Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

URGENSI PENDIDIKAN POLITIK DAN PEMILU TERHADAP PEMILIH PEMULA Muhammad Irfan Faqih; Abdurrahma Abdurrahma; Ahmad Zairudin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.8222

Abstract

Rendahnya pemahaman terhadap pentingnya pemilu yang dihadapi pemuda Desa Gadingsari sebagai pemilih pemula dan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula melatarbelakangi Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini. Untuk memecahkan persoalan tersebut perlu dilakukan Pendidikan Politik dan penyuluhan pemilu dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, wawasan, dan kesadaran serta minat menggunakan hak pilih dalam pemilu yang akan datang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pemdampingan dan pembelajaran bagi Pemuda Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso. Pada program penyuluhan ini kami ingin memberikan materi yang meliputi Undang- undang Pemilu No 7 Tahun 2017, Bonus Demografi, Demokrasi dan Partai politik, Pemilu sebagai dan Kekuasaan, dan Peran Partisipasi Pemilih Pemula dalam pemilu. Target dari Penyuluhan ini pertama diharapkan dapat meningkatkan partisipasi Pemilih pemula, kedua Pemuda dapat memiliki tambahan pengetahuan, pemahaman, wawasan, dan kesadaran tentang Demokrasi dan berpartisipasi aktif memberikan hak pilihnya pada pemilu. Kesimpulan, Urgensi penyuluhan Pemilu sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Bagi Pemilih Pemula serta dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan wawasan tentang pentingnya pembelajaran pemilu bagi pemuda desa Gadingsari.
KEPASTIAN HUKUM PENYELESAIAN KONFLIK INTERNAL PARTAI POLITIK BERDASAR UU NO 2 TAHUN 2011 Ahmad Zairudin
JURNAL ILMIAH HUKUM DAN DINAMIKA MASYARAKAT Vol 20, No 2 (2022): HUKUM DAN DINAMIKA MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.174 KB) | DOI: 10.56444/hdm.v20i2.3587

Abstract

The design of internal party dispute arrangements has actually been regulated in Law Number 2 of 2011 concerningg political parties, this rule is a middle way to create regulation that can resolve internal dispute probmlems within political parties. It is hoped that this presence will be able to solve all problems within political parties that have legal certainty. There are saveral legal mechanisment disputes, including though political party courts, general courts and state administrative courts. This research Method uses normative juridical cocepts with statutory, case and conseptual approches. As for this study, researchers us sources of lega; materials in the form of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials.
Can artificial intelligence explain justice? evaluating faithfulness and legal reasoning in AI-generated summaries of Indonesian court decisions Ahmad Zairudin
Indonesian Journal of Linguistics and Legal Discourse Vol. 1 No. 2 (2026): Artificial intelligence, linguistic vulnerability, and digital justice in Indon
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67490/ijll.v1i2.918

Abstract

Background: As Indonesian court decisions become increasingly accessible through public digital repositories, artificial intelligence promises to translate dense judicial language into readable summaries, yet this promise raises a central problem: whether accessibility can be achieved without weakening legal meaning. Objective: This study evaluates how AI-generated summaries of Indonesian court decisions preserve source faithfulness, legal reasoning, and public-facing explainability. Method: Using a qualitative-dominant evaluative design, this study compares ten source-linked AI summaries with ten Indonesian court decisions through structured coding of factual alignment, legal-basis accuracy, reasoning preservation, disposition fidelity, source traceability, and public-comprehension risk. Results: The findings show that AI summaries are strongest in preserving visible textual elements, especially case identity, general legal issue, and final disposition. They are less stable when summarising legal bases, procedural thresholds, interpretive qualifications, ratio decidendi, and uncertainty. Implication: This pattern indicates that AI can support legal accessibility but may also flatten judicial reasoning into outcome-centred explanation when source constraints are not preserved. Novelty: This study contributes a multidimensional framework for evaluating legal AI summaries by linking faithfulness, reasoning fidelity, and explainability as inseparable conditions for accountable public legal communication.