Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Menjembatani Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Irfan Sanusi Sanusi, Irfan
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 4, No 13 (2009): Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jid.v4i13.400

Abstract

The quantitative method of research inspired by August Comte in his Philosophy of Positivism, is contradictory with the qualitative method of research which is one of the methods elaborated and derived from  rationalism. I suggest that quantitative research  models– descriptive model, correlation, experiment and quasi-experiment – should be placed on the grand theory as well as the the social context, or to follow the logic of qualitative method, so that  research invention is inseparable from the grand situation. In light of this view, I  suggest that the  two contradictory methods of research be combined.
Pemikiran Muthahhari tentang Manusia Masa Depan sebagai Subyek Dakwah Sanusi, Irfan
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jid.v6i1.328

Abstract

This paper departed from Muthahhari’s statement that human nature in Islam is paradoxical creatures. In itself there are good qualities and have a tendency to go towards the truths and sacred entities, and the nature of evil as well. All of this is the potential of the human being and should establish itself to become a more perfect self. In view Muthahhari, man as the vicegerent of Allah on earth and as the preaching subjects in which have the nature of God confess, free reliable. Humans as subjects of da’wah initiated the tendency towards good and evil, with their capacity that is not limited, having a whole and instinctive dignity, human driving motivation in many ways is not only material but is transcendent (divine) that finally can freely make use of the grace and gifts bestowed him that will shape the future humans as subjects propaganda bright, awakened, has theistic and spiritual freedom and not experiencing alienation of the self, the world and God.
Membedah Diskursus dan Berkreasi dalam Ranah Pluralitas: Rereading Arkeologi Pengetahuan Sanusi, Irfan
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 5, No 15 (2010): Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jid.v5i15.430

Abstract

Archaeology tries to define not the thoughts, representations, images, themes, preoccupations that are concealed or revealed in discourses; but those discourses themselves, those discourses as practices obeying certain rules. (Michel Foucault)Archaeology tries to define not the thoughts, representations, images, themes, preoccupations that are concealed or revealed in discourses; but those discourses themselves, those discourses as practices obeying certain rules. (Michel Foucault)
Peran Pemberdayaan Masyarakat Melalui LPPM Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat wahyudi, ahmad; Rifa’i, A Bachrun; Sanusi, Irfan
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 9, No 1 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i1.24357

Abstract

Umat Islam di Indonesia menghadapi sejumlah persoalan, salah satunya adalah pada bidang ekonomi. Oleh karena itu, LPPM BAZNAS Jawa Barat membuat salah satu program dalam rangka pemberdayaan zakat melalui program Madani, program yang lebih menekankan aspek kemandirian dan pengembangan potensi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi pemberdayaan, tahapan-tahapan dan hasil pemberdayaan dalam Program Madani. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Program Madani ini berhasil dalam meningkatkan kualitas ekonomi mustahik melalui berbagai cara yang dilakukan pihak LPPM BAZNAS Jawa Barat yakni pengembangan sumber daya manusia, kelembagaan dan pengadaan fasilitas penunjang. Kemudian terpenuhi dengan baik proses tahapan mulai dari social mapping, pemberkasan, inkubasi pra Usaha, input aset produktif, dan monitoring program Madani. Hasil Program Madani dapat dilihat adanya perubahan dalam diri mustahik, perbaikan ekonomi mustahik dan mustahik lebih produktif dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dapat menjadikan mustahik lebih berdaya.
Strategi Pemberdayaan Melalui Program PAMSIMAS dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Rahmah, Azlia; Sanusi, Irfan
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 10 No. 3 (2025): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v10i3.49775

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek penting, upaya-upaya, dan program strategi melalui Program PAMSIMAS di Kampung Sekejengkol. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Asset Based Community Development (ABCD). Teori Mardikanto dan Subianto menjelaskan bahwa strategi pemberdayaan mempunyai aspek penting, upaya-upaya dan program strategi pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan ini menghasilkan perubahan yang signifikan, keberhasilan program didukung oleh motivasi kuat yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih, peran aktif pengurus, koordinasi dengan pemerintah desa, dan keterlibatan masyarakat. Kata Kunci : Strategi Pemberdayaan; Kesehatan Masyarakat; PAMSIMAS ABSTRACT This study aim to analyze the key aspects, efforts, and program strategies implemented through the PAMSIMAS Program in Sekejengkol village. The research employs a qualitative approach using the Asset Based Community Development (ABCD) method. According to Mardikanto and Subianto, empowerment strategies consist of essential aspects, efforts, and community empowerment programs. The findings indicate that these empowerment activities have brought significant changes, with program success supported by strong motivation arising from the community’s long experience in facing clean water crises, the active role of program managers, coordination with the local village government and community participation. Keywords : Empowerment strategy; Public Health; PAMSIMAS
Peran Pemberdayaan Masyarakat Melalui LPPM Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat wahyudi, ahmad; Rifa’i, A Bachrun; Sanusi, Irfan
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i1.24357

Abstract

Umat Islam di Indonesia menghadapi sejumlah persoalan, salah satunya adalah pada bidang ekonomi. Oleh karena itu, LPPM BAZNAS Jawa Barat membuat salah satu program dalam rangka pemberdayaan zakat melalui program Madani, program yang lebih menekankan aspek kemandirian dan pengembangan potensi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi pemberdayaan, tahapan-tahapan dan hasil pemberdayaan dalam Program Madani. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Program Madani ini berhasil dalam meningkatkan kualitas ekonomi mustahik melalui berbagai cara yang dilakukan pihak LPPM BAZNAS Jawa Barat yakni pengembangan sumber daya manusia, kelembagaan dan pengadaan fasilitas penunjang. Kemudian terpenuhi dengan baik proses tahapan mulai dari social mapping, pemberkasan, inkubasi pra Usaha, input aset produktif, dan monitoring program Madani. Hasil Program Madani dapat dilihat adanya perubahan dalam diri mustahik, perbaikan ekonomi mustahik dan mustahik lebih produktif dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dapat menjadikan mustahik lebih berdaya.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK): Studi Asset Based Community Development di Desa Sundawenang, Kec. Salawu, Kab. Tasikmalaya Zaelani Mulya, Asep; Sanusi, Irfan; Atin Marfuah, Lukluk
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 10 No. 4 (2025): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v10i4.45783

Abstract

Kesejahteraan sosial dianggap sebagai suatu kondisi di mana kebutuhan material, spiritual, dan sosial dari setiap warga negara terpenuhi, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang layak dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi diri. Kesejahteraan sosial merupakan isu kompleks yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah telah menyediakan berbagai program kesejahteraan sosial, namun umumnya program ini sering kali hanya bersifat konsumtif tanpa adanya upaya untuk memandirikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip, pendekatan serta strategi pemberdayaan masyarakat yang diterapkan lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kemandirian masyarakat di Desa Sundawenang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Landasan teori mangacu pada teori pemberdayaan masyarakat menurut Hasdiansyah (2023:5), sebuah proses suatu individu, kelompok atau komunitas yang diberikan kesempatan dalam meningkatkan kontrol, partisipasi dan kualitas hidup mereka. Masyarakat didorong untuk aktif terlibat dalam pengambilan keputusan, pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengatasi masalah mereka sendiri, serta diberikan akses dan kendali atas sumber daya yang mendukung perkembangan ekonomi dan sosial mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Asset Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada identifikasi dan optimalisasi potensi lokal sebagai dasar dalam proses pemberdayaan. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif yang berfokus pada bagaimana individu/kelompok membangun pemahaman tentang dunia melalui interaksi sosial dan pengalaman pribadi. Kemudian data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKK di Desa Sundawenang menerapkan prinsip pemberdayaan berbasis partisipasi aktif, kemandirian, kesetaraan, dan keberlanjutan. Pendekatan yang digunakan menggabungkan kebijakan desa (top-down) dengan inisiatif masyarakat (bottom-up), sehingga menciptakan dinamika pemberdayaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Strategi pemberdayaan yang diterapkan mencakup pelatihan keterampilan ekonomi, penguatan kapasitas perempuan, edukasi kesehatan, serta peningkatan akses terhadap layanan sosial. Program pemberdayaan ini berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, penguatan kemandirian ekonomi, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam pembangunan desa.
Intoleransi Keagamaan dalam Framing Surat Kabar Kompas Muhaemin, Enjang; Sanusi, Irfan
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 3 No. 1. June (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5034

Abstract

Indonesia is known as a multi-religious country in which there are various religions. United in diversity, and harmony in diversity becomes a key word that can no longer be contested. The intolerant attitude of any religious group can be a trigger for conflict which endangerthe integrity of the NKRI. This study aims to determine the framing of the Kompas newspaper in discussing and packaging the discourse of religious intolerance and religiosity in Indonesia. This research method uses Robert N. Entman's framing analysis, which focuses the study on the prominence of the framework of thought, perspective, concepts, and claims of media interpretation in interpreting the object of discourse. Research is expected to be able to stimulate the public to be more critical in understanding the various news constructed by journalists. The results showed that Kompas defined the problem of religious intolerance and diversity in Indonesia as a matter of religion, social, political, educational, and nationalism. However, Kompas generally defines it as a matter of understanding religion and weakening the attitude of nationalism. Kompas news considers the source of the cause to be more dominant because of superficial, partial, and little religious understanding. Kompas concludes that intolerance is a serious threat that could endanger the NKRI. The recommendations offered include the government being demanded to be assertive, fast, and not political. Religious leaders are recommended to build dialogical communication in an intense and continuous manner, and educate the public to always raise awareness of deep, moderate, and not extreme religiosity.Indonesia dikenal sebagai negara multiagama yang di dalamnya terdapat beragam agama. Bersatu dalam keragaman, dan harmoni dalam perbedaan menjadi kata kunci yang tak bisa lagi diganggu gugat. Sikap intoleran dari kelompok penganut agama manapun bisa menjadi pemicu konflik yang membahayakan keutuhan NKRI. Penelitian ini tujuan mengetahui pembingkaian surat kabar Kompas dalam mengupas dan mengemas wacana intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan analisis framing Robert N. Entman, yang memokuskan kajian pada penonjolam kerangka pemikiran, perspektif, konsep, dan klaim penafsiran media dalam memaknai objek wacana. Penelitian diharapkan mampu menstimuli masyarakat untuk kian kritis dalam memahami beragam berita yang dikonstruksi wartawan. Hasil penelitian menunjukkan, Kompas mendefinikan masalah intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia sebagai masalah agama, sosial, politik, pendidikan, dan nasionalisme.  Namun Kompas umumnya lebih mendefinisikan sebagai masalah pemahaman agama dan melemahnya sikap nasionalisme.  Berita-berita Kompas menganggap sumber penyebabnya lebih dominan karena pemahaman agama yang dangkal, parsial, dan tidak mendalam. Kompas menyimpulkan intoleransi merupakan ancaman serius yang bisa membahayakan NKRI. Rekomendasi yang ditawarkan  di antaranya pemerintah dituntut tegas, cepat, dan tidak berbau politis.  Para tokoh agama direkomendasikan membangun komunikasi dialogis secara intens dan kontinyu, dan mendidik masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran keberagamaan yang mendalam, moderat, dan tidak ekstrem.