Muhammad Nur Iman Hadiyana Setia
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Use of Instagram as learning media in senior high school Muhammad Nur Iman Hadiyana Setia; Monica Fajriana
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 1 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i1.47897

Abstract

This study examines using Instagram as an innovative learning tool for high school students. The indicators assessed are the easiness, frequency, and experience that Instagram provides as a learning tool. This study used a qualitative approach and collected data using a questionnaire completed by SMA/SMK/MA/MAK students. The study used a Likert scale by giving weight to each available answer. The weights in each category will be summed and converted into qualitative data. The data will be drawn by counting how many categories of answers from all respondents. The results showed that forty-four point four percent of students who were respondents agreed with Instagram as a learning tool. The results showed that respondents considered Instagram an easy-to-use learning tool. Instagram's position is ideal as a learning tool because students are comfortable using it. Teachers are expected to use Instagram social media more often as a learning tool so that the benefits of using Instagram can be more optimized in supporting student learning achievements   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas penggunaan Instagram sebagai inovasi media pembelajaran untuk peserta didik Sekolah Menengah Atas. Indikator yang dinilai adalah kemudahan, frekuensi, dan pengalaman yang diberikan Instagram sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan mengumpulkan data dilakukan menggunakan kuesioner yang diisi oleh peserta didik SMA/SMK/MA/MAK. Penelitian menggunakan skala Likert dengan memberi bobot pada setiap jawaban yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang menjadi responden setuju apabila Instagram sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, responden menganggap Instagram adalah media pembelajaran yang mudah digunakan. Kedudukan Instagram ideal untuk sebuah media pembelajaran, karena peserta didik sebagai pengguna tidak merasakan kesulitan saat menggunakannya. Untuk menjadikan Instagram sebagai media pembelajaran yang efektif terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi berkaitan dengan kepercayaan diri peserta didik, motivasi dalam membuat konten, serta materi pada konten itu sendiri. Kata Kunci: Instagram; inovasi pembelajaran; media pembelajaran; media sosial
Relevance of educational technology competence as human resources in the apprentice industry Muhammad Nur Iman Hadiyana Setia; Lies Diana Dwi Irawati; Yurike Ahsani Putri
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i1.53990

Abstract

The profession of an Educational Technologist in Indonesia is increasingly diverse; by looking at the fundamental conceptions of Educational Technology and current employment developments, the urgency of this profession is starting to be recognized by the government. This is evidenced by the ratification of the Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/2/M.PAN/2009 tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran dan Angka Kreditnya. To deal with this, Educational Technology scholarship must be able to anticipate it in a more systematic and systemic provision so that it can overshadow the professions in the field of Educational Technology. This study aims to determine the implementation and relevance of Educational Technology competencies by further examining the Human Resource profession in the Apprentice Industry Sector based on facts that occur in the world of work. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data source was obtained from interviews with three respondents: three educational technology study program students doing internships in related professions. The research results found that Educational Technology's role in human resources is related to the operational function of development. Educational Technology is related to designing, preparing, implementing, and evaluating training programs to develop employee skills and performance.   Abstrak Profesi seorang Teknolog Pendidikan di Indonesia saat ini semakin beragam, dengan melihat konsepsi dasar Teknologi Pendidikan dan perkembangan lapangan kerja saat ini, maka urgensi profesi tersebut mulai diakui oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan disahkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/2/M.PAN/2009 tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran dan Angka Kreditnya. Untuk menghadapi hal ini, sebagai sebuah profesi, keilmuan Teknologi Pendidikan harus dapat mengantisipasinya dalam sebuah ketentuan yang lebih sistematis dan sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan relevansi kompetensi Teknologi Pendidikan dengan mengkaji lebih lanjut terkait profesi Human Resource dalam Bidang Industri Magang berdasarkan fakta yang terjadi di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif. Sumber data didapatkan dari hasil wawancara dengan tiga orang responden yaitu tiga orang mahasiswa program studi teknologi pendidikan yang sedang magang di profesi terkait. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa peran Teknologi Pendidikan di bidang human resources berkaitan dengan fungsi operasional develop, dimana peran Teknologi Pendidikan itu berkaitan dengan merancang, mempersiapkan, mengimplementasikan hingga mengevaluasi program pelatihan untuk mengembangkan keterampilan dan kinerja karyawan. Kata Kunci: Jabatan fungsional; profesi teknolog pendidikan; SDM teknolog Pendidikan