Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan pada akseptor di Puskesmas Tapus Sumatera Barat tahun 2017 Elvia Roza; Zita Atzmardina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5845

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi hormonal, yang berisi hormon progesteron atau kombinasi hormon esterogen progesteron. Salah satu jenis dari kontrasepsi suntik hormonal adalah kontrasepsi suntik DMPA. Di Indonesia pada tahun 2015 penggunaan kontrasepsi suntik mencapai 32,6%. Di Provinsi Sumatera Barat sekitar 50,76%, di Padang pada tahun 2014 mencapai 53,2% dan di Kabupaten Pasaman sebesar 34,6%. Pada penggunaan kontrasepsi suntik depo medroxy rogesteron acetate (DMPA) memiliki efektifitas yang tinggi tetapi memiliki beberapa efek samping. Salah satunya efek sampingnya adalah peningkatan berat badan. Umum nya peningkatan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg-5 kg dalam setahun pertama. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Responden pada penelitian ini berjumlah 166 dilakukan pada bulan januari 2017 di Puskesmas Tapus. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectionallalu di analisa dengan uji chi-square. Dari hasil analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan dengan P value =0,000 dan RP 1,52.