Akne vulgaris (AV) atau jerawat adalah suatu penyakit yang sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda dan sangat sering mengakibatkan gangguan psikososial seperti kurangnya percaya diri, tidak mau bersosialisasi karena malu, depresi bahkan hingga dapat menyebabkan pengangguran. Konsumsi cokelat semakin meningkat dan saat ini hampir seluruh tempat makan maupun minum menghidangkan cokelat dalam daftarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran konsumsi produk cokelat dan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah subyek penelitian sebesar 58 orang. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar subjek mengalami akne derajat berat (43,1%), diikuti dengan akne derajat sedang (39,7%) dan sisanya diikuti oleh akne derajat sangat berat dan ringan. Sebesar 58,6% subjek mengonsumsi cokelat dalam satu minggu terakhir, mayoritas subjek (75,86%) telah rutin mengonsumsi cokelat lebih dari lima tahun. Jenis cokelat yang paling sering dikonsumsi subjek adalah jenis cokelat lainnya (67,6%) diikuti milk chocolate (26,5%) dan hanya sebagian kecil 5,9% subjek mengonsumsi dark chocolate. Seluruh subjek yang mengonsumsi dark chocolate mengalami akne derajat ringan, subjek yang mengonsumsi milk chocolate paling banyak mengalami akne derajat berat (55,55%), diikuti akne derajat sangat berat (33,33%) dan terakhir akne derajat sedang (11,11%). Subjek yang mengonsumsi cokelat jenis lainnya, mayoritas mengalami akne derajat sedang (43,48%), diikuti oleh akne derajat berat (39,13%) kemudian akne derajat sangat berat (17,39%). Pada penelitian ini terlihat bahwa konsumsi cokelat tidak memperparah akne, akan tetapi komposisi lainnya pada produk cokelat seperti susu yang memperparah akne.