Rina Muhayah Noor Pitri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Teh Antioksidan dari Beberapa Tanaman Pekarangan pada Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Komplek Permata Hijau Banjarbaru Kalimantan Selatan Kissinger Kissinger; Rina Muhayah Noor Pitri
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2022): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.653 KB) | DOI: 10.23960/rdj.v1i1.5898

Abstract

The Permata Hijau Banjarbaru Family Welfare Empowerment Group is an activity partner who carries out various activities in their daily life. Consuming foods that contain high antioxidants is very important in the midst of the COVID-19 pandemic. The use of natural materials found around our environment is asolution for improving the health of the community, one of which is plants that have antioxidant capacity. Partners do not have the knowledge and technology about antioxidant plants and their proper and targeted utilization methods. The purpose of the service was to train PKK members in making antioxidanttea by utilizing yard plant materials. The solutions offered in answering partner problems were through 4 stages, namely: preparation stage, science and technology transfer stage in the form of discussion, demonstration stage, and evaluation stage. 83.33% of PKK members who became the target audience understood the socialization material about antioxidant tea made from yard plants. A total of 10 people understood the socialization material from the initial target of 4 people. Capability of tea-making skills, serving dosage and packaging were obtained by 8 people who mastered the skills well. Overall service activities were categorized as successful in transferring knowledge and technology to the target audience. The use of yard plants as ingredients for making antioxidant tea was well received by partnersKey words: antioxidant, yard, plant, tea
KONTRIBUSI PENDAPATAN ANGGOTA KELOMPOK USAHA PERHUTANAN SOSIAL DI HKM GAPOKTANHUT MUTIARA ARANG TIUNG KABUPATEN KOTABARU Annisa Novira Putri; Arfa Agustina Rezekiah; Rina Muhayah Noor Pitri
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18935

Abstract

Perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan dan dilakukan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) adalah pemegang izin atau hak perhutanan sosial yang akan atau telah melakukan usaha dan hutan rakyat yang telah ditetapkan sebagai KUPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Usaha kelompok dalam perhutanan sosial menjadi harapan bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi kegiatan usaha pada 3 (tiga) KUPS yaitu KUPS Agroforestri, KUPS Jasa Lingkungan, dan KUPS Perlebahan terhadap pendapatan masing-masing anggotanya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan data sekunder dari berbagai instansi terkait. Responden pada penelitian dilakukan secara sensus dengan anggotanya berjumlah 33 orang. Analisis data dilakukan dengan menganalisis pendapatan di KUPS dan pendapatan di luar KUPS untuk mendapatkan nilai kontribusi kegiatan usaha KUPS terhadap pendapatan anggota KUPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan tertinggi terdapat pada KUPS Agroforestri dengan nilai rata-rata kontribusi sebesar 48,37%, sedangkan nilai kontribusi terendah terdapat pada KUPS Perlebahan yaitu rata-ratanya sekitar 4,01%, dan rata-rata kontribusi KUPS Jasa Lingkungan sebesar 35,85%.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA ALAM GUNUNG BIRAH KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT Winda Meily Novinta; Rina Muhayah Noor Pitri; Muhammad Helmi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.18408

Abstract

Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi besar pada sektor pariwisata terutama keindahan alamnya. Aktivitas wisata di Kabupaten Tanah Laut menjadi sektor penggerak pembangunan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Perannya yang sangat penting ini harus dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi wisata alamnya yang pernah diteliti yaitu Gunung Birah, menunjukkan Wisata Alam Gunung Birah memiliki potensi yang sedang, namun fasilitas dan akomodasi yang tersedia masih kurang memadai sehingga perlu adanya pengembangan untuk meningkatkan kinerja wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi Wisata Alam Gunung Birah pada diagram kuadran analisis SWOT serta menyusun formulasi strategi pengembangan yang tepat berdasarkan hasil analisis tersebut. Metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dengan informan sebanyak 28 pengelola menggunakan teknik sampling jenuh (sensus) dan responden sebanyak 70 pengunjung menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif analisis SWOT untuk menentukan posisi Wisata Alam Gunung Birah pada kuadran SWOT dan pendekatan kualitatif analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi berdasarkan hasil perhitungan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan posisi Wisata Alam Gunung Birah berada pada kuadran I (Strength-Opportunity). Formulasi strategi yang dapat dilakukan Wisata Alam Gunung Birah berdasarkan hasil analisis SWOT adalah strategi Progresif yaitu memaksimalkan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi terpilih dalam pengembangan Wisata Alam Gunung Birah yaitu melakukan pendekatan strategi pemasaran 5A dan meningkatkan komponen 4A penunjang wisata terutama pada bagian fasilitas (Amenities).