Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Konsep Dasar IPS Bermuatan Karakter Lokal di Jurusan PGSD Salman Alparis Sormin; Yonarlianto Tembang; Muktamar Umakaapa; Cipto Duwi Priyono
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4320

Abstract

Bahan ajar menjadi bagian yang amat penting dari kegiatan belajar dan mengajar termasuk salah satunya adalah bahan ajar konsep dasar pendidikan IPS bermuatan kearifan lokal sebagai proses analisis kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah ataupun universitas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk  mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar konsep dasar IPS di jurusan PGSD Universitas Musamus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualititatif dengan jenis pendekatan survei yang dilakukan pada bulan November-Desember 2022 di program studi Pendidikan Guru Sekolah dasar Universitas Musamus kota Merauke. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 66 mahasiswa semester dua program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Musamus yang mengikuti mata kuliah konsep dasar IPS. Responden penelitian ini sebesar 43 orang yang dipilih secara acak. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan angket. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrument lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian  menunjukan bahwa lebih dari 30% mahasiswa belum mampu berpartisipasi belajar  karena belum adanya bahan ajar yang dapat digunakan sebagai pegangan oleh mahasiswa PGSD universitas musamus yang bermuatan tentang  karakter lokal. Pembelajaran budaya lokal di Merauke masih dilakukan secara terpisah dengan pembelajaran tematik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat kebutuhan bahan ajar ilmu pengetahuan sosial (IPS) yang bermuatan karakter lokal pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Konsep Dasar IPS Bermuatan Karakter Lokal di Jurusan PGSD Salman Alparis Sormin; Yonarlianto Tembang; Muktamar Umakaapa; Cipto Duwi Priyono
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4320

Abstract

Bahan ajar menjadi bagian yang amat penting dari kegiatan belajar dan mengajar termasuk salah satunya adalah bahan ajar konsep dasar pendidikan IPS bermuatan kearifan lokal sebagai proses analisis kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah ataupun universitas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk  mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar konsep dasar IPS di jurusan PGSD Universitas Musamus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualititatif dengan jenis pendekatan survei yang dilakukan pada bulan November-Desember 2022 di program studi Pendidikan Guru Sekolah dasar Universitas Musamus kota Merauke. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 66 mahasiswa semester dua program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Musamus yang mengikuti mata kuliah konsep dasar IPS. Responden penelitian ini sebesar 43 orang yang dipilih secara acak. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan angket. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrument lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian  menunjukan bahwa lebih dari 30% mahasiswa belum mampu berpartisipasi belajar  karena belum adanya bahan ajar yang dapat digunakan sebagai pegangan oleh mahasiswa PGSD universitas musamus yang bermuatan tentang  karakter lokal. Pembelajaran budaya lokal di Merauke masih dilakukan secara terpisah dengan pembelajaran tematik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat kebutuhan bahan ajar ilmu pengetahuan sosial (IPS) yang bermuatan karakter lokal pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Determinants Of Food Choices on The Nutritional Status Of Adolescents In Merauke Muktamar Umakaapa; Pricilya Margaretha Warwuru; Ade Yuni Sahruni; Febry Ramdhani Suradji; My Ismail
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48177

Abstract

The issue of food selection or food choice among adolescents who often neglect health considerations has become one of the main public health concerns today. This pattern of food choice behavior among adolescents has significantly contributed to various health problems. This study aims to analyze the factors influencing food choices and their relationship with the nutritional status of adolescents in Merauke City. The factors examined in this study include health aspects, sensory appeal, price, convenience, and adolescents’ familiarity with the food. The research employed a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires and nutritional status measurements of 56 respondents based on Body Mass Index (BMI). Data analysis was conducted using the Statistical Package for Social Sciences (SPSS) software, with both univariate and bivariate analyses. The results show that health-related reasons are weakly correlated with adolescents’ nutritional status. Sensory appeal is moderately correlated with nutritional status. There is no relationship between price and nutritional status. Convenience is weakly correlated with nutritional status. Familiarity with food shows a strong correlation with adolescents’ nutritional status. This study concludes that the factor most strongly associated with the nutritional status of adolescents in Merauke is food selection based on their familiarity with certain types of food.
Optimalisasi Peran Guru PJOK dalam Penerapan Kurikulum Merdeka melalui Kegiatan Outdoor Learning di Merauke Dani Nurcholis; Ronald; Ade Yuni Sahruni; Febry Ramadhani Suradji; Pricillya Margaretha Warwuru; Muktamar Umakaapa; Ronny Brayntin Rahail; Damaris Marlissa
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kcj9zf78

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih adaptif dan kreatif dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Di wilayah 3T seperti Merauke, tantangan tersebut semakin kompleks, khususnya bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang menghadapi keterbatasan sumber daya dan akses pelatihan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PJOK dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran luar ruang (outdoor learning) yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi kebijakan kurikulum, lokakarya desain pembelajaran outdoor, praktik langsung bersama siswa, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman di lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam membangun ekosistem pendidikan jasmani yang kontekstual dan merdeka di daerah perbatasan.
Negara, Pasar, dan Hak atas Kesehatan: Menata Asuransi Kesehatan Tambahan di Indonesia Arief Rosyid Hasan; Muktamar Umakaapa; Ahmad Sulaiman; Firnasrudin Rahim
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62538

Abstract

Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan merupakan tonggak strategis dalam pemenuhan hak atas kesehatan berbasis keadilan sosial di Indonesia. Namun, rasionalisasi paket manfaat (essential benefit package) dan kendala keterbatasan kapasitas pelayanan publik mendorong pesatnya penetrasi Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) swasta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika relasi tripartit antara kewajiban konstitusional negara (state obligation), logika komodifikasi pasar (market logic), dan pemenuhan hak atas kesehatan dalam penataan AKT di Indonesia. Menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach) yang diintegrasikan dengan analisis kebijakan publik, studi ini membedah problematika operasional skema Coordination of Benefit (CoB) serta risiko fragmentasi layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan AKT yang berjalan secara parsial berpotensi menciptakan dualisme sistem kesehatan (two-tier health system)—di mana kelompok berpenghasilan tinggi memperoleh akses medis prioritas melalui mekanisme komersial, sementara kelompok masyarakat rentan bergantung pada layanan publik yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan reformasi arsitektur regulasi yang tegas melalui pembagian paket manfaat mendasar dan tambahan yang kaku, keharusan regulasi anti-cream skimming berbasis dana redistribusi sosial, serta pembangunan infrastruktur digital terpadu (National Health Claim Gateway) guna menjaga asas keadilan sosial dan amanat konstitusi UUD NRI 1945.
Integrasi Pendidikan dan Sport Tourism melalui Pengabdian Berbasis Aero Sport di Kabupaten Merauke Ade Yuni Sahruni; Carolus Wasa; Muktamar Umakaapa; Ronny Brayntin Rahail; Ronald; Febry Ramadhani Suradji; Damaris Marlissa; Dani Nurcholis; Pricilya Margaretha Warwuru; Adi Sumarsono
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.844

Abstract

Program pengabdian kepada Masyarakat berbasis aero sport di kabupaten Merauke dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi aero sport serta mendukung pengembangan sport tourism di Papua Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari terdiri dari Teori dan Praktek lapangan yang melibatkan sebanyak 20 mahasiswa jurusan Penjaskesrek Universitas Musamus dan dilaksanakan selama dua hari dalam empat sesi meliputi : teori, diskusi, praktik lapangan serta evaluasi yang dipandu oleh instruktur berlisensi dari FASI Prov. Papua Selatan. Metode pelaksanaan mencakup tahapan, edukasi dan sosialisasi, implementasi lapangan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, minat dan motivasi mahasiswa terhadap aero sport. Berdasarkan hasil pretest dan postest, pemahaman mahasisiwa sebesar 42,5%. Selain itu, publikasi kegiatan turut meningkatkan informasi Masyarakat mengenai aero sport sebagai potensi baru daerah. Program ini memeberikan kontribusi positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa serta memperkuat kerja sama antara Universitas Musamus dan FASi Prov. Pupua Selatan.