasi yang terjadi pada kegiatan investigasi wabah ASF berbentuk komunikasi kelompok kecil dan komunikasi antarpribadi dengan menggunakan teknik komunikasi persuasif dan teknik komunikasi hubungan manusiawi. Hambatan komunikasi yang ditemukan adalah hambatan dalam proses penyampaian, hambatan secara fisik, hambatan semantik, dan hambatan psikosial. Model komunikasi yang digunakan tim investigasi Balai Veteriner Medan pada kasus wabah ASF di Sumatera Utara diidentifikasi mengadopsi model komunikasi konvergensi dengan bentuk komunikasi jejaring dan berlangsung secara transaksional.