Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA PEMBERIAN KOMPENSASI FINANSIAL DAN KOMPENSASI NON FINANSIAL TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI (Studi Kasus di Kelurahan Kapuk, Kec. Cengkareng - Jakarta Barat) Marhaendro Purno; Ery Sulistyawan; Tias Pramono
Journal Of Communication Education Vol 9, No 1 (2015): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v9i1.131

Abstract

Kelurahan merupakan perangkat Daerah Kabupaten/ Kota yang berkedudukan di Wilayah Kecamatan, merupakan unsur lini sebagai ujung tombak pelayanan langsung di suatu Wilayah tertentu, maka sudah sepatutnya setiap aparatur Kelurahan dan Kecamatan untuk memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugasnya.Untuk dapat memenuhi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran dituntut untuk membuat strategi motivasi, sehingga dapat memberi peningkatan kinerja yang berujung pada pencapaian prestasi bagi pegawai Kelurahan Kapuk. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, daftar pertanyaan, dan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Sampel adalah pegawai Kelurahan Kapuk berjumlah 50 orang. Metodologi yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah analisis regresi linier dengan uji bertujuan untuk mengetahui pengaruh variable independen terhadap variabel dependen diuji dengan tingkat kepercayaan 95 % atau α = 5 %. Hasil Penelitian yang pertama hubungan antara Kompensasi Finansial terhadap Prestasi Kerja adalah kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,697 dan hubungan antara Kompensasi Non Finansial terhadap Prestasi Kerja adalah kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,713 selanjutnya hubungan secara bersama-sama antara Kompensasi Finansial dan Kompensasi Non Finansial terhadap Prestasi Kerja adalah kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,713. Hipotesis menunjukkan Kompensasi Finansial dan Kompensasi Non Finansial berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja pada pegawai Kelurahan Kapuk dengan nilai Fhitung 23,946 > Ftable 3,20. Koefisien determinasi sebesar 50,47% menunjukkan bahwa variabel bebas yang mempengaruhi 50,47% terhadap variabel terikat (Prestasi Kerja) sisanya 490,53% dijelaskan oleh variabel bebas yang lain yang tidak diteliti.Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh/ keterkaitan antara pemberian kompensasi finansial dan non finansial dengan prestasi kerja pegawai.Kata Kunci: Kompensasi, Prestasi
KAJIAN KINERJA DAN RENCANA PENGEMBANGAN USAHA KOPERASI KARYAWAN (KOPKAR) YKK AP INDONESIA Tias Pramono
Journal Of Communication Education Vol 14, No 1 (2020): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v14i1.212

Abstract

Abstrak Penelitian dengan judul “Kajian Kinerja dan Rencana Pengembangan Usaha KoperasiKaryawan (Kopkar) YKK AP Indonesia” dimaksudkan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktorlingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi aktivitas organisasi, (2) menentukan rencanapengembangan usaha berdasarkan hasil analisa lingkungan.Kajian ini berdasarkan penelitian pada Kopkar YKK AP Indonesia, data primer diperoleh dariwawancara langsung dengan pihak pengurus koperasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporanpengurus tahun 2011-2015 dan laporan penting lainnya. Data dan informasi yang diperoleh diolah dandianalisis dengan menggunakan analisis rasio keuangan, analisis kecenderungan dan analisis SWOT.Analisis laporan keuangan pada tahun 2011-2015 menunjukkan kinerja yang baik. Pada analisis rasiolancar keadaan keuangan Kopkar YKK AP sudah likuid karena nilainya diatas batas minimal yaitu344% yang berarti Kopkar YKK AP dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan baik.Keadaan rentabilitas terhadap total harta menunjukkan perubahan yang berfluktuasi setiap tahunnya,secara rata-rata rasio ini bernilai 7% yang artinya bahwa dari Rp.100 harta yang digunakan KopkarYKK AP menghasilkan laba bersih (sisa hasil usaha) sebesar Rp. 7.Kekuatan yang dominan dari Kopkar YKK AP adalah berfungsinya perangkat organisasi, adanyapelatihan-pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan posisi keuangansangat baik. Sedangkan kelemahan dari Kopkar YKK AP adalah masih adanya ketergantunganpendanaan dari pihak ketiga, yang berpotensi mengurangi SHU dan kegagalan pembiayaan sertatingkat pengetahuan pengurus dalam mengelola sebuah koperasi masih rendah. Peluang yang dihadapioleh Kopkar YKK AP adalah adanya perubahan gaya hidup masyarakat sekitar, adanya bimbinganserta fasilitas kredit dari pemerintah. Peluang yang lain adalah adanya teknologi yang dapatmempermudah operasional koperasi. Sedangkan ancaman yang dihadapi Kopkar YKK AP adalahadanya pesaing-pesaing bagi unit-unit usaha yang dimiliki koperasi.Alternatif strategi diantaranya adalah mengembangkan jaringan kerjasama melalui teknologi yangtersedia, melakukan diversifikasi usaha dengan memanfaatkan modal yang ada dan juga yang sesuaidengan perubahan lingkungan. Sedangkan rencana pengembangan usaha didasarkan pada unit usahayang mempunyai potensi terbesar dari setiap unit usaha yang ada. Unit usaha tersebut adalah unit usahasimpan pinjam dan pengembangan Kopmart dengan bekerjasama dengan unit Koperasi lainnya.Kata kunci : Kajian Kinerja, Strategi
EVALUASI SISTEM PENDIDIKAN STIE INSAN PEMBANGUNAN BITUNG TANGERANG DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME DAN KETRAMPILAN KERJA Santa Lusianna Sitorus; Tias Pramono
Journal Of Communication Education Vol 9, No 1 (2015): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v9i1.130

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan profesional merupakan kunci keberhasilan dalam menjalankan dunia usaha.  Selama ini banyak perusahaan yang mengalami kesulitan dalam mencari sumber daya manusia yang berkualitas yang dibutuhkan padahal saat ini banyak juga jumlah pencari kerja yang ada sehingga pemerintah berkewajiban membantu untuk menjembatani masalah antara kebutuhan dunia usaha dan ketenagakerjaan tersebut.  Disisi lain, peningkatan ketampilan dan profesionalisme tenaga kerja juga sudah menjadi kebutuhan bagi karyawan, dengan meningkatnya profesionalisme maka kebutuhan motivasi seseorang akan terpenuhi.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi berapa besar persentase alumni STIE Insan Pembangunan yang sudah terserap di dalam dunia kerja dan apakah STIE Insan Pembangunan sudah mampu memenuhi ekspektasi mahasiswa untuk meningkatkan profesionalisme dan karier mereka, serta mengetahui hubungan antara sistem pendidikan dan peningkatan profesionalisme dan ketampilan kerja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase alumni STIE Insan Pembangunan tahun kelulusan 2005 sampai 2010 cukup besar yaitu 89.74% yang terdiri dari bekerja formal sebesar 76.31%, bekerja non formal sebesar 10.52%, wirausaha sebesar 5.26% dan sisanya sebesar 7.89% tidak bekerja.  Dan berdasarkan data status jabatan alumni yaitu 60.52% sebagai staf dan 28.94% sebagai manager dan data peningkatan pendapatan sejak lulus kuliah sebesar 68.42% alumni dengan pendapatan naik sebesar 25%-100% dan 15.78% alumni dengan kenaikan pendapatan diatas 100%.Berdasarkan hasil uji statistik deskripsi variabel sistem pendidikan didapat skor rata-rata sebesar 3.99 (mendekati 4 yang berarti setuju) terhadap sistem pendidikan STIE Insan Pembangunan dalam meningkatkan profesionalisme dan ketrampilan kerja.  Sedangkan untuk variabel profesionalisme dan ketrampilan kerja didapat skor nilai rata-rata sebesar 3.74 yang berarti ada keragu-raguan terhadap peningkatan profesionalisme dan ketrampilan kerja.  Untuk uji koefisien korelasi didapat nilai korelasi sebesar 0.105 dan hasil uji koefisien determinasi didapat nilai KD sebesar 1.10% artinya pangaruh sistem pendidikan terhadap peningkatan profesionalisme dan ketrampilan kerja hanya 1.10%.Hasil uji hipotesa dengan tingkat signifikasi α=0.05 derajat kebebasan =36 dan tingkat kepercayaan 95% didapat thitung lebih kecil dari ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya pengaruh sistem pendidikan (X) tidak signifikan. Kata Kunci: Sistem Pendidikan, Profesionalisme dan Ketrampilan Kerja, STIE Insan Pembangunan, Statistik Deskriptif, Evaluasi Sistem.