Masa kini orang semakin jarang melakukan aktivitas fisik karena kemudahan akibat kemajuan teknologi. Game online merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi sebagai sarana hiburan. Intensitas bermain game online bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik karena tidak perlu keluar rumah untuk bermain. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara intensitas bermain game online dengan aktivitas fisik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020. Desain studi analitik ini menggunakan pendekatan potong lintang dengan sampel studi sebanyak 194 responden. Sampel studi diambil menggunakan teknik non-random sampling. Pengambilan data untuk intensitas bermain game online menggunakan kuisioner yang sudah divalidasi dan untuk pengambilan data aktivitas fisik menggunakan GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire). Hasil studi menunjukkan mayoritas responden memiliki intensitas bermain game online yang rendah (90,2%) namun terdapat 19 (9,8%) orang memiliki intensitas bermain game online yang tinggi. Dari 194 responden mayoritas melakukan aktivitas fisik yang rendah yaitu sebanyak 116 (59,8%) orang. Hasil analisis uji chi-square antara intensitas bermain game online dengan aktivitas fisik didapatkan p-value = 0.652, yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara intensitas bermain game online dengan aktivitas fisik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2020. Namun, responden dengan intensitas bermain tidak normal (intensitas bermain game online sedang sampai tinggi) memiliki resiko 1,515 kali lebih tinggi melakukan aktivitas fisik rendah (<600 METs) daripada responden dengan intensitas bermain normal.