Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan asupan kalsium dengan kejadian dismenorea primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2016 Lidya Octalia Ligita; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9737

Abstract

Dismenorea atau nyeri menstruasi adalah masalah ginekologis yang paling umum ditemui, ditandai dengan nyeri perut bagian bawah yang terjadi saat menstruasi atau beberapa hari sebelum menstruasi. Dismenorea primer merupakan nyeri tanpa adanya patologis pada pelvis yang mendasari. Umumnya, dismenorea tidak ditangani dengan baik karena kurangnya pemahaman mengenai dismenorea. Asupan mineral seperti kalsium diketahui dapat mengurangi nyeri menstruasi. Kalsium dapat didapatkan dari sumber makanan seperti produk-produk susu, beberapa sayuran hijau dan lain-lain. Tujuan studi ini adalah untuk menentukan hubungan asupan kalsium dengan dismenorea primer pada mahasisiwi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini berupa analitik cross-sectional yang dilakukan terhadap 116 subjek. Data diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Food Recall 24 hour serta kuesioner dismenorea. Hasil studi didapatkan secara statistik signifikan dengan p-value < 0,001 dan prevalance risk (PR) 2,196. Dismenorea primer ditemukan pada 97,2% subjek yang mengonsumsi kalsium kurang. Subjek dengan asupan kalsium kurang memiliki risiko 2,196 kali lebih tinggi untuk terjadinya dismenorea. Kesimpulan dari studi ini adalah asupan kalsium memiliki hubungan dengan terjadinya dismenorea primer.
Hubungan konsumsi sayur dan buah dengan tekanan darah pada masyarakat usia produktif di Puskesmas Kecamatan X tahun 2020 Dean Ascha Wijaya; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13718

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian di dunia setiap tahunnya. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi masyarakat Indonesia usia lebih dari 18 tahun sebesar 34,1% dan kenaikan prevalensi dikaitkan dengan pola hidup masyarakat yang kurang baik. Hipertensi dapat dicegah dengan memodifikasi gaya hidup seperti mempertahankan asupan kalium yang memadai dengan mengonsumsi sayur dan buah setiap hari. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan tekanan darah pada masyarakat usia produktif di Puskesmas Kecamatan X. Studi ini bersifat analitik dengan desain potong lintang. Subjek studi diperoleh dengan metode consecutive sampling. Asupan makan subjek studi diperoleh melalui Food Frequency Questionnaire dan tanya ulang 24 jam, tekanan darah didapatkan melalui pengukuran menggunakan sphygmomanometer. Data dianalisis menggunakan uji statistik Fisher Exact. Dari 185 subjek penelitian, didapatkan 68 (36,7%) subyek masuk ke dalam kelompok hipertensi dan 117 (63,3%) subyek ke dalam kelompok tidak hipertensi. Sebagian besar subjek penelitian kurang mengonsumsi buah (98,9%) dan sayur (94,6%) dengan rata-rata asupan buah sebesar 1.05 porsi/hari dan sayur sebesar 1.54 porsi/hari. Hasil studi menunjukkan tidak ada hubungan antara konsumsi sayur (nilai p = 1.000; PRR = 0.73) dan buah (nilai p = 0.502; PRR = 0.72) dengan tekanan darah. Namun, secara epidemiologi, kekurangan kalium, magnesium, kalsium dan serat berisiko meningkatkan kejadian hipertensi.
HUBUNGAN DIET DAN AKNE : MITOS, FAKTA ATAU KONTROVERSI? Irenne Ferlinika; Linda Julianti Wijayadi; Meilani Kumala
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akne Vulgaris  (AV) merupakan  masalah  kulit  yang  paling  sering  dijumpai  dan ber­ dampak panting pada kualitas hidup. Akne Vulgaris terjadi 28-62% pada seluruh popu­ lasi di dunia. Akne Vulgaris dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk dari komedo (lesi noninflamasi), lesi inflamasi superfisial (papul, pustul), dan lesi inflamasi profunda (nodul, kistik). Lesi inflamasi terjadi pada saat kolonisasi bakteri Propionibacterium  ac­ nes pada unit pilosebasea dan menyebabkan ruptur dan reaksi kaskade oleh neutrofil. Sebagian besar masyarakat dan pasien AV menganggap bahwa diet merupakan faktor panting dalam patogenesis AV. Makanan yang dianggap berperan dalam AV terutama adalah coklat, makanan manis, makanan berlemak. Berdasarkan studi sebelum tahun 2007, disimpulkan  bahwa AV secara primer disebabkan  oleh faktor genetik dan hor­ monal. Studi yang lebih baru oleh Walton menyatakan  bahwa sekresi sebum pada AV dipengaruhi oleh faktor genetik. Dewasa ini, diketahui bahwa AV secara klinis, peruba­ han ekspresi gen juga dimediasi oleh faktor lingkungan seperti diet.  Banyak studi dan literatur menyatakan adanya hubungan AV dengan konsumsi diet tertentu. Berdasarkan penelitian,  diet indeks glikemik rendah telah menunjukkan  efek terapi yang signifikan dalam mengurangi jumlah lesi dan menurunkan  keparahan AV. Konsumsi  susu (susu murni, susu skim) dan konsumsi makanan dengan kadar yodium tinggi meningkatkan durasi dan mengeksaserbasi  AV. Belum ada bukti yang menyatakan bahwa konsumsi cokelat berpengaruh pada AV, Konsumsi kacang dan makanan pedas tidak menyebab­ kan AV. Kandungan  Zn dan vitamin A, 83,0, E dalam makanan dapat mencegah dan mengurangi gejala AV.