Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dakwah Digital Akademisi Dakwah Enjang Muhaemin
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 11, No 2 (2017): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Terakreditasi Sinta 2)
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v11i2.1906

Abstract

Dakwah field in cyberspace requires the da'i, who in addition to the depth of Islamic science, broad insight kedakwahannya, also has the technical ability of internet usage is qualified. Researchers interested in studying how da'i academic da'i done in cyberspace. The subject of this research is the da'i of academics at Faculty of Da'wah and Communication UIN Bandung. The method used is descriptive analysis, which describes systematically facts or certain characteristics factually and meticulously. The theoretical perspective used is the theory of symbolic interaction. The results showed that the understanding of academicians to the internet as a medium of da'wah can be said relatively good enough. However, the level of mastery is relatively minimal, coupled with considerable obstacles resulted in low activity of academic da'i in utilizing the internet as da'wah. To improve effectiveness, integrated training is needed, availability of network access and adequate infrastructure, reward and punishmnet, exemplary, and the need to establish a separate institution with professional and forward-looking managers.Medan dakwah di dunia maya mensyaratkan para da’i, yang selain mendalam ilmu keislamannya, luas wawasan kedakwahannya, juga memiliki kemampuan teknis penggunaan internet yang mumpuni. Peneliti tertarik mengkaji bagaimana dakwah da’i akademisi dilakukan di jagat maya. Subyek penelitian ini adalah para da’i akademisi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung. Metode yang digunakan deskriptif analisis, yang melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik tertentu secara faktual dan cermat. Perspektif teoretis yang digunakan adalah teori interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman da’i akademisi terhadap internet sebagai media dakwah dapat dikatakan relatif cukup baik. Namun, tingkat penguasaan yang relatif minim, ditambah dengan kendala yang cukup besar berakibat pada rendahnya aktivitas para da’i akademisi di dalam memanfaatkan internet sebagai dakwah. Untuk meningkatkan efektivitas, dibutuhkan pelatihan terpadu, ketersediaan akses jaringan dan infrastruktur memadai, pemberian reward dan punishmnet, adanya keteladanan, dan perlu dibentuknya lembaga tersendiri dengan pengelola yang profesional dan berwawasan ke depan.
The Da'wah of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah in Social Media of Facebook Dadan Suherdiana; Enjang Muhaemin
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 2 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Accreditated of Sinta 2)
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v12i2.6176

Abstract

The high number of social media users in Indonesia raises opportunities for various parties to use it. Not only for business, politics and campaign, but also for Islamic purposes. The two largest Islamic organizations in Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah, also use facebook social media as a medium of propaganda. The research aims to find out the propaganda of NU and Muhammadiyah on facebook social media, both related to the missionary strategy and related to the portrait of the second da'wah of the largest religious organization in Indonesia. This study uses a qualitative approach, with data collection techniques carried out by literature study and observing both da'wah on the Facebook network. The data used in this study is qualitative data which is based on literature review and analysis of the two media Facebook organizations. The research resulted in a conclusion that the NU and Muhammadiyah da'wah strategies on facebook social media generally still use a normative pattern. Da'wah messages have not been creatively packaged, and generally still lack innovation. Da'wah material is still struggling in the area of aqeedah, morals and muamalah. Current issues that require study and solutions from an Islamic perspective are still relatively limited. Tingginya pengguna media sosial di Indonesia memunculkan peluang berbagai pihak untuk memanfaatkannya. Bukan hanya untuk bisnis, politik, dan kampanye semata, tetapi  juga untuk syiar Islam. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, juga memanfaatkan media sosial facebook sebagai media dakwah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dakwah NU dan Muhammadiyah di media sosial facebook, baik terkait dengan strategi dakwah maupun terkait potret dakwah kedua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan melakukan pengamatan terhadap dakwah keduanya di jejaring facebook. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data kualitatif yang berpijak dari kajian pustaka dan analisis terhadap media facebook kedua organisasi tersebut. Penelitian menghasilkan simpulan bahwa strategi dakwah NU dan Muhammadiyah di media sosial facebook umumnya masih mengguinakan pola normatif. Pesan-pesan dakwah belum dikemas secara kreatif, dan umumnya masih minim inovasi. Materi dakwah masih berkutat di wilayah akidah, akhlak dan muamalah. Isu-isu kekinian yang membutuhkan kajian dan solusi dari perspektif keislaman masih relatif terbatas.
Motif dan Makna Berjilbab Mahasiswi Komunikasi Universitas Tadulako Palu Sitti Murni Kaddi; Enjang Muhaemin
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 4, No 1 (2020): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v4i1.8652

Abstract

This research-based paper aims to find out the motives and meanings of wearing headscarves by the students of Communication Studies at the Faculty of Social and Political Sciences, Tadulako University, Palu. The study uses qualitative research methods, with in-depth interview techniques, and observation, to explore the motives and veiled meanings of the female students. The research uses a phenomenological approach. The results of the study concluded two things. First, the causes of female students wearing headscarves are divided into two, namely the motives of the past and the motives of the future. Purposes of the past are encouraged because of encouragement and advice from parents and family, as well as shar' i motifs based on obligations established by Islam. The future motives underlying the female students to wear the veil are divided into the motivation of wanting to avoid bad things, wanting to control behavior, and wanting to be appreciated. Second, related to self-meaning, the students who wear the hijab interpret it as proof of love for God, and as a service to both parents.Tulisan berbasis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif dan makna pemakaian jilbab yang dilakukan para mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tadulako Palu. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam, dan observasi,  dengan tujuan menggali motif, dan makna berjilbab para mahasiswi. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menyimpulkan dua hal. Pertama, motif mahasiswi memakai jilbab  terbagi menjadi dua, yaitu motif masa lalu dan motif masa depan. Motif masa lalu didorong karena dorongan dan nasehat dari orang tua dan keluarga, serta motif syar’i yang didasarkan pada kewajiban yang ditetapkan Islam. Adapun motif masa depan yang mendasari mahasiswi menggunakan jilbab terpilah pada motif ingin menghindari hal-hal buruk, ingin mengontrol tingkah laku, dan ingin dihargai. Kedua, berkaitan dengan makna diri,  para mahasiswi pemakai jilbab memaknainya sebagai bukti sayang kepada Allah, dan sebagai bakti kepada kedua orang tua.
Komunikasi Wartawan dalam Reportase konflik Agama Enjang Muhaemin; Dono Darsono
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v5i2.15026

Abstract

This study aims to explore the meaning and motives of journalists in reporting on religious conflicts and explore journalists' views on the root causes and solutions of religious disputes. This study uses a qualitative approach; the considerations are expected to produce descriptive data, both written, oral, and the behavior of journalists in reporting. The results show that journalists generally interpret religious conflicts as enjoyable, meaningful, and sensitive events. The motives of journalists to report on religious conflicts are more in the interest of documenting newsworthy events, placing problems in a balanced way, and straightening out information confusion in the community. The causes of conflict occur due to differences in perspectives, misunderstandings, intolerance, excessive fanaticism, weak legal umbrella, government indecision, immature religious understanding, the inability of religious leaders to suppress mass emotions, and the presence of certain interested parties. The conflict solution that must be carried out is the existence of a clear and firm legal settlement umbrella and the importance of dialogue in policy formulation..
Intoleransi Keagamaan dalam Framing Surat Kabar Kompas Enjang Muhaemin; Irfan Sanusi
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5034

Abstract

Indonesia is known as a multi-religious country in which there are various religions. United in diversity, and harmony in diversity becomes a key word that can no longer be contested. The intolerant attitude of any religious group can be a trigger for conflict which endangerthe integrity of the NKRI. This study aims to determine the framing of the Kompas newspaper in discussing and packaging the discourse of religious intolerance and religiosity in Indonesia. This research method uses Robert N. Entman's framing analysis, which focuses the study on the prominence of the framework of thought, perspective, concepts, and claims of media interpretation in interpreting the object of discourse. Research is expected to be able to stimulate the public to be more critical in understanding the various news constructed by journalists. The results showed that Kompas defined the problem of religious intolerance and diversity in Indonesia as a matter of religion, social, political, educational, and nationalism. However, Kompas generally defines it as a matter of understanding religion and weakening the attitude of nationalism. Kompas news considers the source of the cause to be more dominant because of superficial, partial, and little religious understanding. Kompas concludes that intolerance is a serious threat that could endanger the NKRI. The recommendations offered include the government being demanded to be assertive, fast, and not political. Religious leaders are recommended to build dialogical communication in an intense and continuous manner, and educate the public to always raise awareness of deep, moderate, and not extreme religiosity.Indonesia dikenal sebagai negara multiagama yang di dalamnya terdapat beragam agama. Bersatu dalam keragaman, dan harmoni dalam perbedaan menjadi kata kunci yang tak bisa lagi diganggu gugat. Sikap intoleran dari kelompok penganut agama manapun bisa menjadi pemicu konflik yang membahayakan keutuhan NKRI. Penelitian ini tujuan mengetahui pembingkaian surat kabar Kompas dalam mengupas dan mengemas wacana intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan analisis framing Robert N. Entman, yang memokuskan kajian pada penonjolam kerangka pemikiran, perspektif, konsep, dan klaim penafsiran media dalam memaknai objek wacana. Penelitian diharapkan mampu menstimuli masyarakat untuk kian kritis dalam memahami beragam berita yang dikonstruksi wartawan. Hasil penelitian menunjukkan, Kompas mendefinikan masalah intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia sebagai masalah agama, sosial, politik, pendidikan, dan nasionalisme.  Namun Kompas umumnya lebih mendefinisikan sebagai masalah pemahaman agama dan melemahnya sikap nasionalisme.  Berita-berita Kompas menganggap sumber penyebabnya lebih dominan karena pemahaman agama yang dangkal, parsial, dan tidak mendalam. Kompas menyimpulkan intoleransi merupakan ancaman serius yang bisa membahayakan NKRI. Rekomendasi yang ditawarkan  di antaranya pemerintah dituntut tegas, cepat, dan tidak berbau politis.  Para tokoh agama direkomendasikan membangun komunikasi dialogis secara intens dan kontinyu, dan mendidik masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran keberagamaan yang mendalam, moderat, dan tidak ekstrem.
SIKAP AKADEMISI DAKWAH TERHADAP INTERNET SEBAGAI MEDIA DAKWAH Moch Fakhruroji; Enjang Muhaemin
Jurnal Sosioteknologi Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2017.16.1.7

Abstract

Popularitas Internet sebagai media telah membuka babak baru dalam aktivitas komunikasi, tidak terkecuali dalam aktivitas komunikasi keagamaan seperti dakwah dan sejenisnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian umat Islam masih memandang negatif Internet, namun sebagian yang lainnya justru melihat Internet sebagai peluang baru bagi aktivitas dakwah. Dengan menggunakan studi kasus, tulisan ini mengungkap pandangan dan sikap akademisi ilmu dakwah di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung terhadap Internet sebagai media dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dan sikap mereka dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori; pertama, optimistik-progresif, yakni memandang internet sebagai media mutakhir yang sangat strategis untuk dimanfaatkan sebagai media dakwah di era global; kedua, optimistik-suportif yakni memandang positif tentang pentingnya internet sebagai media dakwah dan dalam batas kemampuannya berupaya memanfaatkan internet sebagai media penting untuk dakwah; dan ketiga, optimistik-pasif, yakni memiliki optimisme terhadap internet sebagai media dakwah namun masih belum tergerak untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan internet sebagai media dakwah.
Pengalaman Wartawan Peliput Kericuhan Aksi Demo RUU KUHP Siti Khumayah; Moch Fakhruroji; Enjang Muhaemin
Reputation: Jurnal Hubungan Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/reputation.v3i1.2374

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemahaman wartawan peliput kericuhan demo RUU KUHP, kemudian wartawan dalam memaknai peliputan tersebut beserta pengalamannya. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dari Alfred Schutz dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa wartawan peliput kericuhan aksi demo RUU KUHP di Bandung menjadi pusat perhatian masyarakat. Sebagian wartawan menilai kejadian hal tersebut adanya oknum yang tidak bertanggung jawab dan juga adanya provokator yang memanfaatkan keadaan. Peliputan ini banyak risiko yang dihadapkan kepada wartawan. Banyak hambatan yang dialami oleh wartawan. Wartawan masih banyak yang terintimidasi dalam bertugas seperti ancaman, dan kata-kata kasar. Kericuhan ini menjadi senjata untuk wartawan, dan harus tahu etika dalam peliputan seperti mengetahui aturan peliputan aksi demo, dan mendeskripsikan tulisan sesuai kaidah juralistik. The purpose of this study is to determine the understanding of journalists who cover the riots of the Criminal Code Bill, then journalists interpret the coverage and their experiences. This study uses the phenomenological method of Alfred Schutz and a qualitative approach. The results showed that journalists covering the riots of the Criminal Code demonstration in Bandung became the center of public attention. Some journalists considered the incident to be irresponsible and also provocateurs who took advantage of the situation. This coverage poses many risks to journalists. Journalists face many obstacles. Journalists also admit that many of them are still intimidated by their duties such as threats and harsh words. This chaos becomes a weapon for journalists.
Representation of Religious Conflict in Local Media Encep Dul Wahab; Darajat Wibawa; Enjang Muhaemin; Dyah Rahmi Astuti
Journal of Islamic World and Politics Vol 6, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.141 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.v6i2.16165

Abstract

The media always try their best to represent reality for their audiences, with the hope of retaining readers and increasing company revenues. However, in depicting the reality of religious conflict, the media often contradicts the norms, ethics, and code of ethics of journalism itself. The purpose of this study was to determine the representation of religious conflict in local media, namely the Ahmadiyah conflict in West Java, which was published in the Pikiran Rakyat in news coverage from 2010 to 2011. This study used Teun A. van Dijk's critical discourse analysis method. The results of the study show that Pikiran Rakyat represents the Ahmadiyah conflict in various ways, including dividing the object of its reporting into two camps, strong and weak, by branding Ahmadiyah as a deviant, banned, and disbanded organization. The strong side is an organization supported by the government, and the weak side is Ahmadiyah, which does not receive government protection and support. Pikiran Rakyat presents news sources in this religious conflict in an unfair and balanced manner, presenting more news sources from the majority than Ahmadiyah as a minority. Pikiran Rakyat also represents ways of resolving the Ahmadiyah conflict.
Pendekatan Komunikasi Persuasif Sebagai Strategi Dakwah Lingkungan Pada Program Citarum Harum Sektor 9 Sri Ramadani Intan Sasmita; Betty Tresnawaty; Enjang Muhaemin
Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Vol. 11 No. 2 (2022): Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah
Publisher : LPPM STIS Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52051/ulumulsyari.v11i2.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah lingkungan pada program citarum harum sektor 9. Serta pendekatan komunikasi persuasif yang dipakai dalam proses penataan dan normalisasi waduk saguling. Tahapan membangun pemahaman masyarakat yang dijalankan dalam menunjang penataan dan normalisasi waduk saguling sektor 9 citarum harum, Tahapan memelihara pemahaman masyarakat yang dijalankan dalam menunjang penataan dan normalisasi waduk saguling sektor 9 citarum harum, Proses mengubah kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang dijalankan dalam menunjang penataan dan normalisasi waduk saguling sektor 9 citarum harum. Teori yang dipakai adalah teori konvensional interaksional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan paradigma Epistemologi. Metode studi kasus sangat sesuai untuk penelitian ini. Penelitian ini menggunakan jenis studi kasus eksploratori, bertujuan menjawab pertanyaan “apa” dan juga “siapa” mengenai Strategi Dakwah Lingkungan Pada Program Citarum Harum di Sektor 9. Bentuk penelitian studi kasus yang dipakai pada penelitian ini adalah studi kasus instrumental tunggal (single instrumental case study).
Tanggung Jawab Penyiaran Berita di Radio 107,5 PRFM Azizah, Sheeny Nurul Rahma; Anugrah, Dadan; Muhaemin, Enjang
Annaba: Jurnal Ilmu Jurnalistik Vol. 5 No. 3 (2020): ANNABA: Jurnal Ilmu Jurnalistik
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/annaba.v5i3.20232

Abstract

The purpose of this study was to determine the form of responsibility carried out by 107.5 PR FM in broadcasting a news to the public according to the language of radio journalism. Then the form of news validation which before being broadcast used radio journalistic language by 107.5 PR FM and the application of radio journalistic language that has been carried out by 107.5 PR FM. The data collection techniques in this study were observation, interviews, and document review. By using qualitative descriptive methods and research samples totaling 5 informants have been obtained using purposive techniques. The result of this research is to give a form of responsibility as radio media to listeners, by broadcasting news that is not hoax and always using radio journalistic language in broadcasting.