Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DENGAN TARIF PROGRESIF TERHADAP DAYA BELI KENDARAAN BERMOTOR DI DENPASAR I Dewa Made Sutedja
Majalah Ilmiah Widyacakra Vol 1 No 02 (2019): Majalah Ilmiah Widyacakra
Publisher : STIE BIITM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.032 KB)

Abstract

Tax is an obligation that must be paid by both private and public entities of income or earnings to the government aimed at development activities in all fields. To this research to study the effect of the imposition of value added tax and motor vehicle tax at progressive rates on consumer purchasing power and the sampling technique used purposive sampling. The office SAMSAT Denpasar city as a place of study covers an area of Denpasar North, East, West and South by making consumers taxpayers as much as 100 people in the sample with slovin method. Multiple linear regression analysis technique is done with the results of the imposition of value added tax and motor vehicle tax at progressive rates on consumer purchasing power has a significant negative impact. The imposition of value added tax and motor vehicle tax with progressive of them has a negative impact on consumer purchasing power.
ANALISIS SUMBERDAYA KEUANGAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI PT. JASAMARGA TOL BALI MANDARA Putu Sugi Kurnia Dewi; I Dewa Made Sutedja
Majalah Ilmiah Widyacakra Vol 3 No 2 (2020): Majalah ilmiah Widyacakra
Publisher : STIE BIITM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.817 KB)

Abstract

ABSTRACT The pandemic Covid 19 that first appeared in China, to be precise in the city of Wuhanaround December 2019 and has spread throughout the world, including in the Republic ofIndonesia, which we love, entered in early March 2020 until now it continues to increasefrom the number of positive sufferers and is also significantly related to the rate of recoveryThe impact on the disruption of various activities in the community as a result of theimposition of distance restrictions and human gathering will certainly have an impact on allsectors including the tourism economy sector which is the foundation for life in Baliespecially and Indonesia in general. The purpose of the final partial analysis during thispandemic is to be able to find out the financial position by using several ratios in financialanalysis and comparing between the first semester before the pandemic and the first semesterduring the pandemic, the results of the financial position at PT Jasamarga Tbk as themanager of the Bali Mandara Toll Road have decreased in terms of power. The ability of thiscan be seen in the liquidity ratio, leverage ratio and profitability ratio, but from anoperational point of view it is still and has been able to provide good public services to thepublic during the pandemic Covid 19.
ANALISA BREAK EVEN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN I Dewa Made Sutedja
Majalah Ilmiah Widyacakra Vol 4 No 1 (2021): Majalah Ilmiah Widyacakra
Publisher : STIE BIITM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.788 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of doing business and research is to maximize value and maintain thecompany so that it must pay attention to and carry out business functions properly, oneof which is in planning and making decisions regarding production / operations andfinance, principal return analysis or often called break even points and this is also thegoal. study or research, the profit in this company which is the main problem isdetermining the amount of production and sales so as not to profit and loss, determiningthe number of sales with the desired profit, determining the number of units and sales ifthere is a change in taxation, fixed costs change, variable costs change and the sellingprice changes, after analyzing the results are obtained; now the company can get aprofit of Rp. 800,000, -with an amount produced in 1,000 units, and sales of Rp.2,400,000, - the number of principal returned as much as 333 units or sold with sales ofRp. 800,000, -, as well as the planning profit of Rp. 1,000,000, - then the company mustproduce as much as 1,167 units or sales of Rp. 2,800,000, - of course there will bechanges in the event that occur at fixed costs, variable costs and sales.Key words: break even as a profit planning tool.ABSTRAKTujuan melakukan bisnis dan penelitian adalah memaximalkan nilai danmempertahankan perusahaan untuk itu harus memperhatikan dan menjalan fungsi bisnissecara baik salah satunya adalah dalam perencanaan dan pengambilan keputusanberkaitan produksi/operasi dan keuangan, analisis pulang pokok atau sering disebutbreak even poin dan ini juga menjadi tujuan kajian atau penelitian, laba diperusahaanini yang menjadi pokok masalah ada pada menentukan jumlah produksi dan penjualanagar tidak untung danrugi, menentukan jumlah penjualan dengan laba yang diinginkan,menentukan jumlah unit dan penjualan bila terjadi perubahan pada pengenaan pajak,biaya tetap berubah,biaya variable berubah dan harga jual berubah, setelah dianalisisdidapat hasil ; saatini perusahaan setiap minggu bisa mendapatkan laba sebesar Rp.800.000,-dengan jumlah yang diprodukdi 1.000 unit, dan penjualan sebesar Rp.2.400.000,- jumlah pulang pokoknya sebanyak sebanyak 333 unit atau terjual denganpenjualan sebesar Rp. 800.000,- , demikian pula pada perencanaan laba sebesar Rp.1.000.000,- maka perusahaan harus memprodukdi sebanyak 1.167 unit atau pejualansebanyak Rp. 2.800.000,- tentu akan terjadi berubahan pua bialamana terjadi pada biayatetap, biaya variable dan penjualan.Kata kunci : break even sebagai alat perencanaan laba.
KOMBINASI PRODUK KAITANNYA DENGAN MAKSIMALISASI LABA DI PERUSAHAAN I Wayan Cahaya Adi; I Dewa Made Sutedja
Majalah Ilmiah Widyacakra Vol 5 No 1 (2022): Majalah Ilmiah Widyacakra
Publisher : STIE BIITM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.948 KB) | DOI: 10.56915/miw.v5i1.118

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research and writing is to be able to provide a basis for companies in determining product combinations with the hope of getting maximum profit, this needs to be studied considering the availability of various production factors whose existence is very limited if this is associated with human needs and desires, the company in any form needs to act effectively and efficiently so that it can maintain and increase its wealth, in this study what needs to be raised to be the subject of the problem is how to determine the product combination in relation to getting the maximum profit, by using an analytical tool with a linear programming graph model, in the case of this writing it is obtained a combination of fabric products, namely silk (X1) amounting to 15 and wool (X2) amounting to 10 and getting a maximum profit of Rp. 900,000,000, -, this can and can be used as a guideline for companies and other business people.Keywords: Product combination and maximum profitABSTRAKTujuan dalam penelitian dan penulisan ini untuk dapat memberikan landasan bagi perusahaan dalam menentukan kombinasi produk dengan harapan mendapatkan laba yang maximal, hal in perlu dikaji mengingat ketersediaan berbagai faktor-faktor produksi keberadaannya sangat terbatas jika hal ini dikaitkan dengan kebutuhan dan keingginan manusia, maka perusahaan dalam bentuk apapun perlu bertindak efektif dan efisian sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan kekayaanya, pada kajian ini yang perlu diangkat menjadi pokok masalah adalah bagaimana menentukan kombinasi produk kaitannya dengan mendapatkan laba yang maximal, dengan menggunakan alat analisis dengan model linier programing grafik, dalam kasus penulisan ini didapat kombinasi produk kain, yaitu kain sutra (X1) berjumlah 15 dan kain Wol (X2) berjumlah 10 serta mendapatkan laba maximal sebesar Rp. 900.000.000,-, hal ini dapat dan bisa dijadikan pedoman untuk perusahaan dan juga pelaku bisnis lainnya.Kata kunci : Kombinasi produk dan laba maximal
ANALISIS STRUKTUR KEUANGAN DI MASA PANDEMI COVID 19 DI PT. JASAMARGA TOL BALI I Dewa Made Sutedja; DA Gladysia Sistadanta Sutedja
Majalah Ilmiah Widyacakra Vol 5 No 1 (2022): Majalah Ilmiah Widyacakra
Publisher : STIE BIITM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.73 KB)

Abstract

ABSTRACTAnalysis of financial statements is needed for various stakeholders in order to find out the company's financial position as a basis for decision making, PT. Jasamarga Tol Bali Mandara as a manager within a period of 6 years since in advance starting in 2013 is still experiencing a deficit especially during this covid 19 pandemic and its problems and objectives From this research, it can be seen about the financial structure by using various financial ratio analysis tools, from the results of a comparative study between the same semester of 2019 and 2020 in Semserter 1, it decreased from the number of road users which usually ranged from 150,000-155,000 down to the range of 10,000- 15,000 vehicles, as well as in terms of income, there was a decrease of around 35 billion, while in terms of the use of capital, both in terms of short and long term debt, there was an increase as well as in terms of the use of own capital or equity, there was also a change. a change in profitability.Keywords: financial structure during the covid 19 pandemic.ABSTRAKAnalisa laporan keuangan diperlukan bagi berbagai stoteholder demi mengetahui posisi keuangan perusahaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, PT.Jasamarga Tol Bali Mandara sebagi pengelola dalam kurun waktu 6 tahun semenjak di muka mulai tahun 2013 masih mengalami devisit terlebih dimasa pandemic covid 19 ini dan permasalahaan dan tujuan dari penelitian ini adalahdapat diketahui tentang struktur keuangan dengan menggunakan alat analisis berbagai ratio keuangan, dari hasil studi komperatif antara semester yang sama tahun 2019 dengan tahun 2020 pada semserter 1 mengalami penurunan dari jumlam pengguna jalan yang biasanya berkisar antara 150.000-155.000 turun menjadi kisaran 10.000-15.000 kendaraan, demikian pula dari segi pendatapan mengalami penurunan sekitar 35 milyar, sedangkan dari segi penggunaan modal baik dilihat dari hutang jangka pendek dan panjang mengalami peningkatan demikian pula dari segi penggunaan modal sendiri atau equity juga mengalami perubahan, demikian pula pada profitabilitasnya terjadi perubahan.Kata kunci : struktur keuangan di masa pandemi covid 19
POTENSI PARIWISATA DI DESA KUTUH KUTA SELATAN BADUNG I Dewa Made Sutedja; Putu Sugi Kurnia Dewi; Ni Ketut Sukanti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.761 KB)

Abstract

ABSTRAKSektor ekonomi tersier khususnya Jasa Industri Pariwisata saat ini dan kedepan akan menjadi sumber utama pendapatan Nasional dan daerah serta penyumbang terbesar Devisa bagi Negara kita Indonesia, mengingat sumber penerimaan dari sector primer dan skunder terutama dari sumberdaya alam lambat laun akan berkurang dan habis. Pemerintah Bali khususnya Kabupaten Badung selalu berupaya mencari terobosan dan peluang baru guna dapat peningkatan pendapatan asli daerahnya dari sumber-sumber industry pariwisata yaitu dengan membuka kawasan destinasi baru seperti Pantai Pandawa yang berada di Desa Kutuh Kuta Selatan Badung dan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir semakin mengeliat dan menjadikan produk andalan selain Pantai Kuta dan Nusa Dua. Desa Kutuh yang berada di Kuta Selatan Badung, awalnya daerah perbukitan kecil yang tandus dan kering, tapi dan ternyata banyak memiliki potensi dan menyimpan pariwisata untuk dapat digali dan dikembangkan. Adapun potensi pariwisata yang ada di Desa Kutuh Badung dapat di bagi menjadi: 1.Potensi Intern sebagai produk pariwisata menjadi komoditas Supply ; a). Sumberdaya pawisisata seperti alam lautnya yang berpasir putih bersihsepanjang pantai Pandawa,pantai gunung payung,hutan beji monkey, alam pedesaan dan perbukitan yang masih asri, b). Sumberdaya manusia yang mayoritas beragama Hindu religious sangat toleran, c). Budaya adat istiadat yang menyatu dengan agama hindu, kesenian yang begitu kental dan melekat dalam kehidupan sosialnya, d). Minat khusus bidang olah raga telah dan akan dikembangkan menjadi taraf internasional (kampung bola), 2. Pengelola pariwisata, hal mana dengan mengikut sertakan desa adat Kutuh dalam manajemen pariwisata tentu akan mendapatkan support dari masyarakatnya, 3. Kebijakan dan strategi tidak saja datangnya dari desa dan desa adat Kutuh sendiri, tapi juga adanya perhatian dan bantuan dari pemerintahan Kabupaten badung, Provinsi Bali serta Pemerintah Pusat. 4. Potensi Extern yaitu peluang pasar (permintaan/demand) baik pasar wisatawan nusantara maupun wisatawan manca Negara terlebih dengan didukung kemajuan teknologi transportasi dan Infomasi akan lebih dimudahkan. Dampak kajian potensi pariwisata ini seperti; a) Foreiggn exchange Earning, kondisi ekonomi local dan daerah semakin mengeliat, b) Contribution to Government Reveneus dapat memberikan kotribusi secara langsung dan tidak langsung, c) Employment Generation dapat menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja, d) Development infrastruktur yaitu adanya konsep 4 A sebagai Tourism Product yaitu Attraction, Accesable, Amenities, Acellery.Kata kunci: Potensi Intern, Extern dan Dampak Pariwisata