Vida Handayani, Vida
Universitas Kristen Maranatha, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengabdian Multidisiplin

Peran Pelatihan Self Regulation Terhadap Kemampuan Mahasiswa Mengatasi Rintangan Akademik Meilani Rohinsa; Vida Handayani
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.259 KB) | DOI: 10.51214/japamul.v1i3.173

Abstract

Mahasiswa sebagai komponen utama bangsa dalam menghadapi Era Society 5.0 diharapkan mampu untuk berinovasi dan memiliki kreativitas dalam menghadapi berbagai tantangan. Penting agar mahasiswa dapat berkembang sebagai sosok yang memiliki kemampuan menghadapi segala rintangan, termasuk rintangan akademik, terutama dimasa pandemi seperti saat ini. Rintangan yang dihadapi mahasiswa termasuk didalamnya adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi rutinitas keseharian mereka. Rintangan yang muncul dapat menghambat upaya mahasiswa untuk mencapai tujuan yang sudah ia tetapkan. Mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan untuk mengatasi rintangan yang muncul dalam menjalankan aktivitas akademik sehari-hari (academic buoyancy). Hal ini dapat dicapai melalui pelatihan regulasi diri. Pelatihan regulasi diri yang diberikan kepada mahasiswa menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan mahasiswa memiliki academic buoyancy yang berbeda dibandingkan sebelum mereka mengikuti pelatihan. Pelatihan yang diberikan dinilai mampu untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengatasi rintangan akademik.
Penyuluhan Good Character, Good Impact Di Desa Cipanjalu Rusli, Kent Indrawan; Handayani, Vida
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/japamul.v3i2.669

Abstract

Anak usia dini merupakan masa perkembangan pada akhir masa bayi hingga usia 5-6 tahun. Masa perkembangan ini merupakan masa golden age, dimana terjadi perkembangan otak, fisik, dan kepribadian secara maksimal. Untuk menunjang perkembangan pada masa golden age anak, pendidikan karakter menjadi hal penting. Pendidikan karakter merupakan usaha yang dilakukan secara sengaja atau secara sadar, yang dapat berguna memahami, peduli, dan melaksanakan nilai-nilai etika. Agar pendidikan karakter dapat diterapkan pada anak usia dini dengan baik, pendidikan karakter tidak dilakukan pada pendidikan formal saja, namun orang tua juga harus menjadi pelaku utama dalam mengembangkan pendidikan karakter anak-anaknya. Diketahui jika orang tua anak usia dini di Desa Cipanjalu ingin jika anak-anaknya memiliki karakter yang baik. Rendahnya tingkat pendidikan orang tua di Desa Cipanjalu membuat mereka kebingungan, bagaimana cara mendidik dan membangun karakter anak. Berdasarkan permasalahan ini, dapat disimpulkan bahwa orang tua dan guru di Desa Cipanjalu membutuhkan edukasi mengenai pendidikan karakter dan unsur karakter yang harus dimiliki anak usia dini. Berdasarkan kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan, tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (Sig. (2-tailed) 0.418 > 0.05). Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan setelah dan sebelum penerapan penyuluhan Good Character, Good Impact di Desa Cipanjalu.