Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Modifikasi Sistem Hidroponik Rakit Apung pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.): Modification of Floating Raft Hydroponic System on Mustard Greens (Brassica juncea L.) Puspitahati; Lestari Sumaja Putri; Rahmad Hari Purnomo
Open Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2022): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.vol2no1.2022.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi sistem hidroponik rakit apung menggunakan pipa Deep Film Techinique (DFT) untuk menghasilkan produksi tanaman yang optimal dan perawatan yang lebih mudah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode rancangan dan observasi untuk memodifikasi hidroponik rakit apung menggunakan pipa DFT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman dengan rata-rata batang tertinggi terdapat pada L5 (talang 5) yaitu 3,5 cm, jumlah daun rata-rata paling banyak terdapat pada L2 (talang 2) dan L4 (talang 4) yaitu 11 helai, akar rata-rata paling panjang terdapat pada L1 (talang 1)  yaitu 47,6 cm, berat segar dengan rata-rata tertinggi terdapat  pada L2 (talang 2) yaitu 64,4 g. Hidroponik rakit apung dengan pipa DFT ini dapat digunakan dengan baik, namun sebaiknya penambahan pompa air disarankan supaya perakaran tanaman dapat menyerap oksigen secara merata sehingga pertumbuhan tanaman dapat seragam. The research aims to modify the hydroponic design of the floating raft system using Deep Film Techinique (DFT) pipes so as to produce optimal plant production and easier maintenance. The research method used were design and observation method to modify floating raft hydroponics using DFT pipes. The results showed that the plant with the highest average stem were found at L5 which was 3.5 cm, the average number of leaves were mostly found at L2 and L4 which were 11 leaves, the longest average root were found at L1 which were 47.6 cm , fresh weight with the highest average were found at L2, which were 64.4 g. Hydroponic floating rafts with DFT pipes can be used properly, but the addition of water pumps is recommended so that plant rooting can absorb oxygen evenly so that plant growth can be uniform.
STUDI KOMPARASI DATA EVAPOTRANSPIRASI PADA LYSIMETER TANAH GUNDUL DENGAN LYSIMETER TANAH BERUMPUT PADA TAHUN 2024 DI STASIUN KLIMATOLOGI SUMATERA SELATAN Putri Sakinah; Puspitahati; Ishak
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/ermp2w94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat evapotranspirasi pada lysimeter tanah gundul dengan lysimeter tanah berumput di Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan pada tahun 2024. Metode penelitian dilakukan melalui pengukuran langsung menggunakan lysimeter, di mana data harian dicatat berdasarkan curah hujan, air siraman, dan air perkolasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evapotranspirasi pada tanah berumput cenderung lebih tinggi dibandingkan tanah gundul, terutama pada bulan April dan Mei, masing-masing tercatat 9,8 mm dan 6,3 mm pada tanah berumput, sedangkan tanah gundul hanya 6,3 mm dan 3,9 mm. Namun, pada bulan Juni terjadi anomali, di mana tanah gundul mencatat evapotranspirasi lebih tinggi (8,3 mm) dibandingkan tanah berumput (6,7 mm) akibat berkurangnya curah hujan yang meningkatkan evaporasi. Temuan ini menegaskan peran vegetasi dalam meningkatkan evapotranspirasi melalui proses transpirasi, serta memberikan gambaran penting bagi pengelolaan air pertanian.
INTRODUCTION OF EVAPOTRANSPIRATIVE MAPPING SYSTEM AND ORGANIC FARMING IN HORTICULTURE CULTIVATION APPLICATION TO SUPPORT AGRO-INDUSTRY IN GEM NEW VILLAGE, NORTH INDRALAYA SUB-DISTRICT, OGAN ILIR DISTRICT, SOUTH SUMATRA Hilda Agustina; Henny Malini; Primayoga Harsana Setyaaji; Edward Saleh; Puspitahati; Tamaria Panggabean
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Desa Permata Baru, yang terletak di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, menjadi fokus utama pelaksanaan kegiatan pengabdian sosialisasi tahun 2024 oleh tim pengabdian Universitas Sriwijaya. Sebagai salah satu desa binaan universitas, Permata Baru menyimpan potensi agraris yang menjanjikan, tidak hanya terbatas pada pertanian lahan basah, namun juga pertanian lahan kering atau ladang. Mayoritas petani di desa ini memiliki keahlian dalam menghasilkan beragam komoditas, mulai dari jeruk lemon, aneka sayuran, produk hortikultura yang bervariasi, hingga pembibitan kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kendati demikian, praktik pertanian hortikultura di Desa Permata Baru saat ini sangat bergantung pada ketersediaan pupuk anorganik dan kondisi iklim yang seringkali tidak menentu. Keterbatasan pasokan pupuk anorganik bersubsidi di pasaran menjadi permasalahan krusial, sehingga memicu kenaikan harga yang signifikan. Situasi ini secara langsung membatasi hasil panen yang dapat diperoleh petani, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan pendapatan mereka. Dalam upaya memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya mereka yang memiliki potensi produksi mandiri, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PKK "Beguyur" kembali diaktifkan pada tahun 2018 dengan mengusung sistem simpan pinjam. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan akses modal bagi anggota PKK untuk mengembangkan usaha pertanian mereka. Adanya kegiatan sosialisasi mengenai sistem evapotranspiratif dan praktik pertanian organik direncanakan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada petani dan anggota PKK "Beguyur". Diharapkan, melalui pemahaman dan penerapan metode pertanian berkelanjutan dan efisien, produksi pertanian dan pendapatan penduduk Desa Permata Baru dapat meningkat secara signifikan.