kurnaengsih
Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE URGENCY OF IMPLEMENTATION OF MULTICULTURAL EDUCATION IN SCHOOL IN ISLAMIC EDUCATION PERSPECTIVE (URGENSI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM) Kurnaengsih, Kurnaengsih
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1, March (2019): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.776 KB) | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v5i1.96

Abstract

This article aims to explore the urgency of implementation of multicultural education in school in perspective of islamic education. Indonesia simply can be called the multicultural society. Multicultural education is a process of cultivating a way of life to respects, sincere, and tolerant to cultures diversities that live in the midst of a pluralistic society. The implementation of multicultural education does not have to change the curriculum. Multicultural education lessons can be integrated into other subjects. It's just that guidance is needed for teachers to implement it. Multicultural education is expected to be the best solution in handling the diversity that exists, be it culture, religion, ethnicity, and so on by cultivating a spirit of respect for different things. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi urgensi implementasi pendidikan multikultural di sekolah dalam perspektif pendidikan Islam. Indonesia secara sederhana dapat disebut sebagai masyarakat multikultural. Pendidikan multikultural merupakan proses penanaman cara hidup menghormati, tulus dan toleran terhadap keragaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural. Adapun pelaksanaan pendidikan multikultural tidaklah harus merubah kurikulum. Pelajaran pendidikan multikultural dapat terintegrasi pada mata pelajaran lainnya. Hanya saja diperlukan pedoman bagi guru untuk menerapkannya. Pendidikan multikultural diharapkan mampu menjadi solusi terbaik dalam menangani keragaman yang ada, baik itu budaya, agama, etnis, dan sebagainya dengan cara menumbuhkan semangat penghargaan terhadap hal yang berbeda.
KONSEP SEKOLAH ISLAM TERPADU, (Kajian Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia) Kurnaengsih, M.Ag .
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2015): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v2i1.14

Abstract

Munculnya Sekolah-sekolah Islam Terpadu merupakan respon atas ketidakpuasan terhadap Sistem Pendidikan Nasional yang dianggap tidak mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman, khususnya yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem pendidikan nasional dianggap gagal membentuk moral para siswa dan melindungi mereka dari penggunaan obat-obat terlarang, pergaulan bebas, dan kenakalan. Kekhawatiran seperti ini terutama menyebabkan orang-orang kota yang secara langsung menyaksikan pengaruh negatif dari modernisasi dan globalisasi. Hal itu juga dipengaruhi oleh adanya kesadaran sebagian kalangan Muslim mengenai perlunya menggabungkan antara ilmu pengetahuan umum dengan pendekatan Islam.
KONSTRUKSI SYARIAH DAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PEREMPUAN Kurnaengsih, M.Ag .
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2106): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v3i1.22

Abstract

Problem yang perlu ditegaskan dalam tulisan ini yaitu, bahwa pemahaman dan interpretasi yang salah dari sebagian kalangan dalam mendiskripsikan hak-hak perempuan dan kewajibannya, adalah sisi lain dari rentannya penodaan dan klaim Islam biang keladi dan legetimator tindakan diskriminasi terhadap perempuan. Tulisan ini melihat perlunya meluruskan kesalahpahaman dalam interpretasi-interpretasi tentang ajaran Islam terutama menyangkut pembahasan tentang relasi perempuan dengan kaum laki laki serta menempatkan relasi tersebut secara proporsional berdasarkan konteks materi Khutbah (pidato) haji Wada’ Nabi Muhammad Saw, yang dipandang sebagai Deklarasi Universal Islam tentang Hak Asasi Manusia (DUIHAM). Berdasar DUIHAM ini, penulis memahami bahwa Islam adalah benar-benar tidak diskriminatif terhadap perempuan, sekaligus sebagai manifestasi dari makna aktualisasi HAM.
HAKEKAT BELAJAR DALAM PANDANGAN PIAGET kurnaengsih; latifatul Masruroh
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.231 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v1i1.7

Abstract

belajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manusia. Piaget menjelaskan bahwa apabila suatu informasi (pengetahuan) baru dikenalkan kepada seseorang dan pengetahuan itu cocok dengan skema/skemata (sruktur kognitif) yang telah dimilikinya maka pengetahuan itu akan diadaptasi melalui proses asimilasi dan terbentuklah pengetahuan baru. Sedangkan, apabila pengetahuan baru yang dikenalkan itu tidak cocok dengan struktur kognitif yang sudah ada maka akan terjadi disequilibrium, kemudian struktur kognitif tersebut direstrukturisasi kembali agar dapat disesuaikan dengan pengetahuan baru atau terjadi equilibrium, sehingga pengetahuan baru tersebut dapat diakomodasi dan selanjutnya diasimilasikan menjadi pengetahuan skemata baru.
LAYANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENANGANAN KASUS BULLYING di SMP NEGERI 4 SINDANG (Studi Kasus Siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Sindang Indramayu) kurnaengsih; Della Oviany
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.354 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v1i2.17

Abstract

Layanan guru bimbingan dan konseling merupakan upaya preventif agar siswa tidak berada di jalan yang salah, siswa-siswi yang mempunyai masalah tidak bisa mengentaskan masalahnya sendiri, mereka membutuhkan sosok yang dapat membantu dalam pengentasan masalahnya, terutama kasus bullying. Maraknya kasus bullying yang terjadi dikalangan siswa termasuk di SMP Negeri 4 Sindang. Salah satu identifikasi faktor kasus tersebut adalah keberagaman latarbelakang siswa yang satu dengan lainnya, idealnya semua siswa harus menghargai perbedaan tersebut supaya terciptanya proses belajar yang kondusif dan nyaman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, layanan guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 4 Sindang yaitu menggunakan layanan responsif. Layanan yang diberikan segera dan bersifat kuratif, layanan responsif yang diterapkan seperti layanan konseling kelompok, konsultasi, home visit, alih tangan kasus. Adapun layanan guru bimbingan dan konseling dalam penanganan kasus bullying menggunakan konseling individu atau konseling kelompok yang dilakukan dengan lima tahap yaitu wawancara terhadap korban bullying pelaku bullying maupun saksi mata, analisis kasus, pemberian layanan, tindak lanjut, pemantauan.
Pengaruh Pembelajaran Mahfuzhat Terhadap Akhlak Santri (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum Terisi Indramayu) Rizkiyah, Uni Khoerotun; Kurnaengsih, Kurnaengsih; Rosyad, Ali Miftakhu
Journal Islamic Pedagogia Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v4i1.106

Abstract

Pembelajaran tidak hanya mengandalkan rasio belaka tanpa menggunakan pendekatan kepada Allah SWT, yakni pendekatan akhlak, etika dan moral yang baik. Karena esensi pendidikan adalah memanusiakan manusia maka dalam membentuk karakter santri maupun peserta didik lainnya harus membangun karakter bukan hanya membentuk dari segi keilmuan yang didapatnya saja tetapi santri maupun peserta didik lain harus dapat mengaplikasikan ilmu tersebut agar hasil belajar mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan realitas diatas, peneliti berusaha untuk bisa menetahui Pengaruh Pembelajaran Mahfuzhat Terhadap Akhlak Santri. Sehingga dalam kaitanya dengan peneliti ini, peneliti dapat merumuskan masalah yang akan dikaji dalam penyusunan skripsi ini. Pertama Bagaimana pelaksanaan pembelajaraan Mahfuzhat di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum?. Bagaimana Pengaruh Pembelajaran Mahfudzhat Terhadap Akhlak Santri? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman pelaksanaan pembelajaran Mahfuzhat di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum dan akhlak santri, selain itu penelitan ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pembelajaran Mahfuzhat dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum Terisi. Sehingga dapat diperoleh persentase sejauh mana pembelajaran Mahfuzhat ini berpengaruh terhadap akhlak santri dalam kehdupan sehari-hari. Adapun jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif sedangkan metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode korelasional, sehingga akan diperoleh hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Subjek dalam peneltan ini adalah santri kelas 1 SMP yaitu sebanyak 40 orang. Alasan penulis mengambil sampel di kelas tersebut karena materi pembelajaran dikelas tersebut lebih mudah untuk dipahami. Dalam penelitian ini penulis menganalisis data menggunakan Melalui nilai rtabel Product Moment dengan nilai N=40 dapat diinterpretasikan pada taraf signifikasi 5% sebesar 0.312. Jadi 0.507 > 0.312 dengan membandingkan besarnya rxy dengan rtabel maka dapat diinterpretasikan bahwa rxy > rtabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kegiatan pembelajaran Mahfuzhat dengan akhlak santri. Dari perhitungan koefesien determinasi di atas, diketaui nilai koefesien determinasi sebesar 25%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X (pembelajaran Mahfuzhat) mempengaruhi atau memberi kontribusi terhadap variabel Y (akhlak santri) sebesar 25%. Adapun sisanya adalah faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi akhlak santri dan hal itu tidak diteliti oleh penulis.