I Kadek Darmo Suputra
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Self-Compassion Terhadap Kontrol Diri Anak yang Berkonflik Dengan Hukum I Kadek Darmo Suputra; Yusti Probowati Rahayu; Ktut Dianovinina
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.8218

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of self-compassion training on self control in students at Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. The research method used in this study is a combined method (mix method) between quantitative and also qualitative. The research participants were two people aged 15 years and 17 years with cases of violence and murder at the Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Data collection is done by interviewing, observing, and also self-report through filling in the self-control scale and self-compassion scale. This study uses the experimental design of single case experiment design. Quantitative data analysis in this study uses trend analysis. Analysis of qualitative data is carried out in several stages such as data reduction, presentation, data, and verification. The results of data analysis showed that self-compassion training had different effects on both participants. Self-compassion training can improve self control in one participant. The implication of this study is that forensic psychologists should provide self-compassion training with a longer duration for students at Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. In addition, forensic psychologists should combine self-compassion training with other interventions according to the characteristics of participants. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan self-compassion terhadap kontrol diri pada anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan (mix method) antara kuantitatif dan juga kualitatif. Partisipan penelitian berjumlah dua orang yang berusia 15 tahun dan 17 tahun dengan kasus kekerasan dan pembunuhan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan juga self-report melalui pengisian skala kontrol diri dan skala self-compassion. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen single case experiment design. Analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan trend analysis. Analisis data kualitatif dilakukan dengan beberapa tahapan seperti reduksi data, penyajian, data, dan verifikasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelatihan self-compassion memiliki pengaruh yang berbeda pada kedua partisipan. Pelatihan self-compassion mampu meningkatkan kontrol diri pada salah satu partisipan. Implikasi dari penelitian ini yaitu psikolog forensik sebaiknya memberikan pelatihan self-compassion dengan durasi waktu yang lebih lama untuk anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Selain itu, psikolog forensik sebaiknya mengkombinasikan pelatihan self-compassion dengan intervensi lain sesuai dengan karakteristik partisipan.
Progressive Muscle Relaxation sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Psikologis Lansia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 (Desain Eksperimental Kasus Tunggal) I Kadek Darmo Suputra
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.449 KB) | DOI: 10.25078/jyk.v5i1.835

Abstract

Lansia dengan diabetes melitus tipe 2 cenderung memiliki kesehatan psikologis kurang baik yang ditandai dengan adanya kecemasan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan psikologis lansia dengan diabetes melitus tipe 2 yaitu dengan latihan progressive muscle relaxation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation pada peningkatan kesehatan psikologis lansia dengan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental kasus tunggal. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Partisipan penelitian merupakan seorang lansia laki – laki dengan diabetes melitus tipe 2 yang berusia 60 tahun. Progressive muscle relaxation diberikan 4 kali pertemuan selama 1 bulan dengan durasi 15 – 20 menit per pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progressive muscle relaxation memiliki dampak positif terhadap kesehatan psikologis khususnya tingkat kecemasan lansia dengan diabetes melitus tipe 2. Progressive muscle relaxation yang dilakukan secara terus menerus akan sangat bermanfaat pada kesehatan fisik dan juga kesehatan psikologis khususnya menurunkan tingkat kecemasan lansia dengan diabetes melitus tipe 2.
Pengaruh Hatha Yoga Terhadap Kesejahteraan Psikologis Anak - Anak Anggota Sanggar Samirata I Kadek Darmo Suputra; Made G. Juniartha
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai permasalahan tidak terkecuali pada aspek psikologis anak-anak anggota Sanggar Samirata. Keterbatasan ruang gerak anak-anak menyebabkan eksplorasi diri anak cenderung kurang sehingga menimbulkan permasalahan dalam hal kesejahteraan psikologis anak. Banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan aktivitas fisik seperti hatha yoga dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hatha yoga terhadap kesejahteraan psikologis anak -anak anggota Sanggar Samirata. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan one group pretest posttest design. Sampel penelitian berjumlah 23 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpul data menggunakan psychological well-being scale yang berjumlah 18 aitem dengan nilai koefisien realibilitas sebesar 0.704. Intervensi hatha yoga diberikan sebanyak 16 kali pertemuan. Setiap minggu diberikan 2 kali latihan hatha yoga dengan durasi waktu 2 jam setiap pertemuan. Intervensi hatha yoga diberikan oleh instruktur yoga yang memiliki kompetensi dibidangnya. Uji beda paired sample t test digunakan dalam analisis data. Hasil uji beda pada penelitian ini menunjukkan nilai t sebesar -3,202 dengan signifikansi 0,004 (P < 0,05). Hal ini berarti ada pengaruh hatha yoga terhadap kesejahteraan psikologis anak-anak anggota Sanggar Samirata.