Peter Ian Limas
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis jumlah leukosit, lama gejala dan suhu tubuh sebagai prediktor lamanya operasi pada kasus apendisitis akut Siti Fathekhatul Khairiyyah; Peter Ian Limas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7855

Abstract

Apendisitis adalah inflamasi pada apendiks; patologinya dimulai dari mukosa kemudian melibatkan seluruh lapisan dinding apendiks dalam waktu 24 - 48 jam.  Apendisitis  akut merupakan salah satu keadaan darurat bedah tersering. Gejalanya adalah nyeri daerah epigastrik atau bagian bawah umbilicus, demam dan pada pemeriksaan darah ditemukan lekositosis. Jika diagnosis tidak ditegakkan segera, maka dapat timbul komplikasi yang menyebabkan penanganan dan durasi pada saat tindakan operasi akan lebih sulit dan lebih lama. Tujuan dari studi ini untuk  menganalisis  jumlah  leukosit, lama  gejala, dan suhu tubuh sebagai prediktor lamanya operasi pada pasien apendisitis akut. Studi potong lintang dengan menggunakan data rekam medik pasien post operasi apendisitis di Rumah Sakit Sumber Waras pada bulan Januari - November 2017. Jumlah responden sebanyak 82 orang diambil dengan cara consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi- square. Didapatkan tidak terdapat hubungan bermakna antara leukosit (p=0,799), lama gejala (p=0,908), dan suhu tubuh (p=0,096) terhadap durasi operasi.
Gambaran ketepatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik dalam melepas alat pelindung diri (APD) level III Siti Dian Meylani; Peter Ian Limas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17781

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia mengharuskan pemakaian alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penularan. Alat pelindung diri harus memenuhi syarat, yaitu nyaman dipakai, tidak mengganggu kerj dan memberikan perlindungan efektif. Alat pelindung diri memiliki banyak tingkatan, tetapi pada kasus Covid-19 tenaga medis menggunakan APD tingkat perlindungan level III, yang terdiri dari sarung tangan bedah steril sekali pakai, masker N95, kacamata atau pelindung muka, gown, apron, sepatu karet dengan pelindung, dan headcap. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketepatan mahasiswa kedokteran dalam melepas APD level III. Metode studi yang digunakan deskriptif potong lintang. Pengambilan subyek studi menggunakan teknik simple random sampling pada angkatan 2018. Subyek studi diberikan video pelatihan yang bersumber dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Hospital mengenai memasang & melepas-APD level III dari YouTube sebagai panduan untuk diterapkan. Studi ini hanya diikuti 10 responden dan sebagian besar responden dikategorikan cukup atau masih melakukan kesalahan dalam pelepasan APD (7 responden; 70%).  Sebanyak 3 responden (30%) dikategorikan baik atau sudah melakukan pelepasan APD yang sesuai dengan kriteria prosedur. Kesalahan atau kesulitan dalam melepaskan APD adalah hand-hygiene, masker N-95 respirator, dan melepas sarung tangan. Latihan menjadi salah satu faktor penting dalam ketepatan melepaskan alat pelindung diri.
Perbandingan gambaran pengetahuan mahasiswa kedokteran dan teknik mesin Universitas Tarumanagara tentang penggunaan alat pelindung diri (APD) COVID-19 Radhiyya Tsabitah Drajat; Peter Ian Limas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.21331

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan serangkaian peralatan yang digunakan untuk  meminimalisir paparan berbagai macam benda asing. APD digunakan agar menjaga keselamatan dan kesehatan dari para pekerja terutama pada bidang kesehatan.  Oleh karena itu, tingkat pengetahuan terhadap APD pada masa COVID-19 menjadi satu hal yang penting dan perlu diketahui tidak hanya oleh tenaga kesehatan tetapi juga semua personal yang bersinggungan dengan bidang kesehatan. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan penggunaan APD pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Mesin Universitas Tarumanagara selama pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional. Pengambilan data responden melalui  kuesioner online selama periode bulan Februari-Juni 2021. Hasil studi didaptakan tingkat pengetahuan penggunaan APD semasa COVID-19 pada 47 mahasiswa Fakultas Kedokteran ialah 13 (27,7%) subjek dalam kategori baik dan 34 (72,3%) subjek dalam kategori cukup cukup, sedangkan pada mahasiswa Fakultas Teknik Mesin didapatkan  tingkat pengetahuan penggunaan APD kategori baik semasa COVID-19  pada 9 (19,1%) subjek, 33 (70,2%) subjek dalam kategori cukup dan 5 (10,7%) subjek memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Mayoritas mahasiswa kedua Fakultas memiliki tingkat penegetahuan yang cukup mengenai penggunaan APD.