Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun unit pilosebasea. Serum Cutipure diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba yang kuat, sedangkan serum Chiaprotect memiliki efek menenangkan dan juga membantu mengurangi peradangan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk membandingkan serum Chiaprotect dan Cutipure dalam mengurangi tanda inflamasi pada kulit berjerawat. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain Quasi-experimental-Time series pada remaja dengan akne vulgaris sebanyak 27 orang. Serum Cutipure diberikan pada pipi kiri sementara serum Chiaprotect pada pipi kanan. Pengukuran tanda inflamasi jerawat dilakukan pada hari pertama sebelum penggunaan, dan kemudian pada hari ke-14 dan ke-21 penggunaan. Uji paired T-test digunakan untuk menilai signifikansi dari penurunan tanda inflamasi pada masing-masing dan juga antara kedua intervensi. Rata-rata tanda inflamasi sebelum menggunakan serum cutipure adalah 3,15 ± 1,74 yang kemudian secara signifikan berkurang pada hari ke-14 (2,56 ± 1,53, p=0,026) dan ke-21 (1,37 ± 1,49, p<0,00001) sesudah penggunaan serum cutipure. Rata-rata tanda inflamasi sebelum menggunakan serum chiaprotect adalah 3,67 ± 2,25 yang kemudian secara signifikan berkurang pada hari ke-14 (2,33 ± 1,64, p<0,00001) dan ke-21 (1,30 ± 1,63, p<0,00001) sesudah penggunaan serum chiaprotect. Serum chiaprotect menunjukkan rerata penurunan tanda inflamasi yang lebih besar daripada serum cutipure pada hari ke-14 dan -21 namun perbedaan rerata tersebut tidak bermakna (p=0,550, p=0,550). Kesimpulan dari penelitian ini adalah serum cutipure dan chiaprotec secara signifikan terbukti mengurangi tanda inflamasi. Serum chiaprotec 4% mengurangi tanda inflamasi lebih banyak daripada serum cutipure 10%, namun secara statistik perbedaan tersebut tidak signifikan.