Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Study of Kridosono’s Urban Quality Space in Yogyakarta using TUSA Wiliarto Wirasmoyo; Desrina Ratriningsih
Journal of Architectural Research and Design Studies Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Departement of Architecture, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jars.vol7.iss2.art4

Abstract

The importance of public spaces is one of United Nations’ Goals. Green Open Space in Kridosono which is aspired by the government is a public open space that can be easily accessed by the public and as main open space contributes as a sports field. Based on other studies related to Kridosono, most of them questioned how to improve the urban space quality of the Kridosono area as a public open space. This study aims to examine the elements that are factors in improving the urban space quality, so that we can know and feel of optimal spatial quality as a Public Open Space. Tools for Urban Space Analysis (TUSA) is a novelty/state of the art/novelty in the discussion. The results are to obtain elements related to improve the urban space quality, to fulfill all Nodal, Spatial and Environmental attributes and values for Hardware & Use-Socio Perception for Software. Keywords: Kridosono; Open Space; TUSA; Urban Space Quality
Penerapan Ekologi Arsitektur Pada Mangrove Research Center di Kabupaten Kaimana Papua Barat Ulfa Intan Puatipanna; Wiliarto Wirasmoyo
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 2, Nomor 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v2i2.20

Abstract

Keberadaan mangrove memiliki beberapa manfaat terhadap perubahan iklim global, ekosistem flora dan fauna, dan ekonomi masyarakat. Kabupaten Kaimana memiliki potensi terhadap keberadaan mangrove terbaik. Dengan kapasitas mangrove 76.000 Ha hutan mangrove, dari total 3.489 Ha mangrove di indonesia. Tidak adanya pengolahan dan pemahaman terhadap potensi keberadaan mangrove menyebabkan kerusakan habitat mangrove di kabupaten Kaimana tiap tahunnya mengalami penurunan. Untuk mencegah kerusakan dan pemahaman tentang keberadaan potensi mangrove, perlu adanya sarana kegiatan mangrove, yang berkaitan dengan edukasi, pembibitan dan wisata bahari (Mangrove Research Center). Untuk mendukung perancangan mangrove research center tema pendekatan yang digunakan menerapkan dan memanfaatkan ekosistem lingkungan (alam) sebagai sumber utama. Sehingga tema pendekatan yang digunakan adalah ekologi arsitektur. Dalam perancangan ekologi arsitektur hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan diharapkan dapat saling menguntungkan dan memberikan dampak baik, bagi masyarakat akan kepedulian lingkungan sehingga tercipta kawasan kota produktif yang berwawasan lingkungan.
Penerapan Arsitektur Bioklimatik Pada Hotel Butik Fasilitas Bintang 4 di Kabupaten Sleman Asma Akum Sopian; Wiliarto Wirasmoyo
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i2.32

Abstract

D I Yogyakarta sebagai salah satu provinsi yang diperhatikan oleh pemerintah dalam segi pariwisata, saat ini sedang menunjukkan eksistensinya. Setelah adanya moratorium mengenai pembangunan hotel di kota Yogyakarta, investor mulai menyentuh daerah sekitar kota Yogyakarta yaitu Kabupaten Sleman. Pesatnya pertumbuhan akomodasi wisatawan di Kabupaten Sleman, mempengaruhi penggunaan energi oleh bangunan komersial. Apartemen dan hotel merupakan penyumbang konsumsi energi besar-besaran yang menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim. Konsep Arsitektur Bioklimatik diharapkan dapat menjadikan hotel sebagai bangunan yang bisa beradaptasi dengan perubahan iklim dan atau setidaknya, tidak menambah beban terhadap lingkungan. Sehingga menciptakan hotel yang menerapkan prinsip ramah terhadap iklim dan mengurangi ketidaknyamanan di luar bangunan tanpa melupakan kenyamanan internal bangunan. Bioklimatik di hotel butik ini sudah menerapkan prinsip-prinsip desain Arsitektur Bioklimatik yaitu penggunaan balkon sebagai pembayang pasif, shading device, ruang transisional, penghawaan alami, orientasi bangunan, penempatan core sebagai konservasi energi dan pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan air tanah sekitar.